Kerjasama Muhammadiyah dan Pemprov Sumbar: Saling Menolong dalam Kebaikan

Ketua PWM Sumbar 2015-2022, 2000-2005. Rektor UMSB-UM Sumbar 2005-2013. Komisaris PT Semen Padang 2005-2015. DPRD Prov Sumbar 1992-1999. Dosen IAIN-UIN IB 1985-2018. Dosen Pascasarjana UM Sumbar sd sekarang.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari shofwan karim tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Oleh Shofwan Karim
(Pengamat, Dosen Pascasarjana UM Sumbar)
Gubernur Buya Mahyeldi Ansharullah (BMA) menjamu Muhammadiyah Sumbar Sabtu (24/05/2025) di Aula Istana Sudirman. Bertajuk Pengkajian Pimpinan Muhammadiyah Tingkat Wilayah bekerjasama dengan Pemprov Sumbar dan mengundang pejabat Eselon II di lingkungan Pemprov. Di forum itu dibahas Implementasi ABS dan SBK, Perspektif Wisata Halal Sumatera Barat .
Tiga hari setelah jamuan tadi, Selasa, (27/5/2025), Gerak Cepat (Gercep) diadakan. Tindaklanjut, rapat membahas peluang kerja sama strategis antara kedua lembaga dalam rangka memperkuat pembangunan di daerah.
Gub BMA seakan didorong Al-Quran mengajarkan pentingnya bekerjasama dalam hal kebaikan dan taqwa. Bukan hanya sekadar perintah apalagi pencitraan tetapi menjadi filosofi kepemimpinan untuk memberi aura fondasi hidup dalam menjalankan pemerintahan dan pembinaan masyarakat yang harmonis dan berkesinambungan.
Ayat-ayat Al-Quran, khususnya Surat Al-Maidah ayat 2, menegaskan bahwa kita wajibsaling membantu dalam kebaikan dan ketakwaan, serta menghindari kerjasama dalamperbuatan dosa dan pelanggaran.
Dari rapat seperti disebut pada intro di atas, menurut sumber yang akurat, akan dilakukankerja sama antara Pemprov dan Muhammadiyah yang akan menjadi program konkret antaraDinas, Lembaga, dan Badan yang terkait dengan program kerja (Progja) Muhammadiyah sebagai tercermin dari Keputusan Musyawarah Wilayah Muhammadiyah Desember 2022. Dan Muhammadiyah sendiri mempunyai Majelis, Lembaga dan Badan (MLB) yang melaksanakan Progja. Tentu saja siap untuk kerjasama ini.
Tergambar secara kasat pikiran dan asumsi, bahwa pada dasarnya nanti setelah Perjanjian/Program Kerja Sama (PKS) ini ditandatangani maka eksekusi-pelaksanaanagenda program tindak lanjut di lapangan dilakukan oleh MLB Muhammadiyah dan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD).
Bila ini terwujud, maka dapat dilihat bahwa Pemprov dan Muhammadiyah merupakan contoh awal PKS Pemprov dengan salah satu Ormas.
Apakah Gub BMA akan mendisain PKS serupa dengan ormas lain seperti Nahdhatul Ulma (NU), Tarbiyah Islamiyah-Perti, Tarikat Satariyah dan Tarikat Naksabandiyah? Atau denganMUI, LKAAM, Bundo Kandung, KAN dan seterusnya?
Boleh jadi Gub BMA mempunyai cara sendiri terhadap Muhammadiyah? Dalam hal iniwalaupun labelnya ormas keagamaan tetapi Muhammadiyah menggesa program pembangunan dalam berbagai bidang.
Muhammadiyah sejak didirikan 18 November 1912 M-8 Zulhijjah 1330 H bergerak di lima (5) ranah-domain amaliah. Kelimanya adalah: (1) Gerakan Dakwah Amar Maruf Nahi Munkar: memperkokoh tauhid dan Ibadah. (2) Gerakan sosial: Panti Asuhan dan santunankemanusiaan ; (3) Gerakan Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dari pra sekolah sampaiPascasarjana dan Kebudayaan, Seni dan Olahraga, Pemuda dan Mahasiswa denganKepanduan Hizbul Wathan. Ada ribuan sekolah, ratusan sekolah menengah, madrasah dan pesantren; (4) Gerakan peningkatan kualitas hidup dan Kesehatan dengan ratusan Rumah Sakit dan klinik; (5) Gerakan ekonomi, pertanian, UMKM dan kewirausahaan.
Secara lokus, Muhammadiyah Sumbar mempunyai (mereka menyebutnya amal usaha) perlu mengedepankan kepada Pemprov apa saja yang menjadi tujuan dan target atausasaran kerjasama ini.
Menyimak kepada amal usaha Muhammadiyah Sumbar sejak 100 tahun lalu (resminyaberdiri Muhammadiyah di Minangkabau 25 Mei 1925) selalu fluktuatif. MLB Muhammadiyah kini, dari tingkat provinsi sampai ke Kota dan Kabupaten ada 22 (dua puluh dua unit-satuankerja). Itu didukung oleh 7 (tujuh) organisasi otonom sayap utama Muhammadiyah.
Walapun dalam hal kuantitatif sudah berkembang sedemikian rupa. Akan tetapi pengaruhsejarah lokal, nasional dan perkembangan eko sosial, politik, ekonomi dan kebudayaan turutmenjadi rajutan utama Muhammadiyah dan Sumbar secara menyeluruh. Tentu saja inisemua turut menjadi faktor pendorong dan hal-hal yang dipertimbangkan untuk PKS ini. Semoga terwujud. ***
