Konten dari Pengguna

Soundtrack Call Me by Your Name yang Bikin Suasana Tambah Emosional

Sinema Update

Sinema Update

Menyajikan informasi terkini seputar dunia sinema, mulai dari series, drakor, film, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sinema Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Soundtrack Call Me by Your Name. Foto: Pixabay.com/delphinmedia
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Soundtrack Call Me by Your Name. Foto: Pixabay.com/delphinmedia

Soundtrack Call Me by Your Name menjadi salah satu aspek paling menonjol dalam film yang menggambarkan romansa musim panas tahun 1983 di Italia utara tersebut.

Film Call Me by Your Name tidak hanya memikat dari segi cerita, tetapi juga dikenal karena kekuatan emosional dari soundtrack-nya.

Keindahan musik yang mengalun dalam film ini menjadi jembatan emosional antara adegan, karakter, dan penonton yang terlarut dalam suasana tahun 1980-an di Italia.

Soundtrack Call Me by Your Name

Ilustrasi Soundtrack Call Me by Your Name. Foto: Pixabay.com/Sammy-Sander

Soundtrack Call Me by Your Name menghadirkan perpaduan antara musik klasik, pop tahun 1980-an, dan komposisi orisinal yang memunculkan rasa nostalgia dan keintiman.

Komposisi yang dipilih mencerminkan kondisi psikologis karakter dan pergolakan batin yang muncul sepanjang cerita. Berikut adalah beberapa lagu yang menjadi sorotan penting dalam film tersebut, dikutip dari imdb.com.

1. Mystery of Love – Sufjan Stevens

Lagu ini menggambarkan sisi lembut dan rapuh dari cinta pertama yang menyelinap dalam kehidupan Elio.

Dengan aransemen musik yang sederhana dan lirik puitis, Mystery of Love menangkap momen kerentanan serta kehangatan yang timbul antara Elio dan Oliver selama musim panas. Berikut adalah lirik lagunya.

Oh, to see without my eyes

The first time that you kissed me

Boundless by the time I cried

I built your walls around me

White noise, what an awful sound

Fumbling by Rogue River

Feel my feet above the ground

Hand of God, deliver me

Oh, oh woe-oh-woah is me

The first time that you touched me

Oh, will wonders ever cease?

Blessed be the mystery of love

Lord, I no longer believe

Drowned in living waters

Cursed by the love that I received

From my brother's daughter

Like Hephaestion, who died

Alexander's lover

Now my riverbed has dried

Shall I find no other?

Oh, oh woe-oh-woah is me

I'm running like a plover

Now I'm prone to misery

The birthmark on your shoulder reminds me

How much sorrow can I take?

Blackbird on my shoulder

And what difference does it make

When this love is over?

Shall I sleep within your bed?

River of unhappiness

Hold your hands upon my head

'Til I breathe my last breath

Oh, oh woe-oh-woah is me

The last time that you touched me

Oh, will wonders ever cease?Blessed be the mystery of love

2. Love My Way – The Psychedelic Furs

Digunakan dalam sebuah adegan pesta yang tak terlupakan, lagu ini menyuarakan semangat kebebasan dan pemberontakan.

Irama upbeat dan gaya new wave dari lagu ini mencerminkan atmosfer 1980-an sekaligus menyorot kegembiraan sekaligus kegelisahan masa remaja. Berikut adalah lirik lagunya.

There's an army on the dance floor

It's a fashion with a gun, my love

In a room without a door

A kiss is not enough in

Love my way, it's a new road

I follow where my mind goes, they'd put us on a railroad

They'd dearly make us pay for laughing in their faces and making it our way

There's emptiness behind their eyes, there's dust in all their hearts

They just want to steal us all and take us all apart, but not in

Love my way, it's a new road

I follow where my mind goes

Love my way, it's a new road

I follow where my mind goes

Love my way, it's a new road

I follow where my mind goes, so swallow all your tears, my love

And put on your new face

You can never win or lose, if you don't run the race

Yeahhh, yeahhh, yeahhh

Aw ooh, aw ooh, aw ooh, aw ooh

3. Visions of Gideon – Sufjan Stevens

Ditampilkan di bagian akhir film, lagu ini membungkus keseluruhan emosi yang dialami Elio dalam satu komposisi menyayat.

Suara lirih dan minimalis menekankan rasa kehilangan serta refleksi batin setelah perpisahan dengan Oliver. Berikut adalah lirik lagunya.

I have loved you for the last time

Is it a video? Is it a video?

I have touched you for the last time

Is it a video? Is it a video?

For the love, for laughter, I flew up to your arms

Is it a video? Is it a video?

For the love, for laughter, I flew up to your arms

Is it a video? Is it a video?

Is it a video?

I have loved you for the last time

Visions of Gideon, visions of Gideon

And I have kissed you for the last time

Visions of Gideon, visions of Gideon

For the love, for laughter, I flew up to your arms

Is it a video? (Is it a video?) Is it a video? (Is it a video?)

For the love, for laughter, I flew up to your arms

Is it a video? (Is it a video?) Is it a video? (Is it a video?)

For the love, for laughter, I flew up to your arms

Visions of Gideon (visions of Gideon), visions of Gideon (visions of Gideon)

For the love, for laughter, I flew up to your arms

Visions of Gideon (visions of Gideon), visions of Gideon (visions of Gideon), visions of Gideon

Visions of Gideon, visions of Gideon, visions of Gideon

Visions of Gideon, visions of Gideon, visions of Gideon

Visions of Gideon (is it a video?), visions of Gideon (is it a video?), visions of Gideon

Visions of Gideon (is it a video?), visions of Gideon (is it a video?), visions of Gideon

(Is it a video?) (is it a video?) (is it a video?)

Selain tiga lagu di atas, beberapa karya klasik juga memperkuat nuansa emosional film, seperti Hallelujah Junction karya John Adams dan Capriccio on the Departure of His Beloved Brother karya Johann Sebastian Bach.

Kedua karya ini digunakan untuk menggambarkan kecintaan Elio terhadap musik klasik dan menciptakan kedalaman karakter secara musikal.

Lagu Lady Lady Lady yang dinyanyikan Joe Esposito menyuntikkan sentuhan retro khas era 80-an, sementara M.A.Y. in the Backyard dari Ryuichi Sakamoto memperkuat atmosfer tenang dan reflektif dari latar villa musim panas.

J’Adore Venise oleh Loredana Bertè pun menyatu dengan adegan-adegan ringan penuh nuansa Italia, menghidupkan latar tempat dan waktu secara autentik.

Penempatan musik dalam film ini bukan hanya sekadar pelengkap suasana, tetapi menjadi elemen naratif yang kuat. Setiap nada dan lirik membawa pesan tersembunyi yang menyatu dengan perkembangan karakter.

Hal ini membuat soundtrack Call Me by Your Name menjadi salah satu yang paling berkesan dalam sinema kontemporer. (Shofia)

Baca Juga: Link Nonton Dandadan Season 2 secara Legal dan Sinopsisnya