Konten dari Pengguna

Dari Data Menuju Keputusan: Urgensi Literasi Data di Era Sistem Informasi

Sofiani Sindi

Sofiani Sindi

mahasiswa sistem informasi universsitas pamulang

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sofiani Sindi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi kegiatan Shastech VII. Foto: Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Pamulang
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi kegiatan Shastech VII. Foto: Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Pamulang

Setiap hari, tanpa disadari, hidup kita dikelilingi oleh data. Riwayat pencarian di ponsel, transaksi belanja daring, hingga rute perjalanan yang direkam aplikasi peta, semuanya menghasilkan jejak digital yang terus bertambah setiap detik. Namun pertanyaan sesungguhnya bukan lagi soal seberapa banyak data yang kita miliki, melainkan seberapa mampu kita mengubah tumpukan data itu menjadi keputusan yang tepat. Melimpahnya data ternyata tidak otomatis melahirkan keputusan yang lebih baik.

Fenomena inilah yang membuat tema From Data to Decisions: Advancing Information Systems Through Data Analytics terasa relevan untuk dibicarakan, sekaligus menjadi tema besar yang kami angkat dalam Shastech VIII tahun ini. Sebagai mahasiswa yang bergelut di bidang sistem informasi, saya melihat sendiri bagaimana kesenjangan antara ketersediaan data dan kemampuan mengolahnya menjadi keputusan masih menjadi tantangan, baik di lingkungan akademik maupun dunia kerja.

Banyak organisasi, baik perusahaan besar maupun instansi pendidikan, sebenarnya sudah mengumpulkan data dalam jumlah besar melalui sistem informasi manajemen, aplikasi akademik, hingga platform transaksional. Masalahnya, data tersebut sering kali berhenti sebagai arsip digital yang tersimpan rapi di server, tanpa pernah benar-benar dianalisis untuk mendukung pengambilan keputusan. Di titik inilah data analytics memainkan peran penting, bukan sekadar mengolah angka menjadi grafik yang menarik dilihat, melainkan mengubah data mentah menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti.

Di sinilah pula peran sistem informasi menjadi krusial. Sistem informasi yang baik tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan data, tetapi juga sebagai jembatan yang menghubungkan data mentah dengan proses analitis, sehingga menghasilkan informasi yang dapat digunakan oleh pengambil keputusan. Tanpa sistem informasi yang dirancang dengan baik, data sebanyak apa pun hanya akan menjadi beban penyimpanan, bukan aset strategis. Sebagai mahasiswa sistem informasi, kami dituntut tidak hanya memahami cara merancang basis data atau membangun aplikasi, tetapi juga menerjemahkan kebutuhan bisnis ke dalam sistem yang mampu mendukung analisis data secara efektif.

Salah satu alasan kami mengangkat tema ini dalam Shastech VIII adalah keinginan untuk mendorong budaya pengambilan keputusan berbasis data, tidak hanya di kalangan profesional, tetapi juga sejak di lingkungan kampus. Mahasiswa perlu dibiasakan berpikir analitis, memvalidasi asumsi dengan data, dan memahami bahwa keputusan yang baik selalu berangkat dari pemahaman yang utuh terhadap data yang tersedia. Melalui rangkaian kegiatan Shastech VIII, kami berharap dapat membuka ruang diskusi mengenai bagaimana data analytics dapat diintegrasikan ke dalam pengembangan sistem informasi, sekaligus memperluas wawasan peserta mengenai penerapannya di dunia nyata.

Transformasi dari data menuju keputusan bukanlah proses yang terjadi secara instan. Dibutuhkan sistem informasi yang tepat, kemampuan analisis yang memadai, serta budaya organisasi yang terbuka terhadap pengambilan keputusan berbasis bukti. Sebagai generasi yang tumbuh di tengah ledakan data, sudah saatnya kita tidak hanya menjadi pengguna data, tetapi juga menjadi penggerak yang mampu mengubah data menjadi keputusan yang berdampak.