Konten dari Pengguna

"Kalau Bukan Aku, Siapa Lagi?" Konflik Batik Anak Tunggal Saat Beranjak Dewasa

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sissya Ailsa Chikal Bahri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Katanya jadi anak tunggal enak karena lebih dimanja. Padahal, di balik itu ada ekspektasi, tekanan, dan tanggung jawab yang harus dipikul sendirian. Sumber:AI
zoom-in-whitePerbesar
Katanya jadi anak tunggal enak karena lebih dimanja. Padahal, di balik itu ada ekspektasi, tekanan, dan tanggung jawab yang harus dipikul sendirian. Sumber:AI

“Kamu kan anak satu-satunya.”

Buat sebagian orang, kalimat itu terdengar biasa. Tapi bagi anak tunggal, kadang kalimat tersebut terasa seperti pengingat bahwa ada banyak hal yang harus mereka pikirkan sendiri.

Memasuki usia dewasa, Gen Z mulai dihadapkan dengan berbagai pilihan. Kuliah, kerja, karier, hubungan, sampai keinginan untuk hidup mandiri. Di tengah fase quarter life crisis, mereka masih berusaha mencari tahu sebenarnya ingin jadi apa dan menjalani hidup seperti apa.

Di satu sisi, ingin bebas menentukan jalan sendiri. Tapi di sisi lain, ada orang tua yang harus dipikirkan.

Mau merantau, kepikiran orang tua. Mau mengambil keputusan yang berbeda dari keinginan keluarga, takut mengecewakan. Bahkan ketika sedang merasa gagal, ada tekanan untuk tetap terlihat kuat karena merasa dirinya adalah satu-satunya harapan keluarga.

Pola parenting yang penuh perhatian juga kadang membuat anak tunggal terbiasa merasa bertanggung jawab terhadap banyak hal. Bukan berarti orang tua selalu menuntut, tetapi ekspektasi itu bisa muncul dari pikiran sendiri.

“Kalau aku gagal, siapa yang bisa diandalkan?”

Pertanyaan seperti itu mungkin nggak pernah diucapkan, tetapi sering muncul ketika mulai memasuki usia dewasa.

Menjadi mandiri bukan berarti harus bisa menghadapi semuanya sendirian. Dan menjadi anak tunggal juga bukan berarti harus memenuhi semua harapan orang tua.

Mungkin, bagian tersulit dari menjadi dewasa adalah belajar membangun hidup sendiri tanpa merasa bersalah karena memilih jalan yang berbeda dari keluarga.