Memahami Konsep Dasar Akhlak Tasawuf dalam Kehidupan Sehari-hari

Mahasiswi S1 ekonomi syariah universitas Pamulang
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari SITI AISYAH tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di tengah perkembangan zaman yang serba cepat, manusia sering dihadapkan pada berbagai persoalan moral. Kemajuan teknologi memang memudahkan kehidupan, tetapi tidak selalu diiringi dengan kemajuan akhlak. Fenomena seperti hilangnya rasa hormat, maraknya ujaran kebencian, perilaku tidak jujur, hingga lunturnya kepedulian sosial menjadi bukti bahwa manusia tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual, tetapi juga pembinaan hati dan akhlak.
Dalam Islam, pembinaan akhlak tidak dapat dipisahkan dari tasawuf. Tasawuf mengajarkan manusia untuk membersihkan hati, mendekatkan diri kepada Allah Swt., serta membentuk perilaku yang mulia dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, memahami konsep dasar akhlak tasawuf menjadi sangat penting agar manusia mampu menjalani kehidupan dengan seimbang antara hubungan kepada Allah dan hubungan kepada sesama manusia.
Pengertian Akhlak Tasawuf
Secara bahasa, akhlak berasal dari kata khuluq yang berarti perangai, tingkah laku, atau tabiat. Akhlak merupakan sifat yang tertanam dalam diri seseorang sehingga melahirkan perbuatan secara spontan tanpa dipikirkan terlebih dahulu.
Sementara itu, tasawuf adalah ilmu yang membahas tentang penyucian jiwa, pengendalian hawa nafsu, dan upaya mendekatkan diri kepada Allah Swt. melalui ibadah dan perilaku yang baik.
Dengan demikian, akhlak tasawuf dapat dipahami sebagai usaha membentuk kepribadian manusia yang mulia melalui pembersihan hati dan pendekatan spiritual kepada Allah Swt. Akhlak tasawuf tidak hanya menekankan pada perilaku lahiriah, tetapi juga kebersihan batin dan keikhlasan dalam berbuat.
Perbedaan Akhlak, Moral, Etika, dan Susila
Dalam kehidupan sehari-hari, istilah akhlak, moral, etika, dan susila sering dianggap sama. Padahal, keempatnya memiliki perbedaan mendasar.
1. Akhlak
Akhlak bersumber dari ajaran Islam, yaitu Al-Qur’an dan hadis. Penilaian baik atau buruk didasarkan pada ketentuan Allah Swt. dan Rasul-Nya. Contohnya adalah kejujuran, amanah, sabar, dan rendah hati.
2. Moral
Moral berkaitan dengan aturan atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Moral dipengaruhi oleh budaya dan lingkungan sosial. Sesuatu yang dianggap baik di suatu tempat belum tentu dianggap baik di tempat lain.
3. Etika
Etika berasal dari pemikiran filsafat yang membahas tentang baik dan buruk berdasarkan rasio atau akal manusia. Etika sering digunakan dalam dunia profesi, seperti etika bisnis, etika komunikasi, dan etika pendidikan.
4. Susila
Susila berarti perilaku yang sopan, santun, dan sesuai norma kesopanan dalam masyarakat. Susila lebih menekankan pada tata krama dan adab dalam pergaulan.
Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa akhlak memiliki cakupan yang lebih luas karena tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan sesama, tetapi juga hubungan manusia dengan Allah Swt.
Ruang Lingkup Akhlak Tasawuf
Akhlak tasawuf memiliki ruang lingkup yang sangat luas karena mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Ruang lingkup tersebut antara lain:
1. Akhlak kepada Allah Swt.
Akhlak kepada Allah diwujudkan melalui keimanan, ketakwaan, keikhlasan, tawakal, syukur, dan sabar. Seorang muslim harus meyakini bahwa segala nikmat berasal dari Allah dan hanya kepada-Nya manusia bergantung.
2. Akhlak kepada Diri Sendiri
Manusia harus menjaga dirinya dengan perilaku yang baik, seperti jujur, disiplin, menjaga kesehatan, dan menjauhi perbuatan maksiat. Menghargai diri sendiri merupakan bagian dari akhlak yang baik.
