5 Film Jepang yang Tidak Boleh Ditonton Anak Kecil, Orang Tua Perlu Tahu

Menyajikan informasi terkini seputar dunia sinema, mulai dari series, drakor, film, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sinema Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap film memiliki rating usia, sehingga tidak bisa disaksikan oleh semua kalangan, termasuk film Jepang. Ada beberapa film Jepang yang tidak boleh ditonton anak kecil karena adanya adegan yang tidak patut dicontoh, seperti tindak kekerasan.
Dikutip dari buku Japan in Popular Culture, Fernando Kusuma, (2013:39), umumnya film dan drama Jepang memiliki adegan atau jalan cerita khas yang membedakan dengan film dari negara lainnya. Hal ini pun membuat banyak film Jepang menarik untuk disaksikan.
5 Film Jepang yang Tidak Boleh Ditonton Anak Kecil
Dari banyaknya film Jepang yang bisa disaksikan di Indonesia, ada beberapa yang tidak boleh disaksikan oleh anak-anak, karena adanya adegan tidak patut untuk dicontoh. Berikut adalah film Jepang yang tidak boleh ditonton anak kecil dan perlu diketahui oleh orang tua.
1. The Cinderella Addiction (2021)
The Cinderella Addiction jadi salah satu film Jepang yang tidak bisa disaksikan oleh anak-anak. Film ini mengisahkan tentang Koharu, wanita yang penuh kesialan, bertemu dengan Daigo, seorang laki-laki baik hati yang merawat anak perempuannya sendirian.
Keduanya saling mengenal dan memutuskan untuk menikah. Meski tampak seperti keluarga kecil yang bahagia, namun berbagai kejadian misterius kerap menimpa Koharu. Kehidupan Koharu pun mulai tidak semulus yang dipikirkan oleh orang-orang.
2. Mother (2020)
Menceritakan hubungan tidak sehat antara ibu tunggal Akiko, dengan anaknya Shuhei, film Mother tidak bisa ditonton oleh anak. Dalam film ini Akiko digambarkan sebagai ibu yang egois dan manipulatif, hingga tindakannya memengaruhi perkembangan Shuhei.
Dengan jalan cerita yang berat dan sulit dipahami oleh anak, maka film ini tidak bisa ditonton oleh anak kecil. Apalagi, berbagai perilaku seperti gaya hidup buruk turut ditampilkan dalam film ini.
3. Like Father, Like Son (2013)
Meski judulnya tampak aman untuk anak-anak, namun film Like Father, Like Son lebih baik tidak disaksikan bersama anak kecil. Sebab, film ini mengangkat cerita yang cukup berat dan sulit untuk dipahami oleh anak-anak.
Dikisahkan ada anak tertukar yang keduanya menjalani kehidupan berbeda. Kebahagiaan kedua keluarga ini terusik saat pihak rumah sakit mengabarkan bahwa sang anak tertukar. Akhirnya mereka pun melakukan pertemuan untuk menentukan nasib kedua anak tersebut.
4. Crows Zero (2007)
Menampilkan adegan kekerasan, Crows Zero tentu tidak bisa disaksikan oleh anak-anak. Dengan jalan cerita yang berfokus pada pertarungan dan adu kekuatan antara geng siswa di sekolah khusus pria, film ini memiliki banyak adegan kekerasan yang tidak layak ditonton oleh anak kecil.
5. Battle Royale (2000)
Film lainnya yang tidak boleh ditonton oleh anak kecil adalah Battle Royale. Film yang rilis pada tahun 2000 ini merupakan film aksi yang mengandung adegan kekerasan yang tidak patut disaksikan oleh anak kecil.
Dalam film ini dikisahkan sekelompok siswa SMA yang dipaksa bertarung hingga mati dalam program pemerintah yang kejam. Mereka dikirim ke sebuah pulau dengan senjata dan persediaan makanan, namun hanya akan ada satu orang yang bisa selamat.
Itu dia 5 film Jepang yang tidak boleh ditonton anak kecil, karena adanya adegan kekerasan hingga jalan cerita yang terlalu rumit. Diharapkan orang tua bisa mengetahui rating serta sinopsis sebuah film terlebih dahulu, sebelum menyaksikannya bersama anak. (PRI)
Baca juga: 8 Rekomendasi Film Jepang Romantis Rating Tertinggi yang Dijamin Bikin Baper
