Literasi Finansial sebagai Benteng Gen Z dari Doom Spending

Dosen Tetap di UNZAH Genggong Probolinggo, Awardee BIB-LPDP Program Doktoral di UIN Malang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari SHOBIRIN tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fenomena doom spending, yang mengacu pada perilaku belanja impulsif akibat stres atau kecemasan, semakin mengkhawatirkan di kalangan Gen Z. Generasi ini sangat terpapar gaya hidup konsumtif melalui media sosial dan kemudahan akses metode pembayaran seperti buy now, pay later (BNPL). Akibatnya, banyak yang terjebak dalam utang dan kebiasaan finansial buruk, yang mengancam kestabilan finansial mereka di masa depan.
Doom Spending dan Gen Z
Doom spending adalah reaksi emosional terhadap stres yang menuntun pada perilaku belanja impulsif. Gen Z, yang tumbuh dengan media sosial, rentan terhadap pengaruh iklan digital dan tekanan untuk selalu mengikuti tren. Kemudahan akses ke sistem pembayaran BNPL memperburuk situasi, karena meskipun terlihat membantu, banyak dari mereka yang tidak mampu melunasi utang pada waktunya.
Kebiasaan ini bukan hanya berdampak pada stabilitas finansial tetapi juga psikologis, menimbulkan kecemasan dan rasa penyesalan. Siklus belanja impulsif yang tidak terkendali memperburuk situasi finansial dan psikologis mereka.
Pentingnya Literasi Finansial
Untuk melawan doom spending, literasi finansial menjadi sangat penting. Literasi ini meliputi kemampuan mengelola uang, memahami utang, dan membuat keputusan finansial yang rasional. Gen Z harus dibekali pengetahuan dasar tentang keuangan sejak dini, sehingga mereka mampu membuat anggaran, menabung, dan menilai kebutuhan vs keinginan dengan bijak. Dengan literasi yang baik, mereka bisa menghindari jebakan konsumtif dan utang yang tidak perlu.
Meningkatkan Literasi Finansial di Kalangan Gen Z
Beberapa langkah untuk meningkatkan literasi finansial Gen Z meliputi:
Pendidikan Finansial di Sekolah: Literasi finansial harus menjadi bagian dari kurikulum sekolah untuk memberi bekal dasar pengelolaan uang.
Platform Digital: Aplikasi dan kursus online dapat dimanfaatkan untuk mengajarkan keterampilan finansial melalui teknologi yang akrab bagi Gen Z.
Kampanye Sosial: Influencer dan kampanye digital perlu mempromosikan kebiasaan finansial sehat.
Pelatihan Praktis: Seminar dan pelatihan pengelolaan keuangan harus diadakan oleh pemerintah dan lembaga keuangan untuk melatih keterampilan praktis.
Akhir kata, literasi finansial adalah benteng penting yang mampu melindungi Gen Z dari doom spending. Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan uang, mereka dapat menjaga stabilitas finansial dan menghindari jebakan konsumsi impulsif. Upaya peningkatan literasi finansial akan memberikan dampak jangka panjang yang positif, tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi kesejahteraan ekonomi generasi masa depan.
