Konten dari Pengguna

Mengapa Gen Z Takut Mengangkat Telepon?

Sumber: AI
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: AI

Di era komunikasi digital, mengirim pesan singkat sering kali menjadi pilihan utama dibandingkan melakukan panggilan telepon. Bagi sebagian Generasi Z, menerima atau mengangkat telepon justru menjadi situasi yang membuat tidak nyaman. Bahkan, tidak sedikit yang lebih memilih membalas dengan pesan atau menunggu panggilan berhenti sebelum menghubungi kembali melalui chat.

Fenomena ini bukan berarti Gen Z tidak mampu berkomunikasi. Sebaliknya, mereka tumbuh di lingkungan yang sejak awal terbiasa menggunakan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp, LINE, Telegram, hingga media sosial. Komunikasi melalui teks dianggap lebih praktis karena memberikan waktu untuk berpikir sebelum merespons, berbeda dengan panggilan telepon yang menuntut jawaban secara langsung.

Salah satu alasan yang membuat Gen Z enggan mengangkat telepon adalah rasa cemas terhadap percakapan yang tidak terduga. Saat telepon berdering, mereka tidak mengetahui tujuan panggilan, siapa yang akan berbicara, atau informasi apa yang akan disampaikan. Ketidakpastian tersebut dapat memicu rasa gugup, terutama jika panggilan berasal dari nomor yang tidak dikenal.

Selain itu, komunikasi melalui telepon sering dianggap lebih menekan karena tidak memberikan kesempatan untuk menyusun jawaban. Dalam percakapan langsung, seseorang dituntut merespons secara spontan. Bagi sebagian orang, kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan salah bicara, terbata-bata, atau memberikan jawaban yang kurang tepat.

Kebiasaan menggunakan pesan teks juga mengubah cara berkomunikasi. Melalui chat, seseorang dapat mengedit kalimat sebelum dikirim, menggunakan emoji untuk memperjelas maksud, atau membaca ulang pesan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Fitur-fitur tersebut tidak tersedia saat berbicara melalui telepon, sehingga sebagian Gen Z merasa lebih nyaman menyampaikan sesuatu secara tertulis.

Di sisi lain, meningkatnya kasus penipuan melalui panggilan telepon membuat banyak orang menjadi lebih waspada. Panggilan dari nomor asing sering kali diabaikan karena dikhawatirkan berkaitan dengan penawaran yang tidak diinginkan atau upaya penipuan. Kebiasaan ini akhirnya membuat banyak orang terbiasa tidak langsung mengangkat telepon, meskipun panggilan tersebut sebenarnya penting.

Meski demikian, kemampuan berkomunikasi melalui telepon tetap menjadi keterampilan yang dibutuhkan, terutama di dunia pendidikan maupun pekerjaan. Wawancara kerja, komunikasi dengan klien, hingga situasi darurat sering kali membutuhkan percakapan secara langsung. Oleh karena itu, membiasakan diri menerima panggilan telepon secara bertahap dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan berkomunikasi.

Pada akhirnya, kecenderungan Gen Z lebih memilih chat daripada telepon merupakan bagian dari perubahan pola komunikasi di era digital. Selama komunikasi tetap berlangsung secara efektif, tidak ada cara yang sepenuhnya benar atau salah. Namun, tetap penting untuk menjaga keseimbangan dengan melatih kemampuan berbicara secara langsung agar siap menghadapi berbagai situasi yang membutuhkan interaksi spontan.