Konten dari Pengguna

Menyuburkan Imajinasi dan Kreativitas Anak Melalui Dongeng

Zakiya Hidayatus Shofiyana Azzahroh

Zakiya Hidayatus Shofiyana Azzahroh

Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Zakiya Hidayatus Shofiyana Azzahroh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Komunitas Read Aloud membacakan dongeng di Weekend Seru Festival Hari Anak (FHA) 2022 di Taman Anggrek, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Sabtu (30/7/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Komunitas Read Aloud membacakan dongeng di Weekend Seru Festival Hari Anak (FHA) 2022 di Taman Anggrek, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Sabtu (30/7/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Mendongeng merupakan penuturan suatu kisah, pengalaman ataupun kejadian-kejadian secara lisan dengan gerakan tubuh. Menurut KBBI, dongeng dapat diartikan sebagai cerita yang tidak benar-benar terjadi. Menurut (Bachri, 2005;10), mendongeng adalah menuturkan sesuatu yang mengisahkan tentang perbuatan atau kejadian dan disampaikan secara lisan dengan tujuan membagikan pengalaman dan pengetahuan kepada orang lain.

Sejak zaman dahulu, mendongeng sudah menjadi hal yang wajar sebagai pengantar tidur. Orang tua biasanya akan mendongeng kepada anaknya tentang cerita-cerita fiksi ataupun kisah-kisah zaman dahulu agar anak tersebut dapat tertidur dengan mendengar dongeng tersebut. Tak dipungkiri, hingga saat ini dongeng masih ada. Namun, seiring berkembangnya zaman, dongeng sangat jarang disampaikan dengan tujuan untuk pengantar tidur.

Mendongeng bertujuan untuk membentuk karakter dan kreativitas anak ketika mendengarkan sebuah dongeng. Asfandiyar (2007) menyatakan bahwa, dongeng merupakan salah satu cara efektif untuk mengembangkan aspek kognitif (pengetahuan), afektif (perasaan), sosial, dan aspek konatif (penghayatan) anak-anak. Selain bertujuan dalam pembentukan karakter hingga menumbuhkan kreativitas pada anak, mendongeng juga bertujuan sebagai hiburan.

Dongeng-dongeng yang diceritakan ataupun diperkenalkan kepada anak-anak akan membuatnya menjadi berpikir secara tidak sadar. Dari cerita dongeng yang menarik, anak-anak akan tertarik dan memulai bermain dengan imajinasinya. Contohnya dalam dongeng hewan, di dalam dongeng tersebut hewan di buat dapat berbicara layaknya seperti manusia.

Di dalam dunia nyata, hewan pasti tidak dapat berbicara layaknya manusia. Dengan begitu, otak akan membayangkan hal-hal yang belum pernah dilihat. Oleh karena itu, anak-anak akan membayangkan bagaimana hal tersebut dapat terjadi dan mereka akan memiliki imajinasi-imajinasi sesuai dengan diri mereka sendiri. Dengan begitu, secara perlahan daya imajinasi anak akan semakin meningkat.

Mendongeng dapat menumbuhkan dan meningkatkan imajinasi anak. Dengan adanya daya imajinasi yang tinggi, dapat menjadi akar untuk memunculkan kreativitas pada anak.

Adapun metode yang dapat dilakukan adalah metode pembelajaran. Guru dapat menyuruh para muridnya untuk membawa alat sederhana mendongeng seperti, boneka kecil.

Guru akan memberikan contoh dongeng kepada muridnya, kemudian murid akan mengulangnya. Anak-anak tidak akan mengulangnya secara persis, dengan begitu mereka akan berpikir dan berimajinasi lebih tentang dongeng tersebut. Mereka akan berkreativitas dengan imajinasi-imajinasi yang mereka ciptakan.

Pada dasarnya, untuk mendidik anak dapat dilakukan melalui hal-hal yang menyenangkan. Anak-anak cenderung bosan saat mereka mendapat didikan dengan cara yang membosankan. Oleh karena itu, butuh upaya yang tepat dalam mendidik anak-anak, salah satunya dengan cara mendongeng.