Konten dari Pengguna

Penyebab Kematian Orang Tua Naruto, Tragedi di Balik Kelahiran Sang Jinchūriki

Sinema Update

Sinema Update

Menyajikan informasi terkini seputar dunia sinema, mulai dari series, drakor, film, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sinema Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Naruto. Foto: Dok. IMDb
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Naruto. Foto: Dok. IMDb

Malam kelahiran Naruto Uzumaki menjadi salah satu momen tergelap dalam sejarah Konoha. Banyak yang tahu ia yatim sejak bayi, namun tak semua memahami penyebab kematian orang tua Naruto.

Tragedi itu tentu tidak terjadi begitu saja. Ada serangkaian peristiwa mengejutkan yang melibatkan kekuatan besar, rahasia kelahiran, dan keputusan yang mengguncang masa depan dunia shinobi.

Kisah ini menyimpan banyak pertanyaan: siapa yang menyerang, apa motifnya, dan mengapa harus berakhir tragis? Jawabannya terungkap melalui jejak pengorbanan yang tak terlupakan.

Penyebab Kematian Orang Tua Naruto

Ilustrasi untuk penyebab kematian orang tua Naruto. Foto: Unsplash/Haberdoedas

Naruto diketahui sebagai anak dari Minato Namikaze dan Kushina Uzumaki. Keduanya meninggal, sebagaimana dijelaskan dalam ulasan penyebab kematian orang tua Naruto, berikut ini berdasarkan laman timesofindia.indiatimes.com.

1. Segel Melemah dan Serangan Obito Dimulai

Saat Kushina melahirkan, segel Jinchūriki-nya melemah. Obito Uchiha, yang menyamar sebagai Madara, menyerang dan melepaskan Kyubi dari tubuh Kushina. Ia lalu mengarahkan Kyubi untuk menghancurkan Konoha.

Saat itu, Kushina yang baru melahirkan nyaris kehilangan nyawa setelah Kyubi ditarik keluar darinya. Namun, Minato, sang suami, tiba tepat waktu dan menyelamatkan anaknya, Naruto, lalu memindahkan Kushina ke tempat aman.

2. Kyubi Mengamuk, Minato Menghadapi Ancaman

Setelah memisahkan Obito dari Kyubi, Minato memindahkan monster berekor sembilan itu keluar desa. Ia menggunakan Hiraishin dan Rasengan untuk menghentikan serangan pertama Obito yang sangat berbahaya.

Meski dengan itu Obito mundur, Kyubi tetap mengamuk. Minato kemudian memanggil Gamabunta dan menahannya sementara, tetapi tekanan chakra Kyubi terlalu besar. Desa Konoha berada di ujung kehancuran total.

3. Jurus Shiki Fujin dan Penyegelan Kyubi

Minato menyadari bahwa Kyubi tidak bisa dikalahkan dengan kekuatan biasa. Karena itu, ia memilih menggunakan Shiki Fujin, jurus—yang sejatinya—terlarang untuk menyegel separuh chakra Kyubi ke dalam dirinya.

Sementara, separuh chakra sisanya ia segel ke tubuh Naruto. Ia percaya bahwa suatu hari darah dagingnya ini akan tumbuh cukup kuat untuk mengendalikan kekuatan Kyubi dan membawa perubahan besar bagi dunia.

4. Tindakan Terakhir: Menyelamatkan Sang Anak

Saat Kyubi hendak menyerang Naruto yang masih bayi, Minato dan Kushina melindunginya dengan tubuh mereka sendiri. Tindakan itu membuat cakar Kyubi menembus mereka secara bersamaan dan menimbulkan luka fatal.

Keduanya menjadi begitu lemah, namun tetap berusaha menyegel sisa chakra ke dalam tubuh Naruto di detik-detik terakhir. Mereka ingin suatu hari bisa berbicara padanya, memberi nasihat dan cinta saat ia tumbuh dewasa.

5. Akhir Hidup Minato dan Kushina yang Penuh Arti

Minato Namikaze dan Kushina Uzumaki akhirnya wafat sebagai ninja sejati dan orang tua penuh cinta. Keduanya memilih mati agar Naruto, sang Jinchūriki, bisa hidup dan memiliki masa depan yang layak diperjuangkan.

Malam itu menjadi titik awal dari kisah Naruto Uzumaki: anak yatim yang tumbuh dalam kesendirian, lalu perlahan menapaki jalan untuk menjadi pahlawan desa Konoha dan pewaris tekad serta kekuatan kedua orang tuanya.

Itulah ringkasan penyebab kematian orang tua Naruto, tragedi yang menjadi fondasi kisah besar sang Jinchūriki. Agar lebih tergambar, silakan saksikan ulang adegan pentingnya melalui platform resmi. (NF)

Baca juga: 6 Episode Terbaik Naruto dengan Alur Cerita yang Seru