Konten dari Pengguna

Dari Kelas Ke Kreativitas : Persembahan Seni Dalam Bingkai Akademik

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Shifa Ullinafi Nurjuliharti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi Oleh: Shifa Ullinafi (Mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman)
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Oleh: Shifa Ullinafi (Mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman)

Saya terpaku pada kilatan cahaya semangat para lakon cerita Roro Jonggrang yang dibawakan oleh mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris, Univeristas Jenderal Soedirman

Di tengah hiruk-pikuk tugas perkuliahan, presentasi, dan tuntutan akademik yang padat , ternyata ada ruang kecil untuk berekspresi.

Bukan sekedar hiburan belaka, ternyata mereka yang disebut "makhluk akademis" memiliki perannya lewat seni pertunjukan drama Roro Jonggrang dimana cinta, tuntutan, dan siasat berbaur menjadi tragedi.

Ini juga menjadi cerminan tersendiri sebagai mahasiswa. Ketika cerita disajikan, penulis naskah Roro Jonggrang sebagai simbol tekanan dan tuntutan tinggi karena ia berperan dalam kendali besar.

Tetapi seni adalah kebebasan untuk menjelajah identitas, berproses, atau sekedar bernapas di tengah tekanan akademik. Dan mereka membuktikan bahwa Kampus bukan hanya tempat untuk berpikir tetapi juga tempat membentuk gagasan dengan cara yang paling manusiawi lewat pertunjukan.

Dari ruang kelas ke panggung ekspresi, pertunjukan tak hanya memperkaya akademik, tapi juga memanusiakan proses belajar itu sendiri.