Sistem Informasi di Balik Efisiensi Gojek dan Tokopedia
Tulisan dari Sholikatu Izza tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap kali pengguna memesan makanan lewat Gojek atau mencari barang di Tokopedia, ada banyak proses yang terjadi di balik layar. Pesanan harus diproses, pembayaran dicatat, informasi diperbarui, hingga layanan disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Semua proses tersebut tidak mungkin berjalan hanya dengan pekerjaan manual. Di sinilah sistem informasi memiliki peran penting.
Sederhananya, sistem informasi membantu perusahaan mengelola berbagai data agar pekerjaan bisa berjalan lebih cepat dan teratur. Pada perusahaan digital seperti Gojek dan Tokopedia, data menjadi salah satu bagian penting dalam menjalankan layanan dalam skala besar.
Data yang terkumpul bukan cuma disimpan. Perusahaan bisa memakainya untuk melihat apa yang sedang terjadi di bisnis, mulai dari kebiasaan konsumen hingga layanan yang paling banyak digunakan.
Bukan Sekadar Aplikasi untuk Pesan dan Belanja
Gojek dikenal melalui berbagai layanan berbasis permintaan, seperti transportasi dan pesan-antar makanan. Sementara itu, Tokopedia mempertemukan penjual dan pembeli melalui platform e-commerce. Di balik layanan tersebut, ada sistem yang bekerja mengatur banyak aktivitas hampir secara bersamaan.
Ketika pengguna melakukan pemesanan, misalnya, sistem harus menerima informasi pesanan, memproses pembayaran, mencatat transaksi, serta meneruskan informasi yang diperlukan kepada pihak terkait. Proses yang cepat dan terintegrasi membuat pengguna tidak perlu menunggu proses administrasi secara manual.
Hal yang sama berlaku pada Tokopedia. Data mengenai produk, transaksi, pembayaran, penjual, dan pembeli perlu dikelola secara terstruktur agar aktivitas di dalam platform dapat berjalan dengan baik.
Data Membantu Perusahaan Mengambil Keputusan
Data yang terkumpul bukan cuma disimpan. Perusahaan bisa memakainya untuk melihat apa yang sedang terjadi di bisnis mereka.
Data transaksi dapat memberikan gambaran mengenai layanan yang banyak digunakan, waktu transaksi yang ramai, hingga perubahan perilaku konsumen. Informasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan perusahaan ketika menentukan strategi bisnis, mengembangkan produk, atau melakukan efisiensi biaya.
Skala bisnis GoTo, yang menaungi Gojek dan memiliki hubungan dengan bisnis Tokopedia, menunjukkan mengapa pengelolaan data menjadi penting. Dalam laporan kinerja 2024, GoTo mencatat total Gross Transaction Value (GTV) sebesar Rp519,8 triliun, naik 29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. GTV inti juga tumbuh 58 persen menjadi Rp268,2 triliun.
Besarnya angka tersebut juga menunjukkan betapa banyak aktivitas yang harus ditangani oleh sistem digital di belakangnya. Semakin besar transaksi, semakin penting pula perusahaan memiliki sistem yang mampu mengelola informasi secara cepat dan teratur.
Membantu Efisiensi Operasional
Ketika membahas efisiensi, bukan berarti perusahaan harus mengurangi jumlah pekerja. Dalam bisnis digital, efisiensi juga berarti bagaimana perusahaan dapat menjalankan lebih banyak aktivitas dengan proses yang lebih teratur, cepat, dan tepat.
Sistem informasi membantu mengurangi pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan proses manual. Informasi transaksi dapat tercatat secara otomatis, data dapat diperbarui secara cepat, dan berbagai bagian bisnis dapat menggunakan informasi yang sama untuk kebutuhan operasional.
GoTo sendiri melaporkan bahwa beban kas rutin tetap turun 3 persen sepanjang 2024. Pada tahun yang sama, EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp386 miliar, berbalik dari rugi Rp2,3 triliun pada 2023. Perusahaan menyebut peningkatan tersebut didukung oleh pertumbuhan pendapatan dan efisiensi biaya.
