Konten dari Pengguna

Penjelasan Ending Oppenheimer yang Menarik untuk Diketahui

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sinema Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Penjelasan Ending Oppenheimer, Pexels/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penjelasan Ending Oppenheimer, Pexels/Pixabay

Penjelasan ending Oppenheimer menjadi perbincangan hangat karena menghadirkan momen reflektif yang dalam dan penuh makna, terutama bagi tokoh utama, Julius Robert Oppenheimer.

Kisah nyata Oppenheimer dan keterlibatannya dalam pembuatan bom atom telah diangkat ke layar lebar oleh sutradara Christopher Nolan.

Pemeran utama dari film ini adalah Cillian Murphy sebagai Oppenheimer, Florence Pugh berperan sebagai Jean Tatlock, dan Robert Downey Jr sebagai Lewis Strauss.

Penjelasan Ending Oppenheimer

Ilustrasi Penjelasan Ending Oppenheimer, Pexels/Donald Tong

Dikutip dari situs radiotimes.com, dalam penjelasan ending Oppenheimer, meski banyak penonton bioskop mungkin mengira momen klimaks film ini adalah pengeboman Hiroshima dan Nagasaki, kenyataannya tidak demikian.

Memang satu-satunya adegan bom dalam film itu adalah peragaan ulang uji coba Trinity, yang muncul sekitar dua pertiga dari durasi film sebelum jam terakhir mengeksplorasi dampaknya, baik bagi dunia secara umum dan bagi jiwa Oppenheimer secara khusus.

Sebagian besar dari jam terakhir tersebut berfokus pada siksaan batin Oppenheimer saat dia menyadari fakta bahwa dia bertanggung jawab atas sebuah bom yang tidak hanya menewaskan ratusan ribu warga sipil tetapi juga menyebabkan perlombaan senjata nuklir.

Dalam salah satu adegan di penjelasan ending Oppenheimer, Oppenheimer bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Harry S Truman, yang menegurnya karena merasa bersalah tentang bom itu, dan menjelaskan bahwa dialah yang menelepon dan bukan Oppenheimer.

Tetapi hal ini tidak membuatnya merasa lebih baik. Penonton juga melihatnya berkampanye menentang proliferasi nuklir lebih lanjut yang merupakan salah satu alasan di balik penentangan keras Lewis Strauss terhadapnya.

Strauss kemudian mencabut izin keamanan Oppenheimer. Tampaknya dia mengira Oppenheimer telah menjelek-jelekkan dirinya kepada Einstein dalam sebuah percakapan.

Selain itu, Strauss merasa dipermalukan olehnya di depan umum dan di depan rekan-rekannya karena merasa tidak mampu atau tidak memenuhi syarat.

Pada bagian penutup film, penonton mengetahui bahwa Oppenheimer dan Einstein sebenarnya tidak sedang membahas Lewis Strauss sama sekali, melainkan sedang berdiskusi tentang dampak bom itu terhadap dunia.

Penjelasan ending Oppenheimer menggambarkan pergulatan batin seorang jenius yang harus hidup dengan konsekuensi dari tindakannya, menjadi pencipta sekaligus perusak dalam sejarah umat manusia. (Mey)

Baca juga: Sinopsis Nine Puzzles yang Penuh Misteri dan Pencarian Identitas Pelaku