Bubble Wrap dan Psikologi di Balik Kesenangan Meletuskannya

Jurusan Psikologi, Universitas Brawijaya
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Silmi Sudan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah kamu merasa senang saat menghancurkan bubble wrap? Senang rasanya ketika barang yang kita pesan di toko online akhirnya sampai. Tapi ada yang lebih menyenangkan dibandingkan barang yang kamu pesan, bubble wrap. Banyak dari kita merasa terhibur dengan kegiatan menghancurkan gelembung-gelembung kecil tersebut. Suara "pop" yang dihasilkan setiap kali gelembung pecah, sensasi fisik saat menekannya, dan bahkan perasaan nostalgia yang muncul, semuanya berperan dalam menciptakan rasa kepuasan dan kegembiraan. Meskipun tampak sepele, ada alasan psikologis yang membuat aktivitas ini begitu menyenangkan. Bahkan, memencet bubble wrap memiliki manfaatnya loh!
Penelitian dan pandangan psikologi mengaitkan aktivitas memecahkan gelembung pada bubble wrap dengan pelepasan dopamin. Dopamin adalah salah satu senyawa kimia di dalam otak yang dapat meningkatkan suasana hati serta berperan dalam menyampaikan rangsangan ke seluruh tubuh yang merupakan neurotransmitter terkait dengan rasa senang dan puas. Itulah sebabnya, hormon dopamin disebut juga dengan happy hormone.
Fakta menarik lainnya, meletuskan bubble wrap juga dianggap membantu mengurangi kecemasan karena gerakannya yang berulang menciptakan efek meditatif. Seperti yang dilansir dari laman times of india, memencet bubble wrap merupakan cara yang tepat untuk meredakan stres. Sebuah penelitian bahkan menunjukkan bahwa orang yang memecahkan bubble wrap merasa lebih tenang dan fokus dibandingkan yang tidak melakukannya.
Berikut penjelasan lengkap dari manfaat psikologis yang didapatkan jika kamu meletuskan bubble wrap :
Mengurangi Stres Ketika meletuskan bubble wrap, suara dan sensasi yang dihasilkan dapat memberikan efek relaksasi terhadap tubuh kita. Aktivitas ini membantu menurunkan ketegangan dan meredakan kecemasan yang dirasakan oleh tubuh.
Membantu Fokus dan Meditasi Sederhana Meletuskan bubble wrap secara berulang dapat membantu menenangkan pikiran. Dengan begitu, meletuskan bubble wrap memungkinkan seseorang untuk fokus pada aktivitas sederhana dan menjauhkan pikiran-pikiran yang membebani.
Mengurangi Kebosanan Aktivitas ini bisa menjadi hiburan ringan dan efektif untuk mengusir rasa bosan ketika seseorang membutuhkan distraksi sejenak dari rutinitas.
Mengaktifkan Sistem Hadiah di Otak Meletuskan bubble wrap dapat memicu pelepasan dopamin, hormon yang berkaitan dengan rasa puas dan senang. Hal ini terjadi karena aktivitas tersebut dianggap sebagai bentuk pencapaian kecil yang instan.
Membantu Mengelola Emosi Beberapa orang meletuskan bubble wrap untuk melampiaskan emosi negatif, seperti marah dan frustasi. Dengan melampiaskannya, emosi negatif itu tidak merugikan orang lain ataupun lingkungan.
Bahkan, beberapa ahli menyatakan bahwa meletuskan bubble wrap lebih efektif untuk meredakan stres daripada yoga atau meditasi lainnya. Sehingga, bubble wrap disebut sebagai pereda stress paling murah di dunia!
Jika bubble wrap membantu mengurangi stres, menurut kamu apa lagi yang dapat memberikan efek serupa?
