Konten dari Pengguna

Film Animasi Pertama Indonesia dalam Catatan Sejarah Perfilman

Sinema Update

Sinema Update

Menyajikan informasi terkini seputar dunia sinema, mulai dari series, drakor, film, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sinema Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Film Animasi Pertama Indonesia dalam Catatan Sejarah Perfilman FOto: Pixabay/RosZie
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Film Animasi Pertama Indonesia dalam Catatan Sejarah Perfilman FOto: Pixabay/RosZie

Film animasi pertama Indonesia menjadi tonggak penting dalam sejarah perfilman tanah air, khususnya dalam genre animasi yang kini semakin berkembang.

Kehadiran film ini menandai awal mula industri animasi lokal mencoba bersaing dan menunjukkan identitas budaya Indonesia melalui karya visual yang kreatif dan menarik.

Mengutip situs rri.co.id, Fantasmagorie, karya Émile Cohl dari Prancis yang dirilis 1908, dianggap sebagai film animasi pertama di dunia. Berdurasi sekitar satu menit, film ini membuka era animasi.

Film Animasi Pertama Indonesia

Ilustrasi Film Animasi Pertama Indonesia dalam Catatan Sejarah Perfilman FOto: Pixabay/Mollyroselee

Film animasi pertama Indonesia dalam sejarah perfilman Indonesia adalah Si Doel Memilih yang dibuat oleh Dukut Hendronoto, dikenal juga sebagai Pak Oot, pada tahun 1955.

Film ini merupakan animasi dua dimensi yang dibuat sebagai bagian dari kampanye Pemilu pertama di Indonesia. Meski berdurasi singkat dan berwarna hitam putih, Si Doel Memilih menjadi tonggak awal lahirnya animasi modern di Indonesia.

Dokumentasi film ini sangat minim sehingga keasliannya kerap menjadi bahan perdebatan di kalangan sejarawan film, meski sejumlah sumber dan tokoh perfilman mengonfirmasi keberadaannya sebagai karya animasi Indonesia pertama.

Setelah era Si Doel Memilih, perkembangan animasi di Indonesia berjalan lambat, terutama karena keterbatasan teknologi dan sumber daya.

Baru pada akhir 1970-an, Indonesia kembali menorehkan sejarah dengan lahirnya film kartun Kayak Beruang (1979) karya Dwi Koendoro dan Pramono.

Film ini berdurasi sekitar lima menit dan menjadi pionir kartun Indonesia yang kemudian memicu lahirnya berbagai produksi animasi lokal lainnya.

Di era 1980-an, serial animasi Si Huma yang tayang di TVRI pada tahun 1983 juga menjadi penanda penting sebagai serial animasi pertama yang diproduksi di Indonesia, dengan konsep cerita anak-anak yang dekat dengan alam dan kehidupan sehari-hari.

Perjalanan panjang animasi Indonesia akhirnya membuahkan hasil besar di era modern. Pada tahun 2025, film animasi Jumbo mencetak sejarah baru dengan menjadi film animasi Indonesia pertama yang menembus angka 1 juta penonton di bioskop.

Keberhasilan Jumbo menandai kebangkitan animasi lokal, membuktikan bahwa karya anak bangsa mampu bersaing di pasar domestik dan mendapat apresiasi luas dari masyarakat.

Dengan proses produksi yang melibatkan ratusan kreator selama lima tahun, Jumbo kini menjadi simbol kebangkitan dan harapan baru bagi industri animasi Indonesia di masa depan.

Membahas film animasi pertama Indonesia juga membuka wawasan tentang perkembangan teknologi animasi di dalam negeri dan semangat pionir para pembuatnya. (Fikah)

Baca Juga: 8 Rekomendasi Film Animasi Indonesia Terbaik untuk Mengisi Akhir Pekan