Konten dari Pengguna

Cek Label "Made In", Ternyata Kita Dekat dengan Ekonomi Internasional

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Silvia Rahmawati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perdagangan antarnegara melalui ekspor dan impor barang dalam kehidupan sehari-hari. Sumber : Generate By AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perdagangan antarnegara melalui ekspor dan impor barang dalam kehidupan sehari-hari. Sumber : Generate By AI

Coba lihat barang yang ada di dekat kita sekarang. Ponsel, charger, tas, sepatu, bahkan gelas minum. Kalau dicek labelnya, hampir pasti ada tulisan "Made in" dengan nama negara yang berbeda-beda. Ada yang dibuat di Tiongkok, Vietnam, Jepang, atau negara lain, padahal kita membelinya di toko biasa di sini.

Hal sederhana ini sebenarnya contoh nyata ekonomi internasional.

Ekonomi internasional membahas hubungan ekonomi antarnegara, terutama kegiatan perdagangan lewat ekspor dan impor. Ekspor berarti menjual barang atau jasa ke luar negeri, sedangkan impor berarti membeli barang atau jasa dari luar negeri. Indonesia melakukan keduanya. Kita menjual hasil seperti kopi, kelapa sawit, dan produk tekstil ke negara lain, dan kita juga membeli barang yang belum bisa dibuat sendiri atau yang bahan bakunya perlu didatangkan dari luar.

Kenapa negara perlu saling berdagang? Karena tiap negara punya kelebihan yang berbeda. Ada yang kaya sumber daya alam, ada yang unggul di teknologi, ada yang tenaga kerjanya terampil di bidang tertentu. Dengan saling bertukar, kebutuhan masing-masing bisa terpenuhi dengan lebih efisien.

Bagi perusahaan, perdagangan internasional membuka peluang pasar yang lebih luas. Produk yang dibuat di Indonesia tidak hanya dijual di dalam negeri, tapi bisa sampai ke luar negeri. Di sisi lain, perusahaan juga bisa mendapatkan bahan baku atau mesin yang dibutuhkan dari negara lain.

Bagi kita sebagai konsumen, manfaatnya terasa dari banyaknya pilihan barang yang tersedia. Tidak semua produk yang kita pakai berasal dari dalam neg

eri, dan itu wajar dalam sistem perdagangan global.

Karena itu, ekonomi internasional bukan sekadar teori yang ada di buku kuliah. Ia hadir di barang-barang yang kita pakai setiap hari. Lain kali melihat label "Made in" di sebuah produk, kita bisa ingat bahwa di balik barang itu ada hubungan antarnegara yang saling terhubung.