Konten dari Pengguna

Menguak Ketegangan 'Abadi' Ojek Pangkalan dan Ojek Online di Cawang

Mirsan Simamora

Mirsan Simamora

Horas!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mirsan Simamora tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menguak penyebab ketegangan 'abadi' yang berlangsung dari tahun 2016 antara ojek pangkalan dan ojek online. kumparan (kumparan.com), Minggu (5/11) menemui langsung ojek pangkalan di Stasiun cawang.

Rikumahu (50) seorang ojek pangkalan mengatakan, adanya tuduhan pada ojek pangkalan yang berlaku kasar pada seorang anggot perempuan ojek online sehingga ojek pangkalan ramai 'diserbu' ojek online.

"Ketegangan itu karena adanya tuduhan dari sopir ojek online perempuan yang mengadu ke komunitasnya karena ditegur sama anggota kami dengan keras.

Awalnya dari situ," kata Rikumahu.

Ia mengatakan, teguran yang dituduhkan pada anggota ojek pangkalan berubah kata-kata kasar dan bernada membentak anggota ojek online tersebut sehingga munculnya rasa tersinggung dan tidak terima.

Setelah sopir ojek online mengadu ke komunitasnya, mendadak ratusan sopir ojek online memadati pintu masuk Stasiun Cawang yang menjadi tempat mangkalnya ojek pangkalan. "Ada ratusan, kami tidak takut. Teman-teman juga saat itu tidak takut. Kami menunggu di depan Stasiun Cawan ini. Nggak ada anggota yang lari," ujarnya.

Lebih lanjut wakil korlap komunitas ojek pangkalan di Stasiun Cawang, Ricard (58) mengatakan, saat ketegangan terjadi tidak ada korban jiwa yang muncul. Namun, situasi Stasiun Cawan saat itu memang mencekam. "Memang sangat mencekam saat itu, calon penumpang saja sampai ketakutkan," katanya.

Ricard (58) mengatakan, sampai sekarang antara ojek pangkalan dan ojek online tidak dapat menyatu sehingga dibuat kesepakatan tentang batas wilayah masing-masing ojek. "Kepolisian setempat, saya lupa kepolisian mana. Akhirnya kita buat himbauan dalam bentuk spanduk," ujarnya sambil menunjuk spanduk yang berada di depan Stasiun Cawang.

Isi himbauan tersebut yakni: untuk semua ojek online agar tidak mengambil dan menjemput costumer di stasiun cawang dengan bagas 50 Meter.

Terpisah kumparan menemui sopir Ojek Online, Bapak Nurmin Saipuddin (35 tahun), Ia mengungkapkan bahwa ada kesepakatan antara ojek onlien dengan ojek pangkalan agar tidak mendekati pintu masuk stasiun Cawang lebih dari 50 meter.

"Kita jemput penumpang harus lebih dari jarak 50 Meter, kalau itu dilanggar akan ditegur sama Bapak Ojek Pangkalan. Kita sama menjaga kenyamanan saja," katanya.