Siapa Yonko yang Ingin Dikalahkan Law? Ini Sosoknya di Anime One Piece

Menyajikan informasi terkini seputar dunia sinema, mulai dari series, drakor, film, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sinema Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapa Yonko yang ingin dikalahkan Law menjadi pertanyaan besar setelah pertempuran besar di dunia One Piece terus mengubah peta kekuatan.
Trafalgar D. Water Law, kapten dari Bajak Laut Hati, mengambil langkah besar setelah berpisah dari aliansi Topi Jerami. Keputusan ini membawanya langsung pada jalur konflik dengan salah satu kekuatan terbesar di lautan.
Persinggungannya dengan figur berbahaya ini mengubah nasib Law secara drastis dalam waktu yang sangat singkat.
Siapa Yonko yang Ingin Dikalahkan Law?
Siapa Yonko yang ingin dikalahkan Law? Jawabannya adalah Marshall D. Teach, atau yang lebih dikenal sebagai Blackbeard.
Dikutip dari laman screenrant.com, Law memilih jalur penuh risiko setelah meninggalkan Wano dan langsung menjadi target dari penyergapan Blackbeard, yang menantinya bersama dua komandan andalannya, Van Augur dan Jesus Burgess.
Pertempuran brutal ini dimulai di chapter 1063 dan mencapai titik tragis pada chapter 1081, saat kekuatan luar biasa Blackbeard menghancurkan kru bajak laut Hati.
Meskipun Law menggunakan kemampuan Ope Ope no Mi yang telah terbangun, kekuatannya tetap tidak mampu menandingi serangan gabungan musuhnya.
Situasi ini membuat banyak pihak terkejut karena Law sebelumnya dianggap berada di level yang setara dengan Luffy dan Kid setelah keberhasilannya di Wano.
Sisa harapan datang dari tindakan heroik Bepo, wakil kapten dari Bajak Laut Hati, yang meminum obat dari Chopper dan berubah menjadi wujud Sulong meski tanpa bulan purnama.
Dalam bentuk tersebut, ia berhasil menyelamatkan Law dari ambang kematian dan melarikan diri dari pertempuran.
Meski begitu, kapal selam miliknya telah dihancurkan dan nasib kru lainnya masih tidak jelas, menimbulkan spekulasi bahwa hanya Law dan Bepo yang selamat.
Peristiwa ini bukan hanya menandai kekalahan fisik, tetapi juga mengakhiri impian Law untuk mendekati posisi sebagai Raja Bajak Laut.
Alasan utama Law memilih Blackbeard sebagai target bukan semata-mata karena kekuatan, tetapi juga karena posisi strategis Blackbeard dalam perebutan Road Poneglyph.
Dengan dua salinan Road Poneglyph di tangannya, Blackbeard menjadi ancaman serius dalam persaingan menuju Laugh Tale. Kekalahan Law pun mengukuhkan posisi Teach sebagai musuh besar yang tidak bisa diabaikan.
Kekejaman Blackbeard dan kesuksesannya menghancurkan dua generasi bajak laut dalam waktu singkat, yaitu Kid dan Law, menandai transisi menuju akhir dari kisah One Piece.
Meski belum diperlihatkan kembali hingga saat ini, masih ada harapan bahwa Law akan kembali ke cerita utama. Ketiadaan adegan kematiannya secara eksplisit menjadi tanda bahwa Oda belum menyelesaikan peran pentingnya.
Apalagi, kekuatan Ope Ope no Mi yang berkaitan dengan keabadian menjadikan Law salah satu karakter dengan peran vital dalam konflik besar yang akan datang.
Kemungkinan besar, Law akan kembali bergabung dengan Luffy dalam konfrontasi terakhir melawan Blackbeard atau Pemerintah Dunia.
Akhir cerita Law tampaknya masih jauh dari selesai, tetapi kekalahan di tangan Yonko yang ingin dikalahkan Law memberi sinyal jelas bahwa One Piece telah memasuki fase paling berbahaya.
Jadi siapa Yonko yang ingin dikalahkan Law bukan sekadar pertanyaan, tetapi juga pengingat bahwa dunia bajak laut telah berubah drastis. (Khoirul)
Baca Juga: 10 Karakter One Piece yang Memiliki Nama D dan Perannya dalam Cerita
