6 Jam Bersama Palang Hitam Mengurus Mayat

Horas!
Tulisan dari Mirsan Simamora tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
6 Jam bersama Palang Hitam menjemput, memandikan, dan memakamkan jenazah.
Telephone berdering, "kring-kring," lalu petugas menjawab. Ternyata ada jenazah yang tidak punya identitas jelas harus diurus.
Pukul 08:00 WIB, saya bersama Palang Hitam bergegas menuju mobil jenazah. Seorang petugas Muhammad Yusuf menawarkan saya untuk duduk di samping sopir, tetapi saya menolak karena ingin mengambil video perjalalan dari belakang kursi sopir.
Tiba-tiba mobil berhenti untuk mengambil barang di bagian perlengkapan. Lalu kedua petugas turun, dan berkata ingin mengambil peti mati. "Mas, kita berhenti dulu mau ngambil peti mati," kata Dedi meninggalkan mobil.
"Waduh," perasahaan terkejut di dalam hati saya. Satu peti mati dimasukkan ke dalam mobil jenazah yang posisinya sangat dekat dengan saya. Saya merasa menyesal karena sebelumnya menolak tawaran untuk duduk di dekat sopir.
Kemudian kami dan peti mati pun bergerak ke RSUD Duren Sawit untuk memandikan dan memakamkan jenazah yang kabarnya telah 2 hari berada di lemari pendingin jenazah.
Saat perjalanan, tiba-tiba saya merinding karena botol minuman kemasan jatuh. Padahal saat saya masuk tidak ada satupun botol miniman yang saya lihat di dalam belakang mobil, tetapi tidak terlalu saya pedulikan.
Ternyata bukan hanya botol yang jatuh, tiba-tiba suara pintu belakang mobil bergetar di kondisi jalan yang bagus. Saya lihat ke katup mobil untuk memastikan pintu belakang terkunci dengan baik, hasilnya memang pintu mobil terkunci.
"Ini kenapa ya?," tanya saya dalam hati. Dua petugas palang hitam terlihat santai di depan, saya pun enggan berkomentar terkait kejadian tersebut.
Singkat cerita, tugas liputan khusus saya selesaikan dengan upaya maksimal. Proses memandikan di RSUD Duren Sawit saya rekam seluruhnya hingga selesai proses pengafana sampai akhirnya di makamkan di TPU Pondok Ranggon.
Semoga jenazah tersebut diterimaNya.
