Konten dari Pengguna

Pestisida Organik dari Kulit Bawang: Alternatif Sehat untuk Hama pada Pertanian

Sindy Alifia Desilfit

Sindy Alifia Desilfit

Mahasiswi Kimia Universitas Diponegoro

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sindy Alifia Desilfit tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Demonstrasi Pembuatan Pestisida Organik dari Kulit Bawang
zoom-in-whitePerbesar
Demonstrasi Pembuatan Pestisida Organik dari Kulit Bawang

Desa Pulutan Wetan. Wonogiri (28/07/2024). Di tengah meningkatnya kesadaran akan dampak penggunaan pestisida kimia terhadap kesehatan dan lingkungan, mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro, Sindy Alifia Desilfit yang berasal dari program studi Kimia, Fakultas Sains dan Matematika menemukan sebuah inovasi ramah lingkungan dalam upaya untuk mengatasi tantangan pertanian organik, mahasiswa KKN bekerja sama dengan ibu-ibu PKK di Desa Pulutan Wetan untuk mengembangkan pestisida organik dari limbah rumah tangga yaitu kulit bawang merah dan putih. Inisiatif ini tidak hanya menawarkan solusi berkelanjutan untuk perlindungan tanaman, tetapi juga memberdayakan komunitas lokal dengan pengetahuan dan keterampilan baru dalam pengelolaan pertanian.

Ibu-ibu PKK di Desa Pulutan Wetan masih kurang memanfaatkan limbah rumah tangga khususnya kulit bawang. Dengan adanya permasalahan ini, mahasiswa KKN mengembangkan pestisida organik dari kulit bawang, yang dapat dengan mudah ditemukan.

Dari hasil demonstrasi pembuatan pestisida organik dari kulit bawang pada tanggal 28/07/2024 salah seorang anggota PKK di Desa Pulutan Wetan, Ibu Parti menyampaikan aspirasinya. "Saya sangat tertarik dengan ide ini. Selama ini, kami terbiasa menggunakan pestisida kimia karena tidak ada pilihan lain. Tapi dengan adanya pestisida organik dari kulit bawang ini, saya merasa lebih aman karena tidak perlu khawatir tentang residu kimia yang berbahaya," ujarnya.

Bersama Ibu-Ibu PKK Desa Pulutan Wetan

Kulit bawang (merah dan putih) mengandung senyawa acetogenin yang mampu membasmi serangga atau hama tanaman serta mengandung berbagai zat bermanfaat bagi tanaman, seperti sodium, folat, mineral yang dapat meningkatkan kesuburan tanaman dan mempercepat pertumbuhan.

Pembuatan pestisida organik dari kulit bawang sangat mudah yaitu dengan mengumpulkan kulit bawang merah dan putih. Masukkan kulit bawang merah ke dalam botol plastik atau kaca hingga mencapai seperempat atau setengah isi botol. Tambahkan air putih ke dalam botol hingga hampir penuh, kocok sebentar. Biarkan rendaman hingga 24 jam. Setelah itu, rendaman air kulit bawang disaring, dan air saringan kulit bawang merah dipindahkan ke dalam botol semprot. Pestisida organik dari kulit bawang siap digunakan yang ditandai dengan bau menyengat dan warna kecoklatan.

Ibu Parti, seorang warga yang juga aktif dalam kegiatan KKN ini, menyatakan "Kalau kita bisa memproduksi pestisida organik sendiri, itu akan sangat menguntungkan. Kami tidak hanya mengurangi limbah, tapi juga bisa menekan biaya produksi pertanian" ujarnya.

Program ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia yang berbahaya, sekaligus memberikan nilai tambah dari limbah dapur yang sebelumnya dianggap tidak berguna.

#KKNUndipTim2

#P2KKNUndip

#LPPMUndip

#Undip

Penulis: Sindy Alifia Desilfit, Kimia, Fakultas Sains dan Matematika

Universitas Diponegoro

Dosen Pembimbing Lapangan: Feri Satria Wicaksana Effendy, S.H., M.H.