Konten dari Pengguna

Untung Besar, Produksi Sebanyak-banyaknya?

Sirojudin Alidrus Ali Mubarok

Sirojudin Alidrus Ali Mubarok

Mahasiswa universitas Pamulang

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sirojudin Alidrus Ali Mubarok tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi Riset Operasi Linear Programing Metode Grafik Fungsi Tujuan Maksimum (sumber: https://pixabay.com/id/illustrations/bisnis-riset-komputasi-grafik-6602833/)
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi Riset Operasi Linear Programing Metode Grafik Fungsi Tujuan Maksimum (sumber: https://pixabay.com/id/illustrations/bisnis-riset-komputasi-grafik-6602833/)

Kalau sebuah perusahaan ingin mendapatkan keuntungan maksimal, apakah jawabannya cukup dengan memproduksi sebanyak-banyaknya?

Pertanyaan tersebut terlihat sederhana, tetapi dalam praktik bisnis jawabannya tidak selalu demikian. Setiap perusahaan memiliki keterbatasan. Ada bahan baku yang jumlahnya terbatas, waktu kerja yang harus dibagi, kapasitas mesin yang tidak bisa digunakan tanpa batas, serta modal yang harus diperhitungkan. Karena itu, keputusan mengenai jumlah produksi membutuhkan perhitungan yang tepat.

di sinilah konsep Linear Programming menjadi menarik. Program linear merupakan salah satu metode dalam riset operasi yang dapat membantu perusahaan mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk memperoleh hasil yang optimal. Tujuannya dapat berupa memaksimalkan keuntungan atau meminimalkan biaya.

Salah satu cara yang dapat digunakan adalah metode grafik. Metode ini cocok untuk persoalan yang memiliki dua variabel keputusan. Misalnya, sebuah perusahaan mebel harus menentukan jumlah meja dan kursi yang akan diproduksi. Perusahaan tersebut memiliki waktu yang terbatas untuk proses pemotongan dan penghalusan. Setiap produk membutuhkan waktu pengerjaan yang berbeda.

Masalahnya, perusahaan tidak mungkin menggunakan seluruh waktunya hanya untuk membuat produk yang memberikan keuntungan paling besar per unit. Jika dilakukan tanpa memperhatikan keterbatasan sumber daya, keputusan tersebut belum tentu menghasilkan keuntungan keseluruhan yang paling tinggi.

Dengan metode grafik, setiap keterbatasan dapat dituangkan ke dalam fungsi kendala. Setelah itu, fungsi tersebut digambarkan untuk menentukan feasible region atau daerah layak. Dari daerah tersebut dapat ditemukan beberapa titik yang memungkinkan menjadi pilihan produksi. Setiap titik kemudian dibandingkan berdasarkan fungsi tujuan untuk melihat kombinasi yang memberikan keuntungan paling optimal.

Contoh dalam materi menunjukkan hal tersebut dengan cukup jelas. Perusahaan mebel memiliki dua pilihan produk, yaitu meja dan kursi. Setelah berbagai titik yang berada dalam daerah layak dihitung, kombinasi 12 meja dan 6 kursi menghasilkan keuntungan sebesar $132. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan kombinasi lain yang diuji.

pelajaran penting dari contoh tersebut bukan hanya bagaimana menghitung keuntungan maksimum. Lebih dari itu, kita belajar bahwa keputusan bisnis harus mempertimbangkan keterbatasan yang ada. Produksi yang lebih banyak belum tentu berarti keuntungan yang lebih besar.

Hal ini juga dapat diterapkan pada usaha kecil. Seorang pemilik usaha mungkin hanya memiliki modal terbatas, tenaga kerja yang sedikit, atau waktu produksi yang terbatas. Dalam kondisi seperti itu, menentukan produk mana yang harus diprioritaskan menjadi keputusan penting.

Pada akhirnya, menjalankan bisnis bukan sekadar mengejar jumlah produksi atau penjualan sebanyak mungkin. Yang lebih penting adalah bagaimana sumber daya yang tersedia digunakan secara tepat. Linear Programming memberikan gambaran bahwa keterbatasan bukan selalu menjadi hambatan, tetapi dapat menjadi dasar untuk membuat keputusan yang lebih terukur dan rasional.

Oleh: Sirojudin Alidrus Ali M, Riky sulistiadi, Moch Ramdani A. Mahasiswa Manajemen Sumber Daya Manusia Universitas Pamulang.