Konten dari Pengguna

Kesalahan Swamedikasi dapat Berujung Kematian?

Siswinara Adhiestanya Imani

Siswinara Adhiestanya Imani

Mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Siswinara Adhiestanya Imani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesehatan merupakan bagian penting yang selalu diutamakan dalam setiap kehidupan manusia. Setiap individu selalu membutuhkan kesehatan agar dapat menjalani kehidupan sehari-hari. Kesehatan adalah kondisi sejahtera dari fisik, sosial, dan mental yang mendukung keproduktifan seseorang dalam menjalani kehidupannya. Setiap individu yang sedang sakit akan melakukan berbagai usaha agar dirinya dapat pulih kembali. Usaha tersebut dapat dilakukan dengan berkonsultasi kepada dokter atau mengobati diri secara mandiri yang disebut dengan swamedikasi.

Ilustrasi Obat-obatan (Sumber : shutterstock.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Obat-obatan (Sumber : shutterstock.com)

Swamedikasi merupakan suatu tindakan yang dilakukan untuk menangani gejala penyakit secara mandiri dengan menggunakan obat yang tidak disertai dengan resep dokter. Prevalensi swamedikasi cenderung meningkat di setiap tahunnya. Rata-rata masyarakat yang melalukan swamedikasi menganggap bahwa perilaku swamedikasi dapat menghemat waktu dan biaya pembelian obat karena mereka tidak perlu menemui dokter di rumah sakit. Sebagian besar masyarakat selalu melakukan swamedikasi saat sakit bergejala ringan, misalnya batuk, flu, dan demam. Meskipun bergejala ringan, penyakit tersebut dapat menjadi sesuatu yang berbahaya apabila tidak ditangani dengan tepat.

Swamedikasi bukan merupakan hal yang dapat dianggap remeh karena sering kali terjadi kesalahan pengobatan yang disebabkan minimnya pengetahuan masyarakat terhadap obat-obatan. Swamedikasi yang tidak dilakukan dengan benar dapat menimbulkan kerugian, salah satu contohnya dapat berakibat pada munculnya penyakit baru. Swamedikasi akan sangat berisiko jika pasien salah mendiagnosis dan tidak mengetahui tentang cara kerja obat yang dikonsumsi.

Beberapa bahaya yang ditimbulkan jika terjadi kesalahan swamedikasi di antaranya timbul efek samping obat yang berbahaya, terjadi interaksi obat yang tidak diharapkan di dalam tubuh, penyakit menjadi lebih parah karena dosis yang digunakan tidak tepat, bahkan kematian. Dosis obat yang terlalu sedikit berdampak pada kesembuhan yang tak kunjung didapatkan. Namun, penggunaan dosis obat yang terlalu banyak atau overdose dapat mengubah obat menjadi racun. Hal tersebut tentu sangat berbahaya bagi tubuh karena dapat menimbulkan kematian. Oleh karena itu, sebaiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter dan apoteker sebelum melakukan swamedikasi.

Penulis : Siswinara Adhiestanya Imani (Mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga)