Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN UGM Sosialisasikan Pemanfaatan Serai Melalui Spray Anti Nyamuk

Sifa Alifatika Sopiyan

Sifa Alifatika Sopiyan

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sifa Alifatika Sopiyan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sosialisasi Pencegahan DBD dan Malaria dengan Spray Anti Nyamuk Alami dari Serai Wangi serta Potensi Usaha Lokal yang Ramah Lingkungan

Hasil Produk dan Leaflet Spray Anti Nyamuk Alami dari Serai Wangi untuk Cegah DBD dan Malaria
zoom-in-whitePerbesar
Hasil Produk dan Leaflet Spray Anti Nyamuk Alami dari Serai Wangi untuk Cegah DBD dan Malaria

Desa Puncak, Cigugur, Kabupaten Kuningan (13/08/2024) – Mahasiswa KKN UGM 2024 mengadakan sosialisasi dan workshop pemanfaatan serai wangi sebagai solusi alami untuk mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD) dan malaria melalui pembuatan spray anti nyamuk. Program ini juga membuka peluang usaha lokal yang berbasis sumber daya alam setempat, dengan memanfaatkan serai wangi yang mengandung citronella.

Acara yang berlangsung di Balai Desa Puncak ini dihadiri oleh perwakilan ibu PKK dari enam dusun di desa. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya nyamuk sebagai vektor penyakit DBD dan malaria, serta memberikan solusi praktis dalam bentuk produk alami yang aman dan efektif, yaitu spray anti nyamuk berbahan dasar serai wangi.

Kegiatan ini terdiri dari beberapa sesi yang dijalankan secara bertahap:

Sesi pertama adalah Sosialisasi Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria yang membahas perbedaan gejala, pencegahan, dan penanganan kedua penyakit tersebut. Mahasiswa KKN menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama mencegah genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti dan Anopheles, penyebab DBD dan malaria serta menekankan perlunya mengenali tanda-tanda awal kedua penyakit ini agar bisa segera mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Sosialisasi Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria

Sesi kedua adalah optimalisasi potensi serai wangi. Pada sesi ini, ibu PKK diperkenalkan dengan tanaman serai wangi atau serai merah, termasuk perbedaan antara serai wangi dan serai biasa yang digunakan untuk masak. Diskusi meliputi potensi pengembangan serai wangi, keunggulannya, dan tantangan dalam budidayanya. Selain itu, dijelaskan pula cara mengolah serai wangi menjadi produk bernilai ekonomi, seperti spray anti nyamuk. Sesi ini dilanjutkan dengan workshop pembuatan spray anti nyamuk dari serai wangi. Dimana, mahasiswa KKN mempraktekkan secara langsung cara membuat spray anti nyamuk dari serai wangi. Langkah-langkah pembuatannya dijelaskan secara detail, mulai dari persiapan bahan, proses pembuatan, hingga pengemasan produk.

Sosialisasi Pemanfaatan Serai Wangi sebagai Spray Anti-Nyamuk

Mengapa Serai Wangi?

Serai wangi dipilih sebagai bahan utama dalam pembuatan spray anti nyamuk karena kandungan senyawa aktifnya, yaitu sitronelal, geraniol, dan sitronelol atau biasa disebut citronella oil, yang bersifat anti nyamuk, antiseptik, antijamur, dan antimikroba. Senyawa-senyawa ini bekerja dengan menutupi aroma yang menarik nyamuk, sehingga mengganggu kemampuan nyamuk dalam menemukan manusia. Selain itu, serai wangi mudah ditemukan dan merupakan bahan alami yang aman digunakan, bahkan untuk kulit sensitif.

Proses Pembuatan Spray Anti Nyamuk dari Serai Wangi

Pada sesi workshop, para peserta diajarkan cara membuat spray anti nyamuk dari serai wangi dengan menggunakan bahan dan alat sederhana yang mudah didapatkan. Hanya tiga bahan yang diperlukan, yaitu serai wangi, air, dan alkohol 70%. Sedangkan, langkah-langkah pembuatannya meliputi:

  1. Mengupas dan membersihkan serai.

  2. Memotong kecil-kecil batang serai.

  3. Merebus serai dengan air dalam perbandingan 1:3 selama 30 menit.

  4. Menyaring air rebusan dan mencampurkannya dengan alkoholl 70% dalam perbandingan 3:1.

  5. Mengemas campuran tersebut ke dalam botol spray.

Selain sosialisasi dan workshop, kegiatan ini juga memberikan wawasan tentang peluang usaha berbasis serai wangi. Mahasiswa KKN UGM mengajak ibu-ibu PKK untuk melihat potensi ekonomi dari produksi spray anti nyamuk ini, yang tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. Respon dari para peserta sangat positif, dengan banyak yang tertarik mencoba membuat spray sendiri di rumah. Para ibu PKK di Desa Puncak melihat ini sebagai peluang usaha yang tidak hanya mengurangi ketergantungan pada produk kimia yang beredar di pasaran, tetapi juga lebih ramah lingkungan.

Sebagai penutup acara, mahasiswa KKN membagikan bibit serai wangi kepada para peserta. Bibit ini diharapkan dapat menjadi awal bagi masyarakat untuk mulai membudidayakan serai wangi di pekarangan rumah mereka sendiri. Selain itu, dibagikan juga booklet edukasi yang berisi informasi tentang DBD, malaria, funfact serai wangi, dan panduan pembuatan spray anti nyamuk juga dibagikan sebagai bahan referensi yang bisa dipelajari lebih lanjut di rumah.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Puncak semakin sadar akan pentingnya menggunakan produk alami dan memanfaatkan sumber daya lokal untuk melindungi diri dari ancaman DBD dan malaria. Selain itu, pengembangan produk berbasis serai wangi ini diharapkan dapat menjadi alternatif usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.