Apakah Ayah Tanjiro Menjadi Iblis dalam Cerita Demon Slayer? Ini Jawabannya

Menyajikan informasi terkini seputar dunia sinema, mulai dari series, drakor, film, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sinema Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah ayah Tanjiro menjadi iblis? Pertanyaan ini sering muncul di kalangan penggemar anime Demon Slayer yang penasaran dengan kisah keluarga Kamado.
Rasa ingin tahu semakin besar karena sosok ayah Tanjiro jarang ditampilkan secara langsung dalam alur utama cerita.
Misteri tersebut membuat banyak orang menduga-duga tentang peran dan keadaan sebenarnya dari ayah Tanjiro sebelum cerita utama dimulai.
Apakah Ayah Tanjiro Menjadi Iblis?
Apakah ayah Tanjiro menjadi iblis? Jawabannya jelas tidak, karena Tanjuro Kamado tidak pernah berubah menjadi iblis dan tetap manusia hingga akhir hayatnya.
Mengutip dari gamerant.com, sosok ayah Tanjiro justru digambarkan sebagai manusia lemah secara fisik akibat penyakit, tetapi memiliki jiwa yang kuat dan penuh ketenangan.
Sebelum meninggal, Tanjuro Kamado telah memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan Tanjiro melalui ajaran-ajaran yang kelak menjadi kunci dalam pertempuran melawan iblis.
Tanjuro dikenal sebagai sosok yang rapuh secara tubuh, bahkan sering terlihat pucat dan kurus karena sakit yang dideritanya. Meski demikian, ia memiliki keistimewaan dalam hal teknik dan pemahaman spiritual.
Salah satu peninggalan terbesar Tanjuro adalah tarian ritual Hinokami Kagura yang selalu ia lakukan setiap tahun baru.
Tarian tersebut ternyata bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk nyata dari teknik pernapasan matahari atau sun breathing, dasar dari seluruh teknik pernapasan dalam dunia Demon Slayer.
Bagi Tanjiro, pengaruh ayahnya sangat mendalam. Melalui ingatan akan gerakan tarian itu, Tanjiro mampu menguasai jurus-jurus penting yang membantunya bertahan dalam pertempuran melawan Muzan Kibutsuji dan iblis kuat lainnya.
Tanpa ajaran dan warisan teknik dari ayahnya, kemampuan Tanjiro dalam menghadapi iblis pasti tidak akan sekuat sekarang.
Tanjuro Kamado tidak hanya mengajarkan Hinokami Kagura, tetapi juga membekali Tanjiro dengan kemampuan luar biasa seperti transparent world dan selfless state.
Transparent world memungkinkan penggunanya melihat tubuh lawan secara transparan, sehingga bisa membaca pergerakan otot, aliran darah, bahkan kelemahan yang ada.
Sementara itu, selfless state adalah kondisi batin tanpa emosi yang membuat lawan kesulitan membaca niat dan pergerakan pengguna teknik. Kedua kemampuan tersebut kemudian ikut dikuasai Tanjiro dalam perjalanannya sebagai pembasmi iblis.
Kaitan keluarga Kamado dengan teknik pernapasan matahari bermula dari leluhur mereka, Sumiyoshi Kamado, yang bersahabat dengan Yoriichi Tsugikuni.
Yoriichi adalah pencipta teknik pernapasan matahari dan memperlihatkan gerakan jurus itu kepada Sumiyoshi. Sejak saat itu, gerakan tersebut diwariskan turun-temurun hingga sampai pada Tanjuro, lalu diteruskan kepada Tanjiro.
Dengan demikian, garis keluarga Kamado bukanlah keturunan iblis, melainkan penjaga warisan berharga dari salah satu pembasmi iblis terkuat sepanjang sejarah.
Meski perannya dalam cerita utama tidak terlalu banyak muncul, Tanjuro Kamado adalah figur penting yang menjadi fondasi kekuatan Tanjiro.
Ia mungkin lemah secara fisik, tetapi pengaruhnya sangat besar terhadap keberlangsungan perjuangan melawan iblis.
Sebagai penutup, pertanyaan apakah ayah Tanjiro menjadi iblis di Demon Slayer dapat dipastikan bukan, sebab Tanjuro Kamado tetap manusia sepanjang hidupnya.
Sosoknya justru menyumbang warisan paling penting yang membuat harapan untuk mengalahkan Muzan Kibutsuji tetap ada. (Khoirul)
Baca Juga: Daftar Seiyuu Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba dan Karakternya
