Konten dari Pengguna

Gowok Kamasutra Jawa tentang Apa? Simak Jawabanya di Sini

Sinema Update

Sinema Update

Menyajikan informasi terkini seputar dunia sinema, mulai dari series, drakor, film, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sinema Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Gowok Kamasutra Jawa tentang apa. Foto: Unsplash/ Michelle Jimenez
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gowok Kamasutra Jawa tentang apa. Foto: Unsplash/ Michelle Jimenez

Gowok Kamasutra Jawa tentang apa? hal ini seringkali menjadi pertanyaan yang menarik banyak perhatian, terutama bagi penonton yang ingin memahami lebih dalam tentang tradisi dan budaya Jawa.

Istilah ini membawa penonton pada sebuah warisan unik yang penuh dengan nilai-nilai tersirat, simbolisme, dan filosofi kehidupan yang membingkai hubungan antar manusia dalam konteks budaya Jawa.

Tradisi ini mengajarkan bahwa kedewasaan bukan hanya soal usia, tetapi juga soal pemahaman, rasa hormat, dan tanggung jawab dalam membangun relasi yang sehat.

Gowok Kamasutra Jawa tentang Apa?

Ilustrasi Gowok Kamasutra Jawa tentang apa. Foto: Unsplash/ Nick Karvounis

Gowok Kamasutra Jawa tentang apa juga menyiratkan bagaimana seksualitas tidak dianggap tabu, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang sakral dan perlu dipahami dengan bijaksana.

Istilah Gowok dalam budaya Jawa merujuk pada seorang perempuan yang dipekerjakan untuk mendidik calon pengantin pria mengenai kehidupan rumah tangga dan aspek seksual sebelum pernikahan.

Tradisi ini bertujuan untuk mempersiapkan pria dalam memahami dan menghormati pasangan mereka dalam kehidupan pernikahan.

Dikutip dari laman IMDb.com, film Gowok: Javanese Kamasutra (2025) menggambarkan praktik ini dengan latar belakang tahun 1960-an di Jawa.

Dalam film tersebut, keluarga mempekerjakan seorang gowok untuk membimbing calon pengantin pria tentang hubungan seksual dan pemahaman terhadap tubuh wanita sebelum menikah.

Lebih lanjut, menurut International Film Festival Rotterdam (IFFR), film ini terinspirasi dari teks Jawa kuno Serat Centhini, yang merupakan karya sastra berisi ajaran spiritual, budaya, dan erotika.

Gowok dalam film ini digambarkan sebagai sosok yang membantu calon pengantin pria memahami aspek-aspek tersebut dalam konteks pernikahan.

Film ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan dibintangi oleh Raihaanun, Lola Amaria, Alika Jantinia, Devano Danendra, dan Reza Rahadian.

Gowok: Javanese Kamasutra tayang perdana di International Film Festival Rotterdam pada 2 Februari 2025 dan masuk dalam kompetisi Big Screen Award.

Melalui film ini, penonton diajak untuk memahami bagaimana tradisi Jawa memandang pendidikan seksual sebagai bagian penting dalam mempersiapkan kehidupan pernikahan.

Meskipun praktik gowok tidak lagi lazim dalam masyarakat modern, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap relevan dalam konteks pendidikan dan pemahaman hubungan antar pasangan. (YOLAN)

Baca juga: Kuasa Gelap Siap Sajikan Film Horor yang Kental dengan Unsur Katolik