5 Kegiatan Anak-Anak yang Tak Perlu Dilarang Orang Tua

Cara cermat dan hemat belanja online. Dapatkan tambahan cashback hingga 40% setiap Anda belanja di lebih dari 140 toko online ternama melalui ShopBack, seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, MatahariMall, Zalora, Tiket.com, Groupon, Uber, dan masih banyak lagi. Cashback yang Anda dapat bisa digabungkan dengan promo, voucher, kupon, dan diskon yang diberikan toko online. Cashback yang Anda dapat juga bisa dicairkan dalam bentuk uang cash ke dalam rekening bank Anda. Belanja Cermat dan Hemat? ShopBack-in Aja! Kunjungi www.shopback.co.id
Tulisan dari SHOPBACK.CO.ID tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Setiap orang tua pasti memiliki gaya mengasuh yang berbeda-beda. Ada orang tua yang protektif terhadap anaknya dengan memberikan larangan ini itu dengan pertimbangan tertentu, namun ada juga orang tua yang membebaskan anak-anaknya untuk mengeksplorasi berbagai hal.
Biasanya, orang tua yang terlalu membatasi anaknya membuat sang anak untuk menjadi kurang berani untuk mengambil keputusan karena takut salah dan takut mendapatkan omelan dari orang tua.
Ada baiknya, sejak kecil, sedikit kendorkan batasan terhadap kreativitas, imajinasi dan juga ekspresi serta daya eksplorasi anak dengan mendukungnya bermain permainan yang menyenangkan dan pantas seusianya. Tentunya, tidak dilepas begitu saja, tetap dalam pengawasan juga untuk memastikan keamanan sang buah hati.
Nah, ini dia 5 kegiatan anak-anak yang tak perlu kamu khawatirkan dan tak perlu dilarang.
Bermain hujan
Main hujan-hujanan adalah hal yang paling menggoda untuk anak-anak namun menjadi kegiatan yang selalu dilarang oleh sang orang tua. Padahal, main hujan-hujanan merupakan kegiatan yang menyenangkan untuk sang anak. Tak ada salahnya untuk sesekali mengizinkannya bermain hujan, namun hindari mengizinkannya bermain hujan di awal musim hujan karena daya tahan tubuh yang rendah saat peralihan musim tersebut. Bermain hujan pada saat hujan deras pada dasarnya lebih baik dibandingkan bermain hujan pada saat gerimis karena kadar asam yang tinggi. Selain itu, setelah bermain hujan, pastikan kamu mengarahkan sang buah hati untuk langsung mandi dan keramas dengan air hangat untuk membuat suhu tubuhnya tetap stabil.
Pasalnya, bukan melarang sang anak untuk tidak bermain hujan, namun, arahnya sang anak tersebut untuk bermain hujan yang aman.
Bermain kotor-kotoran
Kalau anak laki-laki suka bermain kotor-kotoran saat bermain bola, anak perempuan juga terkadang hobi bermain kotor-kotoran saat bermain pasir atau lari-larian di lapangan. Yang terpenting bukannya melarang sang anak untuk tidak bermain kotor-kotoran, namun mengajarkannya untuk mencuci tangan dan mandi yang bersih setelah bermain kotor tersebut.
Selain itu, tak ada salahnya juga untuk mengajak sang anak sesekali untuk bermain lumpur langsung di sawah. Ajaklah ia ke tempat outbond untuk bermain di kolam lumpur buatan. Dengan begitu, sang anak akan belajar untuk lebih berani dan juga mandiri.
Bermain layangan
Kulit terbakar sinar matahari, tangan terluka kena benang layangan dan mata perih terkena debu biasanya alasan utama orang tua melarang anak-anaknya untuk bermain layangan. Solusi hal tersebut bukanlah melarang sang anak untuk bermain layangan, namun mengajarkannya untuk menggunakan sunblock sebelum bermain di bawah terik matahari, menggunakan kacamata hitam agar tidak kontak langsung dengan cahaya matahari atau bahkan menggunakan sapu tangan atau sarung tangan saat bermain atau bahkan menggunakan baju tangan panjang. Dengan begitu, kamu tak perlu khawatir lagi saat sang anak bermain layangan, kan?
Klik disini untuk baca selengkapnya!
