kumparan
1 Nov 2017 4:48 WIB

Belajar Lagu Daerah Suku Sasak di Tengah Kumparan Getaway Sembalun

Kami berjalan menuju bukit Siswa. (Foto: Vander Lesnussa)
Catatan hari ke-2 di Sembalun, kami para peserta berikut tim Kumparan Getaway mengunjungi bukit Siswa di Sembalun, Lombok Timur. Banyak hal yang dapat dilakukan di sana. Panorama yang memukau membuat kami asyik menikmati sejuknya udara di sana, kami juga asyik berfoto, bercanda, bernyanyi bersama, hingga bermain paralayang.
ADVERTISEMENT
Ada sebuah hal yang menarik perhatianku, dengan ukulele yang kubawa, aku mempelajari sebuah lagu daerah asli Sasak atas arahan Bang Jung seorang pemuda asli tanah Sembalun ini.
Cinta bisa tumbuh dimana saja, terbukti dari lagu Lagu lalo ngaro ini yang menceritakan tentang sebuah kisah cinta yang tumbuh saat sedang istirahat bertani di latar sawah di kaki gunung. Diceritakan saat usai membajak sawah, datanglah seorang gadis cantik kembang desa membawakan bekal makan siang, duduk berdua di rumah tengah sawah, dalam latar sawah di kaki gunung mereka berdua saling bercanda dan tertawa, hingga akhirnya cinta bersemi di persawahan. Sungguh manis sekali
Lagu ini kami nyanyikan dengan ukulele yang kubawa, dan rekaman lagu ini menjadi backsound sebuah video yang di upload Kumparan.com, kedua juru kamera Kumparan Gerry dan Jafrianto sangat apik dalam menggambil gambar. berikut videona :
ADVERTISEMENT
“Lalo ngaro, Tengak bangket bawak gunung, Denden sampi ponggok gau beturutan, Uwah galeng mentelah momot pete balung, Inggas ngaro tarik mangan bebarengan”Penggalan lirik lagu daerah lama asli Suku Sasak.
Lagu daerah dengan judul Lalo Ngaro ini kupelajari di atas bukit Siswa, Sembalun, Lombok Timur. Dengan panorama alam yang sangat memukau, gunung Rinjani yang cantik, bukit, sawah serta lembah terlihat indah sejauh mata memandang, di sanalah Bang Jung seorang pemuda asli Sembalun mengenalkanku sebuah lagu ini.
Nada di lagu ini sangat sederhana. Aku terpukau oleh kesyahduan lagu ini. Begitu eksotisnya penggalan bahasa di lagu ini. Bagaimana bisa aku tidak mencintai Indonesia, dengan banyak sekali kebudayaan yang tersebar di seluruh Indonesia serta beragam suku, agama dan bahasa, semua bisa menyatu di dalam satu bendera sang Saka Merah Putih. Aku sangat senang mempelajari lagu daerah dari daerah itu sendiri.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan