Soundtrack Call Me by Your Name yang Bikin Suasana Tambah Emosional

Menyajikan informasi terkini seputar dunia sinema, mulai dari series, drakor, film, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Sinema Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Soundtrack Call Me by Your Name menjadi salah satu aspek paling menonjol dalam film yang menggambarkan romansa musim panas tahun 1983 di Italia utara tersebut.
Film Call Me by Your Name tidak hanya memikat dari segi cerita, tetapi juga dikenal karena kekuatan emosional dari soundtrack-nya.
Keindahan musik yang mengalun dalam film ini menjadi jembatan emosional antara adegan, karakter, dan penonton yang terlarut dalam suasana tahun 1980-an di Italia.
Soundtrack Call Me by Your Name
Soundtrack Call Me by Your Name menghadirkan perpaduan antara musik klasik, pop tahun 1980-an, dan komposisi orisinal yang memunculkan rasa nostalgia dan keintiman.
Komposisi yang dipilih mencerminkan kondisi psikologis karakter dan pergolakan batin yang muncul sepanjang cerita. Berikut adalah beberapa lagu yang menjadi sorotan penting dalam film tersebut, dikutip dari imdb.com.
1. Mystery of Love – Sufjan Stevens
Lagu ini menggambarkan sisi lembut dan rapuh dari cinta pertama yang menyelinap dalam kehidupan Elio.
Dengan aransemen musik yang sederhana dan lirik puitis, Mystery of Love menangkap momen kerentanan serta kehangatan yang timbul antara Elio dan Oliver selama musim panas. Berikut adalah lirik lagunya.
Oh, to see without my eyes
The first time that you kissed me
Boundless by the time I cried
I built your walls around me
White noise, what an awful sound
Fumbling by Rogue River
Feel my feet above the ground
Hand of God, deliver me
Oh, oh woe-oh-woah is me
The first time that you touched me
Oh, will wonders ever cease?
Blessed be the mystery of love
Lord, I no longer believe
Drowned in living waters
Cursed by the love that I received
From my brother's daughter
Like Hephaestion, who died
Alexander's lover
Now my riverbed has dried
Shall I find no other?
Oh, oh woe-oh-woah is me
I'm running like a plover
Now I'm prone to misery
The birthmark on your shoulder reminds me
How much sorrow can I take?
Blackbird on my shoulder
And what difference does it make
When this love is over?
Shall I sleep within your bed?
River of unhappiness
Hold your hands upon my head
'Til I breathe my last breath
Oh, oh woe-oh-woah is me
The last time that you touched me
Oh, will wonders ever cease?Blessed be the mystery of love
2. Love My Way – The Psychedelic Furs
Digunakan dalam sebuah adegan pesta yang tak terlupakan, lagu ini menyuarakan semangat kebebasan dan pemberontakan.
Irama upbeat dan gaya new wave dari lagu ini mencerminkan atmosfer 1980-an sekaligus menyorot kegembiraan sekaligus kegelisahan masa remaja. Berikut adalah lirik lagunya.
There's an army on the dance floor
It's a fashion with a gun, my love
In a room without a door
A kiss is not enough in
Love my way, it's a new road
I follow where my mind goes, they'd put us on a railroad
They'd dearly make us pay for laughing in their faces and making it our way
There's emptiness behind their eyes, there's dust in all their hearts
They just want to steal us all and take us all apart, but not in
Love my way, it's a new road
I follow where my mind goes
Love my way, it's a new road
I follow where my mind goes
Love my way, it's a new road
I follow where my mind goes, so swallow all your tears, my love
And put on your new face
You can never win or lose, if you don't run the race
Yeahhh, yeahhh, yeahhh
Aw ooh, aw ooh, aw ooh, aw ooh
3. Visions of Gideon – Sufjan Stevens
Ditampilkan di bagian akhir film, lagu ini membungkus keseluruhan emosi yang dialami Elio dalam satu komposisi menyayat.
Suara lirih dan minimalis menekankan rasa kehilangan serta refleksi batin setelah perpisahan dengan Oliver. Berikut adalah lirik lagunya.
I have loved you for the last time
Is it a video? Is it a video?
I have touched you for the last time
Is it a video? Is it a video?
For the love, for laughter, I flew up to your arms
Is it a video? Is it a video?
For the love, for laughter, I flew up to your arms
Is it a video? Is it a video?
Is it a video?
I have loved you for the last time
Visions of Gideon, visions of Gideon
And I have kissed you for the last time
Visions of Gideon, visions of Gideon
For the love, for laughter, I flew up to your arms
Is it a video? (Is it a video?) Is it a video? (Is it a video?)
For the love, for laughter, I flew up to your arms
Is it a video? (Is it a video?) Is it a video? (Is it a video?)
For the love, for laughter, I flew up to your arms
Visions of Gideon (visions of Gideon), visions of Gideon (visions of Gideon)
For the love, for laughter, I flew up to your arms
Visions of Gideon (visions of Gideon), visions of Gideon (visions of Gideon), visions of Gideon
Visions of Gideon, visions of Gideon, visions of Gideon
Visions of Gideon, visions of Gideon, visions of Gideon
Visions of Gideon (is it a video?), visions of Gideon (is it a video?), visions of Gideon
Visions of Gideon (is it a video?), visions of Gideon (is it a video?), visions of Gideon
(Is it a video?) (is it a video?) (is it a video?)
Selain tiga lagu di atas, beberapa karya klasik juga memperkuat nuansa emosional film, seperti Hallelujah Junction karya John Adams dan Capriccio on the Departure of His Beloved Brother karya Johann Sebastian Bach.
Kedua karya ini digunakan untuk menggambarkan kecintaan Elio terhadap musik klasik dan menciptakan kedalaman karakter secara musikal.
Lagu Lady Lady Lady yang dinyanyikan Joe Esposito menyuntikkan sentuhan retro khas era 80-an, sementara M.A.Y. in the Backyard dari Ryuichi Sakamoto memperkuat atmosfer tenang dan reflektif dari latar villa musim panas.
J’Adore Venise oleh Loredana Bertè pun menyatu dengan adegan-adegan ringan penuh nuansa Italia, menghidupkan latar tempat dan waktu secara autentik.
Penempatan musik dalam film ini bukan hanya sekadar pelengkap suasana, tetapi menjadi elemen naratif yang kuat. Setiap nada dan lirik membawa pesan tersembunyi yang menyatu dengan perkembangan karakter.
Hal ini membuat soundtrack Call Me by Your Name menjadi salah satu yang paling berkesan dalam sinema kontemporer. (Shofia)
Baca Juga: Link Nonton Dandadan Season 2 secara Legal dan Sinopsisnya
