Peluang Bisnis Rumah Sakit dengan Diversifikasi Layanan Gizi

Mahasiswa Magister Administrasi Rumah Sakit UMY
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Sigit Joko Nugroho tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rumah sakit sebagai salah satu sarana pelayanan kesehatan dituntut untuk terus berkembang menyesuaikan dinamika perkembangan teknologi, perubahan regulasi dan perubahan kebutuhan pelayanan. Diversifikasi bisnis perlu dilakukan sebagai salah satu strategi agar rumah sakit memiliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan dan meningkatkan ketahanan dalam hal kemampuan keuangan.
Salah satu peluang bisnis yang bisa dilakukan rumah sakit adalah dengan melakukan diversifikasi pelayanan gizi. Instalasi gizi yang selama ini menjadi cost center bisa didorong untuk menjadi revenue center sehingga bisa meningkatkan pendapatan rumah sakit.
Instalasi gizi merupakan salah satu layanan pendukung dalam perawatan pasien di rumah sakit. Penyiapan diet makanan yang diberikan untuk pasien sedikit banyak mempengaruhi proses kesembuhan pasien. Penentuan diet sesuai assessment gizi, penyiapan makanan dan penyajian pada pasien memiliki peran dalam keberhasilan perawatan pasien di rumah sakit. Sajian makanan tentu akan membangkitkan nafsu makan pasien yang seringkali menurun karena sakit dan perawatan.
Tidak jarang pasien mengeluh karena menu dan rasa makanan yang monoton, sehingga pasien enggan menghabiskan dan bahkan tidak mau makan dan lebih memilih membeli makanan dari luar, yang belum tentu sesuai dengan diet sakitnya.
Pasien maupun keluarga pasien seringkali masih memerlukan pelayanan gizi setelah pulang dari perawatan rumah sakit untuk pemenuhan kebutuhan makanan sesuai dengan diet penyakitnya. Kondisi tersebut menjadi tantangan untuk melakukan diversifikasi layanan gizi yang memenuhi harapan pasien.
Peluang bisnis rumah sakit dengan diversifikasi layanan di instalasi gizi dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:
1. Modifikasi menu diet pasien
Nutrisionis instalasi gizi menentukan diet berdasarkan kondisi klinis masing-masing pasien. Dalam menentukan menu, variasi makanan dapat dilakukan untuk membangkitkan selera makan pasien. Konsistensi makanan seringkali harus disesuaikan dengan kondisi klinis pasien, yang kadang mempengaruhi selera makan.
Variasi menu dapat dengan pilihan sumber karbohidrat yang berbeda, misalnya nasi lembek/ bubur dapat diganti dengan bihun; protein dan sayur dapat dimasak dengan berbagai bumbu sesuai menu nusantara atau hidangan barat dengan tetap memperhatikan nutrisi dan kondisi klinis pasien. Penyajian yang menarik akan meningkatkan selera dan pasien mendapatkan asupan nutrisi yang sangat membantu kesembuhannya.
2. Penyediaan katering diet
Pada saat ini gaya hidup masyarakat mulai berubah termasuk dalam memilih makanan, terutama mendapatkan menu sehat. Menu diet sehat yang praktis tanpa harus ribet mengolah atau memasak dan masih fresh menjadi peluang untuk mengembangkan bisnis katering diet. Keberadaan nutrisionis di instalasi gizi rumah sakit yang kompeten dalam menilai, mengukur kalori serta mengolah menu variatif dan penyajian menarik menjadi modal dalam pengembangan layanan gizi rumah sakit.
Sasaran konsumen bukan hanya pasien namun dapat menyentuh keluarga pasien, karyawan rumah sakit serta masyarakat umum yang membutuhkan asupan diet sehat dan fresh.
Katering diet dapat membantu karyawan atau masyarakat yang membutuhkan diet makanan tertentu atau dengan tujuan tertentu seperti menurunkan berat badan. Penyediaan diet sehat dengan kalori dan nutrisi terukur akan sangat menarik pelanggan untuk menggunakan layanan ini.
3. Pelayanan pesan antar kantin gizi
Keluarga pasien seringkali kesulitan dalam mendapatkan makanan selama mendampingi pasien dirawat di rumah sakit. Pelayanan pesan antar makan di instalasi gizi rumah sakit akan sangat membantu dan memiliki nilai lebih karena makanan diantar langsung dengan nutrisi dan kebersihan terjamin.
Peluang bisnis lain adalah menyediakan menu fresh juice bagi pengunjung rumah sakit dengan nilai lebih pada pengolahan yang menggunakan bahan segar dan nutrisi terjamin. Pemanfaatan pojok ruang rawat jalan yang mudah diakses dapat menjadi alternatif pengunjung untuk mendapatkan minuman segar bergizi.
4. Pengembangan produk makanan/ suplemen
Pasien dengan kondisi khusus memerlukan diet khusus seperti makanan cair. Instalasi gizi rumah sakit dapat mengembangkan bisnis penyediaan diet makanan saring atau cair dengan menyesuaikan kalori dan nutrisi sesuai kondisi medis pasien. Makanan saring biasanya dibuat dari tepung beras dan diolah menjadi bubur sehingga teksturnya padat tetapi lembut, serta makanan cair yang umumnya diberikan kepada pasien dengan selang (NGT) karena tidak bisa makan melalui mulutnya, atau pasien yang sulit sekali mengunyah. Layanan ini akan memudahkan keluarga pasien untuk mendapatkan suplemen makanan yang dibutuhkan dengan mudah.
5. Konsultasi gizi
Selama ini konsultasi gizi hanya dilakukan secara aktif oleh nutrisionis untuk menentukan diet pasien yang dirawat di rumah sakit. Kesadaran masyarakat akan diet sehat menjadi peluang untuk membuka layanan konsultasi gizi rumah sakit yang menyasar pasien dan keluarga pasien rawat jalan, karyawan serta masyarakat umum.
Aplikasi konsultasi daring akan membantu pelanggan mendapatkan informasi terkait diet yang diperlukan dan poliklinik konsultasi gizi dapat meningkatkan kunjungan pasien sehat untuk mendapatkan layanan konsultasi yang lebih mendalam termasuk diskusi dalam menentukan diet sehat sesuai kondisi pelanggan. Follow up kondisi pelanggan selama dan setelah menggunakan layanan catering diet dapat dipantau melalui aplikasi konsultasi gizi sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan.
Diversifikasi bisnis di instalasi gizi merupakan peluang untuk mengembangkan pelayanan yang mampu menjadikan instalasi gizi sebagai revenue center baru di rumah sakit yang menjanjikan.