Meski begitu, teknologi tentu bukan satu-satunya faktor yang menentukan hasil bisnis. Namun, sistem digital menjadi salah satu infrastruktur yang memungkinkan perusahaan mengelola aktivitas dalam jumlah besar secara lebih efisien.
Gojek dan Tokopedia Menghadapi Data dalam Jumlah Besar
Bayangkan jika setiap transaksi harus diperiksa dan dicatat satu per satu oleh manusia. Ketika jumlah transaksi sudah mencapai skala yang sangat besar, cara tersebut tentu tidak praktis.
Sistem informasi memungkinkan proses pengumpulan dan pengolahan data dilakukan secara otomatis. Data tersebut kemudian dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pemantauan transaksi hingga melihat perkembangan penggunaan layanan.
Pada 2024, pengguna yang bertransaksi secara bulanan di ekosistem GoTo tumbuh 16 persen sepanjang tahun. Di sisi financial technology, Monthly Transacting Users meningkat 35 persen menjadi 20,2 juta.
Semakin banyak pengguna, semakin besar pula data yang harus ditangani oleh sistem. Jika sistem tidak mampu mengikuti pertumbuhan aktivitas pengguna, proses transaksi dapat menjadi lebih lambat dan pengalaman pengguna bisa terganggu.
Efisiensi Juga Berhubungan dengan Biaya
Teknologi juga bisa membantu perusahaan menekan biaya operasional. Teknologi memungkinkan perusahaan melihat proses mana yang membutuhkan sumber daya lebih besar dan bagian mana yang dapat dibuat lebih efisien.
GoTo, misalnya, mengumumkan kontrak layanan cloud dengan Alibaba dan Tencent pada September 2024. Perusahaan menyatakan migrasi tersebut ditargetkan mengurangi biaya cloud lebih dari 50 persen dibandingkan tingkat biaya sebelum migrasi, dengan dampak finansial mulai direalisasikan pada kuartal IV 2025.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa sistem informasi bukan hanya soal aplikasi yang terlihat oleh pengguna. Infrastruktur di belakangnya juga menjadi bagian dari strategi efisiensi perusahaan.
Teknologi Tetap Membutuhkan Pengelolaan Manusia
Walaupun sistem informasi dapat mengolah data dengan cepat, keputusan bisnis tetap membutuhkan manusia. Pada akhirnya, data tetap menjadi bahan yang membantu manusia menentukan keputusan. Perusahaan tetap harus menentukan strategi berdasarkan kondisi pasar, kebutuhan konsumen, biaya, serta tujuan bisnis.
Karena itu, keberhasilan Gojek dan Tokopedia tidak hanya bergantung pada kecanggihan aplikasi. Ada kombinasi antara teknologi, data, sumber daya manusia, strategi bisnis, dan kemampuan perusahaan dalam merespons perubahan perilaku konsumen.
Pada akhirnya, sistem informasi bekerja seperti “mesin belakang layar” yang membantu bisnis berjalan lebih teratur. Pengguna mungkin hanya melihat proses ketika memesan makanan, mencari produk, atau melakukan pembayaran. Namun, di balik aktivitas sederhana tersebut terdapat berbagai proses pengolahan informasi.
Besarnya nilai transaksi GoTo pada 2024 memperlihatkan bahwa sistem digital harus mampu mendukung aktivitas bisnis dalam skala besar. Dengan data yang dikelola dengan baik, perusahaan bisa lebih mudah melihat kondisi bisnis dan menentukan langkah berikutnya, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengambil keputusan berdasarkan data.
Itulah alasan sistem informasi menjadi bagian penting dalam bisnis digital. Bukan hanya untuk membuat aplikasi terlihat canggih, tetapi untuk memastikan proses bisnis di belakang layar dapat terus berjalan ketika jumlah pengguna dan transaksi semakin besar.
Disusun Oleh : Sholikatu Izza dan Salwa Maulida
Dosen Pengampu : Yossy Wahyu Indrawan, S.E., M.M.

