Konten dari Pengguna

Kenapa Sanji Tidak Pernah Memukul Wanita? Ini Prinsip Hidupnya

Sinema Update

Sinema Update

Menyajikan informasi terkini seputar dunia sinema, mulai dari series, drakor, film, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sinema Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Sanji Tidak Pernah Memukul Wanita. Foto: Pixabay.com/vinsky2002
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Sanji Tidak Pernah Memukul Wanita. Foto: Pixabay.com/vinsky2002

Kenapa Sanji tidak pernah memukul wanita menjadi salah satu pertanyaan paling sering diajukan oleh penggemar One Piece sejak lama.

Hal ini tidak hanya berkaitan dengan gaya bertarung Sanji, tetapi menyangkut prinsip hidup yang ia pegang teguh.

Sikap itu bukan sekadar keputusan emosional, melainkan berakar dari pengalaman dan sosok penting dalam hidupnya.

Kenapa Sanji Tidak Pernah Memukul Wanita?

Ilustrasi Kenapa Sanji Tidak Pernah Memukul Wanita. Foto: Pixabay.com/CharlVera

Kenapa Sanji tidak pernah memukul wanita? Hal itu karena sejak kecil ia diajarkan oleh Zeff bahwa laki-laki sejati tidak boleh menyakiti perempuan.

Ajaran itu tertanam begitu dalam hingga menjadi prinsip hidup yang tak bisa ia langgar, bahkan dalam situasi hidup dan mati.

Dikutip dari screenrant.com, Sanji tumbuh besar di bawah asuhan Zeff, mantan bajak laut yang kemudian menjadi pemilik restoran Baratie dan juga ayah angkatnya.

Zeff bukan hanya mengajarkan teknik memasak dan seni bela diri Black Leg, tetapi juga menanamkan satu prinsip yang tidak bisa ditawar, yakni laki-laki sejati tidak menyakiti perempuan dalam kondisi apa pun.

Sanji yang sejak kecil telah mengalami kekerasan dan tidak dihargai oleh keluarganya, menemukan figur ayah sejati dalam sosok Zeff, dan sejak saat itu, ia berjanji tidak akan pernah menyakiti wanita seperti apa pun keadaannya.

Prinsip itu juga terbentuk dari kenangan masa kecil Sanji bersama ibunya, Sora Vinsmoke, yang menjadi satu-satunya sosok penyayang dalam keluarganya yang kejam.

Sora melindungi Sanji dari eksperimen ayahnya, Judge Vinsmoke, dan selalu menunjukkan kasih sayang di tengah kondisi keluarga yang dingin dan penuh kekerasan.

Saat kecil, Sanji tidak mampu menyelamatkan ibunya, dan penyesalan itu terus membekas hingga dewasa. Oleh karena itu, Sanji berusaha menebus rasa bersalahnya dengan tidak membiarkan satu pun perempuan disakiti di hadapannya.

Ingatan tentang Sora menjadi pendorong moral yang membuat Sanji menganggap semua perempuan layak dilindungi tanpa syarat, baik teman maupun musuh.

Komitmen Sanji terhadap prinsip ini terlihat jelas dalam berbagai momen krusial sepanjang cerita One Piece.

Saat menghadapi Kalifa dari CP9 di Enies Lobby, Sanji lebih memilih kalah dan terluka daripada menyerangnya, meskipun Kalifa adalah ancaman nyata.

Begitu juga ketika Pudding menghina dan menipunya selama rencana pernikahan di Whole Cake Island. Sanji tetap menunjukkan empati dan tidak sekali pun membalas perlakuan kejam itu.

Bahkan terhadap musuh seperti Viola, yang menipunya di Dressrosa, Sanji masih bersedia memaafkan dan membantu.

Semua itu menunjukkan bahwa bagi Sanji, perlakuan terhadap wanita tidak bergantung pada apakah mereka baik atau jahat, melainkan pada prinsip yang tidak bisa dinegosiasikan.

Meski terkesan terhormat, sikap ini kerap menjadi kelemahan dalam pertarungan. Saat berada di Onigashima, Sanji terperangkap dalam jebakan Black Maria karena ia menanggapi laporan palsu tentang wanita yang butuh bantuan.

Hal ini membuatnya kehilangan banyak waktu dan bahkan memberi ancaman serius terhadap kru Topi Jerami.

Dalam situasi lain, seperti pertarungan dengan Kalifa, Sanji secara tidak langsung membahayakan Nami karena menolak bertarung melawan wanita, hingga Nami harus turun tangan sendiri meski dalam kondisi genting.

Meski niatnya mulia, prinsip ini terkadang justru membuat orang lain dalam bahaya.

Sikap Sanji terhadap wanita tidak pernah berubah, bahkan ketika menghadapi lawan yang kuat dan berbahaya.

Saat Queen, salah satu petinggi Beast Pirates, menghina dan menyerang perempuan, Sanji bereaksi dengan amarah yang luar biasa dan melawan habis-habisan.

Dalam insiden lainnya, ketika Vergo melukai Tashigi, Sanji langsung bergerak untuk melindunginya meskipun tahu ia tidak sebanding dengan kekuatan lawan.

Bagi Sanji, melindungi perempuan adalah refleks, bukan keputusan yang harus dipertimbangkan, karena itu adalah bagian dari siapa dirinya sejak kecil.

Secara keseluruhan, kenapa Sanji tidak pernah memukul wanita di anime One Piece menjadi bentuk penghormatan mendalam terhadap masa lalu dan nilai-nilai yang ia pelajari dari sosok ibu dan ayah angkatnya. (Khoirul)

Baca Juga: Apakah Sanji Memiliki Haoshoku Haki? Ketahui Informasinya di Sini