Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di SDN Bantaran 1 Probolinggo

mahasiswa universitas muhammadiyah malang program studi akuntansi
Tulisan dari silfi legi ayuni tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Saat awal pandemi Coronavirus Disease atau covid 19 terjadi pemerintah tetap memprioritaskan pendidikan dengan banyak mempertimbangkan cara salah satunya dengan tetap melakukan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan via online, seperti zoom, google meet, video call dan lain-lain. Dengan cara itu aman dilakukan saat pandemi karena para siswa dan guru tidak bertemu cukup dengan berada di rumah masing-masing.Setelah pandemi covid 19 mulai berakhir atau sudah tidak banyak yang terpapar covid 19 maka pemerintah memberi kebijakan pada setiap daerah dan sekolah diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka.


Saat ini SDN Bantaran 1 mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan ketentuan bersyarat, seperti siswa tetap memakai masker, memakai hand sanitizer, dari kelas satu sampai kelas tiga dijadwalkan masuk pada hari kamis sampai sabtu sedangkan dari kelas empat sampai kelas enam dijadwalkan masuk pada hari senin sampai rabu, setiap kelas dari kelas satu sampai kelas enam diberlakukan hanya 50% yang masuk pagi pada pukul setengah delapan dan 50% yang masuk siang pada pukul setengah 10 sehingga di dalam kelas tetap melakukan jaga jarak antara satu anak dengan yang lainnya, siswa SDN Bantaran 1 tidak boleh membeli makanan dan minuman yang ada di sekitar sekolah sehingga siswa harus membawa bekal dari rumah. Bagi orang tua yang mengantarkan anaknya pergi sekolah, orang tua tidak boleh diperkenankan masuk ke lingkungan sekolah dan hanya boleh mengantarkan anaknya di depan gerbang dan ketika siswa pulang diharuskan langsung pulang ke rumah masing-masing.
