Konten dari Pengguna

Adopsi dan Integrasi Strategi Pemasaran Rumah Sakit dari Negeri Dua Benua

Sigit Joko Nugroho

Sigit Joko Nugroho

Mahasiswa Magister Administrasi Rumah Sakit UMY

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sigit Joko Nugroho tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber : Dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : Dokumentasi pribadi

Globalisasi telah menyentuh hampir semua aspek termasuk pelayanan kesehatan. Pemanfaatan teknologi dalam pelayanan menjadi salah satu strategi rumah sakit untuk dapat bersaing dalam menarik kunjungan pasien. Hospital tourism merupakan peluang rumah sakit memberikan pelayanan bagi pasien lokal maupun internasional. Turki merupakan salah satu negara yang telah mengembangkan hospital tourism dengan memanfaatkan potensi wisata dan penerapan teknologi sebagai daya tarik kunjungan.

Salah satu penyedia layanan kesehatan terbesar di Turki adalah Medipol Hospital Group yang terdiri dari 11 rumah sakit swasta. Penerapan teknologi menjadikan Medipol sebagai rumah sakit terdepan dalam pelayanan kesehatan modern. Fasilitasnya meliputi sistem bedah robotik da Vinci, Pencitraan Resonansi Magnetik (MRI) 3-Tesla, pemindaian Tomografi Terkomputasi (CT) 1152-slice, Cyber Knife, Gamma Knife, True Beam, Halcyon, Ultrasonografi Terfokus Intensitas Tinggi (HIFU), Tomografi Emisi Positron (PET) CT, dan pencitraan Tomografi Terkomputasi Emisi Foton Tunggal (SPECT). Standar internasional telah didapatkan melalui akreditasi Joint Commission International (JCI) dan sertifikasi Healthcare Information and Management Systems Society (HIMSS).

Kesiapan dalam memberikan pelayanan bagi wisatawan dibuktikan dengan mempekerjakan 2.000 penerjemah yang mencakup 34 bahasa. Sumber daya manusia tersebut memastikan aksesibilitas komunikasi bagi pasien dari beragam latar belakang budaya dan bahasa. Target pasar internasional ditunjukkan dengan adanya 16 kantor perwakilan Medipol di seluruh dunia dan bermitra dengan lembaga internasional untuk memfasilitasi rujukan pasien. Strategi pemasaran ini menjadikan Medipol mampu bersaing dengan fasilitas rumah sakit negara lain di sekitar Turki termasuk benua Eropa.

Strategi Medipol yang dapat menjadi inspirasi pemasaran rumah sakit di Indonesia:

  1. Diferensiasi produk layanan

    Medipol memposisikan diri sebagai rumah sakit dengan teknologi terbaru dalam prosedur pembedahan. Layanan onkologinya menggunakan teknologi canggih, termasuk Cyber Knife, Gamma Knife, True Beam, dan brakiterapi. Prosedur ini dapat menangani kasus kanker kompleks yang membutuhkan terapi presisi. Operasi di Medipol yang dilakukan dengan bantuan robot menggunakan sistem da Vinci dapat menarik pasien internasional yang menginginkan prosedur minimal invasif dengan waktu pemulihan yang lebih cepat. Pasien seringkali mencari pelayanan di luar negeri yang menawarkan beragam layanan spesialis lanjutan atau dengan kekhususan.

  2. Penetapan tarif dan asuransi

    Secara demografis Turki berada di dua benua, Asia dan Eropa. Penetapan tarif yang kompetitif dibanding tarif rumah sakit di Eropa dengan fasilitas pelayanan yang tidak kalah menjadi daya tarik bagi pasien luar negeri. Meski bertaraf internasional. Medipol tetap melayani pasien lokal dengan asuransi. Kontribusi pribadi dimungkinkan jika pelayanan melebihi pertanggungan. Kerja sama dengan asuransi global turut memudahkan pasien dari luar untuk mendapatkan pelayanan berkualitas berstandar internasional.

  3. Lokasi dan kemudahan akses

    Negara di dua benua menjadikan Turki dapat menjembatani negara-negara di Asia, Asia Tengah dan Eropa. Keindahan alam dan bangunan bersejarah sebagai magnet penarik wisatawan. Strategi pembukaan 16 kantor perwakilan di seluruh dunia semakin memanjakan pasien untuk datang dan mendapatkan pelayanan sekaligus berwisata. Pasien dibantu dalam menyusun rencana perjalanan, akomodasi, pengurusan visa, selama mendapatkan perawatan sampai selesai, kebutuhan domestik selama perawatan dan perjalanan kembali pulang. Transportasi udara turut mendukung dengan menyediakan jalur penerbangan dari seluruh penjuru dunia.

  4. Strategi dan branding

    Dalam melakukan promosi, Medipol menggunakan gambaran visual fasilitas dan layanan yang disediakan. Testimoni pasien yang telah menyelesaikan perawatan dan pengalamannya menjadi strategi lain untuk menarik minat pasien untuk datang. Promosi dilakukan baik branding lokal maupun kemudahan pencarian di situs internasional termasuk dalam acara konferensi ataupun pameran hospital tourism dan brosur. Akreditasi dan sertifikasi internasional ditonjolkan sebagai salah satu cara meningkatkan kepercayaan pasien terutama dari luar Turki.

  5. Sumber daya manusia

    Salah satu kendala yang sering dihadapi dalam pelayanan kesehatan internasional adalah kendala bahasa. Medipol mengantisipasi kendala tersebut dengan menyediakan 2.000 penerjemah dengan kemampuan komunikasi 34 bahasa. Pasien dapat berkomunikasi dan mendapatkan informasi tanpa khawatir salah persepsi. Tenaga medis spesialis telah bersertifikat internasional sehingga meningkatkan kepercayaan pasien.

Berkaca dari strategi pemasaran rumah sakit Medipol Turki tersebut, masih banyak yang harus dibenahi untuk dapat mengembangkan Hospital Tourism di Indonesia. Strategi yang dapat diadopsi adalah pengembangan pelayanan yang memanfaatkan teknologi seperti robotik, gamma knife untuk tindakan bedah. Pengembangan SDM dengan membekali karyawan kemampuan bahasa asing (minimal Inggris aktif). Tantangan terbesar adalah dalam segi penetapan harga. Skema JKN tidak memungkinkan kontribusi pasien pribadi meskipun sangat diperlukan dan dengan persetujuan pasien. Saat ini hospital tourism belum menjadi wacana, meskipun pangsa pasar cukup besar, mengingat banyak destinasi wisata di Indonesia. Integrasi promosi dengan pariwisata daerah, konferensi yang diselenggarakan di Indonesia dapat membantu mengenalkan fasilitas pelayanan yang tersedia. Meskipun kecil, standarisasi pelayanan rumah sakit melalui akreditasi atau sertifikasi internasional akan meningkatkan kepercayaan pasien baik lokal maupun internasional. Minimal performa rumah sakit dapat ditingkatkan dengan tampilan dan penataan yang baik, kebersihan yang terjaga dan SDM berkualitas.