Konten dari Pengguna

Sinopsis Film Princess Mononoke dan Pesan Moralnya

Sinema Update

Sinema Update

Menyajikan informasi terkini seputar dunia sinema, mulai dari series, drakor, film, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sinema Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sinopsis film Princess Mononoke. Foto: Unsplash/ Oleg Brovchenko
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sinopsis film Princess Mononoke. Foto: Unsplash/ Oleg Brovchenko

Sinopsis film Princess Mononoke menghadirkan sebuah kisah epik dari Studio Ghibli yang memadukan mitologi Jepang, fantasi, serta isu lingkungan yang relevan hingga sekarang.

Dikutip dari laman imdb.com, film karya Hayao Miyazaki dari Studio Ghibli ini pertama kali dirilis pada 1997 dan berlatar era Muromachi Jepang.

Film ini bukan hanya menyajikan visual indah khas Ghibli, tetapi juga mengajak penonton merenungkan hubungan antara manusia dengan alam.

Sinopsis Film Princess Mononoke

Ilustrasi sinopsis film Princess Mononoke. Foto: Unsplash/ Jakob Owens

Sinopsis film Princess Mononoke bermula dari pangeran muda bernama Ashitaka, pewaris terakhir suku Emishi, yang terkena kutukan setelah melawan dewa babi hutan yang berubah menjadi iblis.

Untuk mencari obat, Ashitaka melakukan perjalanan ke barat dan akhirnya tiba di sebuah wilayah yang tengah dilanda konflik besar antara manusia dan roh hutan.

Di sana ia menemukan Kota Besi (Irontown) yang dipimpin oleh Lady Eboshi, seorang pemimpin ambisius yang membangun kekuatan manusia melalui penambangan besi, tetapi juga dikenal melindungi masyarakat terpinggirkan.

Di sisi lain, hutan dijaga oleh roh-roh besar, termasuk Moro, serigala agung yang membesarkan seorang gadis bernama San, atau yang dikenal sebagai Princess Mononoke. San sangat membenci manusia karena merusak alam, dan ia memimpin perlawanan bersama para roh untuk mempertahankan hutan.

Konflik pun semakin memanas ketika Lady Eboshi berusaha membunuh Shishigami, dewa hutan yang diyakini sebagai sumber kehidupan.

Ashitaka yang terjebak di antara dua pihak berusaha menjadi penengah dan mencari jalan damai, meski kutukan dalam dirinya semakin memburuk

Bagian akhir film menunjukkan kehancuran besar akibat keserakahan manusia. Namun, ketika roh hutan dipulihkan, kutukan Ashitaka terangkat, dan Kota Besi bertekad dibangun kembali dengan cara yang lebih harmonis.

San memilih tetap hidup di hutan, sementara Ashitaka tinggal di Irontown untuk membantu perbaikan. Meskipun mereka tidak hidup bersama, keduanya sepakat menjaga hubungan baik, melambangkan kompromi antara manusia dan alam.

Pesan Moral Film Princess Mononoke

Ilustrasi sinopsis film Princess Mononoke. Foto: Unsplash//Valery Tenevoy

Pesan moral utama dari Princess Mononoke adalah tentang keseimbangan antara manusia dan alam. Miyazaki menggambarkan bahwa eksploitasi berlebihan akan membawa kehancuran, tetapi dengan pengertian dan empati, manusia dapat hidup berdampingan dengan lingkungan.

Selain itu, film ini menegaskan bahwa tidak ada pihak yang sepenuhnya jahat atau sepenuhnya benar. Lady Eboshi, meski merusak hutan, sebenarnya peduli pada orang-orang terpinggirkan.

San, meski keras terhadap manusia, memperjuangkan kelestarian hutan dengan tulus. Ashitaka hadir sebagai simbol perdamaian, menunjukkan pentingnya memahami dua sisi konflik sebelum mengambil keputusan.

Pada akhirnya, Princess Mononoke memberikan pelajaran berharga bahwa harmoni hanya bisa tercapai jika manusia menyadari tanggung jawabnya menjaga alam.

Bukan tentang siapa yang menang dalam peperangan, melainkan bagaimana kompromi bisa melahirkan masa depan yang lebih baik bagi semua makhluk. (Yolan)

Baca juga: Sinopsis Fantasy Island: Film Pulau Misterius yang Tayang di Bioskop Hari Ini