Obito vs Kakashi Siapa yang Menang di Naruto? Ini Jawabannya

Menyajikan informasi terkini seputar dunia sinema, mulai dari series, drakor, film, dan masih banyak lagi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Sinema Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Obito vs Kakashi siapa yang menang menjadi salah satu duel paling emosional dan simbolis dalam serial Naruto Shippuden.
Pertarungan ini tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga menggambarkan konflik batin dan pertarungan masa lalu yang belum selesai.
Dalam dimensi Kamui, dua ninja dengan masa lalu kelam dan hubungan mendalam saling berhadapan dengan penuh amarah dan penyesalan.
Obito vs Kakashi Siapa yang Menang?
Obito vs Kakashi siapa yang menang? Dikutip dari cbr.com, hal ini bisa dijawab secara tegas, yakni Kakashi keluar sebagai pemenang dalam duel yang terjadi di episode 375 Naruto Shippuden yang berjudul "Kakashi vs. Obito".
Namun, kemenangan itu tidak bisa disebut mutlak karena pertarungan ini sangat dipengaruhi oleh niat tersembunyi Obito.
Dalam dimensi Kamui, pertarungan fisik keduanya terlihat seimbang, bahkan sama-sama mengalami luka berat.
Akan tetapi, Obito secara sengaja membiarkan dirinya terkena serangan Raikiri dari Kakashi untuk menghancurkan segel kutukan yang ditanamkan Madara di jantungnya.
Hal ini menunjukkan bahwa Obito sebenarnya tidak berjuang untuk menang, melainkan untuk melepaskan kendali yang membelenggunya.
Obito memiliki kekuatan luar biasa yang belum ia gunakan sepenuhnya saat bertarung melawan Kakashi. Ia adalah pemilik Rinnegan dan pengguna Kamui yang nyaris tak tersentuh, tetapi semua teknik besar itu tidak ia pakai dalam duel tersebut.
Obito bahkan menahan diri untuk tidak menggunakan Izanagi, jurus pelindung terkuat yang bisa memanipulasi kenyataan dan kematian.
Hal ini menjadi bukti bahwa ia tidak berniat mengalahkan Kakashi sepenuhnya, melainkan hanya menciptakan kondisi yang memungkinkan dirinya terbebas dari kontrol Madara.
Keputusan ini kemudian membuka jalan baginya untuk menjadi Jinchuuriki dari Juubi, dan bukan karena kalah telak dalam pertarungan.
Dalam pertarungan itu, Kakashi juga mendapat keuntungan psikologis karena mengenal betul cara berpikir dan teknik bertarung Obito.
Koneksi emosional keduanya membuat Kakashi bisa membaca gerak-gerik lawannya lebih baik daripada musuh biasa.
Meski demikian, jika Obito bertarung dengan sepenuh hati dan menggunakan seluruh kemampuan Rinnegan serta kekuatan Kamui secara maksimal, kecil kemungkinan Kakashi bisa menang.
Status Kakashi sebagai ninja non-Uchiha dan tanpa kekuatan Senju menjadi batasan besar jika harus melawan Obito dalam kondisi penuh kekuatan. Namun, fakta bahwa Obito kalah tetap diakui secara resmi karena duel itu berakhir dengan luka fatal yang diterimanya.
Momen tersebut menjadi klimaks dari persahabatan yang hancur dan upaya penebusan diri.
Obito membiarkan Kakashi menang bukan karena lemah, tetapi karena sadar akan dosa dan ingin mengakhiri kendali gelap yang mengikatnya.
Maka, meski dari sisi kekuatan Obito jauh lebih unggul, hasil pertarungan tetap mencatatkan nama Kakashi sebagai pemenang.
Jadi, Obito vs Kakashi siapa yang menang tidak hanya ditentukan oleh kekuatan, tetapi juga oleh keputusan hati yang mendalam. Kakashi keluar sebagai pemenang, namun pertarungan ini meninggalkan luka emosional bagi keduanya. (Khoirul)
Baca Juga: Apakah Naruto Bisa Menggunakan Shiki Fujin? Inilah Jawabannya
