Inovasi KKN Undip: Merapikan Pojok Baca Lewat Klasifikasi Warna

Mahasiswa S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Diponegoro
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Krissia Tuntyana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dukung SDGs 4, Mahasiswa KKN Undip Ajak Siswa Kelas 3 Mandiri Mengelola Pojok Baca Lewat Metode Stiker Interaktif

DESA KEPRABON – Menumbuhkan kebiasaan literasi sejak dini membutuhkan lingkungan belajar dan pojok baca yang terstruktur serta menyenangkan. Mendukung pilar ke-4 Sustainable Development Goals (SDGs) mengenai Pendidikan Berkualitas, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) menggelar program edukasi bagi siswa kelas 3 di SDN 1 Keprabon.
Sebuah inovasi menarik dihadirkan di SDN 1 Keprabon melalui program "Sosialisasi Klasifikasi Warna Buku di Pojok Baca" yang dilaksanakan pada hari Rabu, 29 Juli 2026. Program ini merupakan kegiatan sosial masyarakat yang digagas oleh Krissia Tuntyana, salah satu mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Diponegoro (Undip) dalam rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sasarannya adalah 12 siswa kelas 3 yang diajak bermain sambil belajar mengelompokkan jenis buku.
Antusiasme siswa sudah terlihat sejak awal kegiatan. Berdasarkan kuesioner pre-test yang diberikan sebelum materi, 11 dari 12 siswa menyatakan "sangat siap" untuk memulai misi mengelompokkan buku, sementara satu siswa mengaku masih sedikit malu-malu.
Menariknya, meski 7 siswa mengaku sudah pernah melihat stiker warna-warni pada buku perpustakaan, pemahaman mereka mengenai fungsi stiker tersebut masih beragam. Sebanyak tujuh siswa beranggapan bahwa stiker tersebut dipasang agar buku tidak hilang, satu siswa menjawab agar buku terlihat cantik, dan baru empat siswa yang menjawab dengan tepat fungsi utamanya: agar buku mudah ditaruh kembali di rak yang benar.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Undip memperkenalkan empat kode warna stiker yang disesuaikan khusus untuk koleksi pojok baca. Keempat pengelompokan tersebut meliputi stiker Kuning untuk kelompok buku Sastra dan Dongeng, stiker Hijau untuk kategori buku Agama dan Kisah Nabi, stiker Pink untuk kelompok buku Sains dan Pengetahuan, serta stiker Putih yang menandakan kelompok buku Kesenian dan Olahraga.
Untuk mengukur tingkat pemahaman siswa, mahasiswa memberikan lembar post-test interaktif di akhir sesi. Siswa diminta menarik garis untuk mencocokkan stiker warna dengan kategori bukunya. Hasilnya, 3 siswa berhasil menyelesaikan tantangan dengan pemahaman yang sempurna dan benar di semua kategori.
Meskipun pengelompokan warna Putih dan Pink masih menjadi tantangan belajar bagi sebagian siswa, proses ini dinilai sebagai langkah awal yang wajar dan positif dalam pengenalan literasi informasi. Di sisi lain, warna Kuning dan Hijau terbukti menjadi kategori yang paling mudah dan cepat dipahami oleh anak-anak, dibuktikan dengan minimnya angka kesalahan pada dua kategori tersebut.
Menyadari bahwa pembentukan kebiasaan literasi memerlukan proses yang berkelanjutan, mahasiswa KKN tidak berhenti pada sesi sosialisasi saja. Sebagai luaran program dan sarana penguatan materi, mahasiswa menyiapkan sebuah video penjelasan ulang yang menarik mengenai keempat klasifikasi warna tersebut. Video ini nantinya dapat diputar kembali oleh pihak sekolah agar siswa bisa lebih memahami sistem klasifikasinya.
Ke depannya, dengan adanya pembiasaan lewat stiker warna dan dukungan luaran video edukatif ini, siswa kelas 3 SDN 1 Keprabon diharapkan dapat lebih mandiri dalam menjaga kerapian Pojok Baca mereka. Sebuah langkah kecil yang bermakna besar bagi terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan kecintaan anak pada dunia literasi.
