Profil Peserta Better Late Than Single, Para Motae-solo yang Siap Jatuh Cinta

Menyajikan informasi terkini seputar dunia sinema, mulai dari series, drakor, film, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Sinema Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Profil peserta Better Late Than Single menjadi daya tarik utama dari reality show Korea Selatan ini. Terdiri dari sejumlah orang dengan profesi berbeda, semuanya sama-sama motae-solo.
Menurut netflix.com, motae-solo adalah istilah Korea untuk menyebut seseorang yang belum pernah berpacaran sejak lahir, meski usia dan latar belakang—misal pekerjaannya—sudah mapan.
Acara ini tayang di Netflix sejak 8 Juli 2025. Dari episode pertama, para peserta langsung mencuri perhatian dan membuat penonton penasaran dengan karakter masing-masing individu.
Profil Peserta Better Late Than Single
Dari ribuan pelamar, beberapa lajang terpilih menjadi peserta utama program ini. Bagi yang penasaran, mengutip laman menurut laman meriacleire.com, berikut adalah profil peserta Better Late Than Single:
1. Noh Jae-yun
Noh Jae-yun adalah seniman VFX dan desainer 3D untuk TV, film, dan video game. Pria berusia 27 tahun ini dikenal sebagai pencinta anime yang pendiam dan sulit untuk didekati.
Di Better Late Than Single, ia bertekad untuk melatih kepercayaan diri agar bisa bicara lebih nyaman dengan wanita. Ia ingin terlihat tulus, sehingga bisa memulai hubungan pertama.
2. Kang Ji-su
Kang Ji-su adalah guru balet berusia 26 tahun yang dikenal sebagai pribadi rumahan dan belum pernah jatuh cinta. Masa remajanya banyak dihabiskan di sekolah khusus perempuan.
Di Better Late Than Single, Ji-su mengakui rasa canggung saat berinteraksi dengan pria. Ia ingin belajar menjalin relasi yang lebih alami dan mulai membuka diri pada ketertarikan.
3. Kim Seung-li
Kim Seung-li adalah pria asal Korea yang besar di Brasil dan kini bekerja di bidang pemasaran internasional. Berusia 27 tahun, ia dikenal fasih 4 bahasa dan punya aura percaya diri.
Di Better Late Than Single, ia ingin membuka diri pada budaya kencan Korea yang lebih ekspresif. Ia belajar menyeimbangkan sisi konservatifnya sambil mencari koneksi yang tulus.
4. Kim Yeo-myung
Kim Yeo-myung adalah mahasiswi 26 tahun jurusan manajemen bisnis yang dikenal ceria. Dijuluki “sunny bulldozer,” ia mulai mencari cinta setelah merasa ditinggal teman-teman.
Di Better Late Than Single, Yeo-myung menjalani transformasi fisik dan mental dengan penuh semangat. Ia mengaku siap menyatakan perasaan lebih dulu jika menyukai seseorang.
5. Kim Sang-ho
Kim Sang-ho adalah engineer berusia 27 tahun yang tumbuh di lingkungan serba laki-laki, dari sekolah hingga wamil. Ia dikenal suka minum, karaoke, dan berbagi tawa bersama teman.
Di Better Late Than Single, Sang-ho mengaku ingin mengubah gaya berpakaian dan merawat diri dengan lebih baik. Setelah turun hampir 20 kg, ia merasa percaya diri dan siap jatuh hati.
6. Lee Min-hong
Lee Min-hong adalah profesional di bidang fashion marketing. Berusia 28 tahun, ia sudah menjalani 20 - 30 kencan buta dalam tujuh bulan terakhir lewat dua biro jodoh pilihan ibunya.
Di Better Late Than Single, ia mencoba membuka diri meski dikenal sangat selektif. Ia berharap bisa mengenali kekuatan seseorang di balik kesan pertama yang kurang sesuai harapan.
7. Yi Do
Yi Do, 27 tahun, adalah mahasiswi pendidikan geografi di Seoul National University. Ia merupakan tutor termuda di institusinya, mengajar siswa SMA untuk persiapan ujian CSAT.
Di Better Late Than Single, Yi Do mengaku kerap berbicara terlalu cepat karena tuntutan kerja. Karena itu, ia ingin belajar untuk berbicara lebih kalem dan bisa membangun percakapan.
8. Ha Jeong-mok
Ha Jeong-mok adalah mahasiswa teknik biokimia berusia 26 tahun. Ia mengaku bergabung di acara dating ini atas dorongan saudara kembarnya yang kini sudah punya kekasih.
Di Better Late Than Single, ia ingin menemukan gaya pribadi setelah lama meniru pilihan pakaian sang kembar. Ia berharap penampilan baru bisa membantunya memulai hubungan pertama.
9. Park Ji-yeon
Ji-yeon, 26 tahun, adalah produser musik yang tumbuh besar di sekolah perempuan sejak SMP hingga kuliah. Ia menghindari pacaran karena pengalaman pribadi tentang sosok ayah.
Dalam Better Late Than Single, Ji-yeon mengikuti sesi terapi untuk menghadapi prasangka terhadap pria. Ia ingin membuka lembaran baru dan memulai hubungan romantis pertamanya.
10. Kang Hyun-kyu
Kang Hyun-kyu, 26 tahun, adalah mahasiswa kedokteran di Universitas Chung-Ang sekaligus mixologist paruh waktu. Ia tumbuh sebagai kutu buku yang jarang bersosialisasi sejak kecil.
Dalam Better Late Than Single, Hyun-kyu berusaha keluar dari cangkangnya dan mengatasi rasa gugup saat mendekati perempuan. Ia ingin lebih berani dan akhirnya menjalin hubungan.
Itulah profil peserta Better Late Than Single, yang siap mencari cinta untuk pertama kalinya. Saksikan aksi para motae-solo tersebut di Netflix setiap hari Selasa pukul 14.00 WIB! (NF)
Baca juga: Daftar Peserta Clash of Champions Season 2 dan Profil Singkatnya