3. Akhlak kepada Sesama Manusia
Islam mengajarkan umatnya untuk menghormati orang tua, menyayangi keluarga, menghargai teman, menolong sesama, dan menjaga hubungan sosial dengan baik.
4. Akhlak kepada Lingkungan
Manusia juga memiliki tanggung jawab menjaga alam dan lingkungan sekitar. Tidak merusak alam, menjaga kebersihan, dan memanfaatkan sumber daya secara bijak merupakan bagian dari akhlak Islam.
Faktor-Faktor Pembentukan Akhlak
Akhlak seseorang tidak terbentuk begitu saja, tetapi dipengaruhi oleh beberapa faktor penting, yaitu:
1. Faktor Keluarga
Keluarga merupakan tempat pendidikan pertama bagi anak. Orang tua yang memberikan contoh baik akan membentuk karakter anak yang baik pula.
2. Faktor Lingkungan
Lingkungan pergaulan sangat mempengaruhi perilaku seseorang. Berteman dengan orang yang baik akan membawa pengaruh positif terhadap akhlak.
3. Faktor Pendidikan
Pendidikan formal maupun nonformal berperan penting dalam membentuk moral dan kepribadian seseorang. Guru bukan hanya mengajar ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak.
4. Faktor Kebiasaan
Perbuatan yang dilakukan secara terus-menerus akan menjadi kebiasaan dan akhirnya membentuk karakter seseorang.
5. Faktor Spiritual
Kedekatan seseorang kepada Allah Swt. melalui ibadah dan dzikir akan membantu membersihkan hati dan memperbaiki perilaku.
Metode Pembentukan Akhlak dalam Tasawuf
Tasawuf memiliki beberapa metode dalam membentuk akhlak manusia agar menjadi pribadi yang lebih baik, di antaranya:
1. Tazkiyatun Nafs (Penyucian Jiwa)
Manusia diajarkan membersihkan hati dari sifat buruk seperti iri, sombong, dan dengki agar hati menjadi tenang dan bersih.
2. Mujahadah
Mujahadah adalah bersungguh-sungguh melawan hawa nafsu dan membiasakan diri melakukan kebaikan walaupun terasa berat.
3. Riyadhah
Riyadhah berarti latihan spiritual, seperti memperbanyak ibadah, dzikir, puasa sunnah, dan membaca Al-Qur’an untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.
4. Keteladanan
Akhlak dapat dibentuk melalui contoh yang baik. Rasulullah saw. merupakan teladan utama dalam pembentukan akhlak mulia.
5. Pembiasaan
Membiasakan perilaku baik sejak dini, seperti berkata jujur, disiplin, dan menghormati orang lain, akan membentuk karakter yang kuat.
Pentingnya Akhlak Tasawuf di Era Modern
Di era modern saat ini, manusia sering mengalami krisis moral akibat pengaruh media sosial, gaya hidup individualis, dan lemahnya kontrol diri. Oleh karena itu, akhlak tasawuf sangat relevan diterapkan dalam kehidupan modern karena mampu menjadi solusi dalam membangun karakter manusia yang beriman, beradab, dan bertanggung jawab.
Tasawuf mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya diperoleh dari materi, tetapi juga dari ketenangan hati dan kedekatan kepada Allah Swt. Seseorang yang memiliki akhlak baik akan lebih dihormati, dipercaya, dan mampu menciptakan lingkungan yang harmonis.
Kesimpulan
Akhlak tasawuf merupakan ajaran penting dalam Islam yang bertujuan membentuk manusia berkepribadian mulia melalui penyucian hati dan pengendalian diri. Akhlak berbeda dengan moral, etika, dan susila karena akhlak bersumber langsung dari ajaran Islam.
Ruang lingkup akhlak mencakup hubungan manusia dengan Allah, diri sendiri, sesama manusia, dan lingkungan. Pembentukan akhlak dipengaruhi oleh keluarga, pendidikan, lingkungan, kebiasaan, dan spiritualitas. Sementara itu, metode pembentukan akhlak dalam tasawuf dilakukan melalui penyucian jiwa, latihan spiritual, keteladanan, dan pembiasaan.
