Konten dari Pengguna

Strategi Pembelajaran Sejarah Role Play Modern, Menarik!

Aprillia Dewi Nur A

Aprillia Dewi Nur A

Mahasiswa di Universitas Jember, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Sejarah

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aprillia Dewi Nur A tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembelajaran sejarah sering mendapatkan stigma yang kurang baik. Sejarah dianggap pelajaran yang membosankan. Menghadapi pernyataan tersebut, lantas apa yang harus dilakukan oleh seorang pendidik?

Perlu terobosan baru untuk menyediakan kelas yang aktif dan menyenangkan. Pendidik harus mengubah cara lama yang hanya memberikan penjelasan dengan metode ceramah beralih menggunakan metode diskusi. Model dan strategi pembelajaran di kelas yang membosankan perlu diadakan perubahan secara maksimal agar pembelajaran semakin menarik.

Pengembangan strategi pembelajaran role play modern dengan perpaduan model quantum learning serta metode diskusi dapat berguna sebagai cara baru dalam menghadapi stigma negatif pada pembelajaran sejarah.

Quantum learning merupakan model pembelajaran yang di dalamnya terdapat perpaduan antara unsur seni, potensi diri dan lingkungan belajar sehingga mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan bermanfaat bagi siswa. Di dalam model pembelajaran ini, siswa akan ditanamkan pemikiran yang positif. Sebagai contoh ialah ketika terdapat siswa yang mengalami kegagalan, pada pembelajaran dengan model quantum learning akan mengajarkan serta menanamkan pemikiran bahwa kegagalan bukanlah masalah, melainkan langkah awal menuju kesuksesan. Quantum learning juga memberikan keyakinan kepada diri siswa bahwa potensi yang ada di dalam dirinya merupakan hal yang luar biasa. Penanaman pemikiran dan keyakinan untuk bersikap positif tersebut akan membuat siswa lebih percaya diri dan pantang menyerah.

Metode diskusi merupakan metode pembelajaran yang di dalamnya menyajikan suatu permasalahan yang harus dipecahkan. Dalam praktiknya akan dilakukan dengan dua atau lebih individu.

Role play modern merupakan strategi pembelajaran yang memiliki arti bermain peran. Menurut Santoso, bermain peran merupakan drama dan ekspresi yang diperlihatkan melalui tingkah laku, ungkapan serta gerak gerik seseorang dalam suatu hubungan sosial antar manusia. Dalam praktik pembelajaran sejarah, strategi role play modern menyajikan permainan peran dengan mempraktikan suatu peristiwa sejarah yang telah dimodifikasi sesuai dengan era modern.

Sebagai contoh pada materi mata pelajaran sejarah mengenai keruntuhan masa orde baru dan kelahiran reformasi mengandung banyak sekali peristiwa peristiwa yang dapat diangkat sebagai bahan penerapan strategi role play modern.

Sebelum menerapkan strategi role play modern dalam pembelajaran sejarah, terdapat 2 hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan, yakni:

  1. Guru perlu menyiapkan rancangan rencana pembelajaran berupa modul yang sesuai dengan kurikulum dan memuat materi pembahasan yang akan di ajarkan pada setiap pertemuan.

  2. Guru perlu menyiapkan bahan ajar seperti materi yang dikemas dalam media power point dan teks skenario untuk praktik bermain peran.

Praktik Strategi Pembelajaran Role Play Modern | Milik pribadi

Setelah semuanya siap, sebagai contoh terdapat langkah langkah dalam mempraktikan perpaduan model quantum learning, metode diskusi dan strategi role play modern dalam pembelajaran sejarah, yakni sebagai berikut:

  1. Pendahuluan: guru melakukan sesi doa bersama, menyampaikan peraturan kesepakatan pembelajaran, penjelasan alur dan tujuan pembelajaran hari ini dan melakukan apersepsi.

  2. Kegiatan inti: guru menyajikan materi yang telah dikemas dengan media power point dan ditampilkan pada layar proyektor. Guru diharuskan untuk sesekali berinteraksi dengan siswa agar suasana kelas jadi aktif. Setelah penyampaian materi selesai, guru membagi siswa dalam beberapa kelompok besar dan memberikan teks skenario yang telah dibuat. Setiap kelompok memiliki teks skenario yang berbeda. Siswa diberi waktu selama 10 menit untuk mempelajari teks. Jika sudah, tiap tiap kelompok akan dipanggil oleh guru untuk melaksanakan praktik bermain peran di depan kelas.

  3. Penutup: Setelah kegiatan inti selesai, guru bersama dengan siswa memberikan kesimpulan materi yang telah diajarkan dan melakukan sesi evaluasi bersama dengan memberikan pertanyaan singkat kepada siswa mengenai materi yang telah dipelajari.

Nah itu dia contoh dari penerapan strategi role play modern sebagai langkah pendobrak stigma buruk terhadap mata pelajaran sejarah.

Pembelajaran sejarah sejatinya akan dirasa menyenangkan jika seorang pendidik mampu menyajikan materi pembelajaran dengan cara yang kreatif dan menarik. Maka dari itu, perlu banyak pelatihan intensif dan membaca bagi guru agar kemampuan dan pengetahuan untuk membangun suasana kelas yang aktif dan menarik dapat tercapai.