Menghidupkan Kembali Bakti kepada Orang Tua di Zaman Modern

Mahasiswi S1 ekonomi syariah universitas Pamulang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari SITI AISYAH tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup modern, hubungan antara anak dan orang tua sering kali menghadapi berbagai tantangan. Kesibukan pekerjaan, pendidikan, dan penggunaan teknologi dapat mengurangi komunikasi dalam keluarga. Padahal, dalam ajaran Islam, berbakti kepada orang tua atau birrul walidain merupakan salah satu bentuk akhlak mulia yang memiliki kedudukan sangat tinggi setelah perintah untuk beribadah kepada Allah Swt.

Makna Birrul Walidain
Secara bahasa, birrul walidain berasal dari kata al-birr yang berarti kebaikan, sedangkan al-walidain berarti kedua orang tua. Maka, Birrul walidain berarti berbuat baik, menghormati, menaati, menyayangi, dan memperlakukan kedua orang tua dengan penuh kasih sayang. Sikap ini menjadi wujud rasa syukur atas pengorbanan dan kasih sayang orang tua sejak seorang anak dilahirkan.
Allah Swt. Telah menegaskan pentingnya berbakti kepada orang tua dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam Surah Al-Isra ayat 23 yang menjelaskan bahwa seorang anak tidak boleh berkata kasar kepada kedua orang tuanya, bahkan tidak boleh mengucapkan kata “ah” sebagai bentuk rasa kesal.
Tantangan Berbakti di Era Modern
Di era modern memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan, namun juga menghadirkan tantangan baru dalam menjaga hubungan keluarga. Banyak anak yang tinggal jauh dari orang tuanya karena pendidikan atau pekerjaan sehingga waktu bersama menjadi terbatas. Selain itu, kesibukan dan kecanduan teknologi dapat menyebabkan berkurangnya perhatian terhadap orang tua.
Namun, berbakti kepada orang tua tidak selalu harus dilakukan dengan memberikan materi. Hal-hal sederhana seperti menyapa mereka setiap hari, mendengarkan cerita dan keluh kesah mereka, membantu pekerjaan rumah, mendoakan mereka, serta menjaga tutur kata yang baik merupakan bentuk nyata dari birrul walidain.
Perkembangan zaman memang membuat banyak anak tinggal jauh dari orang tua karena pendidikan maupun pekerjaan. Namun jarak dan kesibukan bukan alasan untuk mengurangi rasa hormat dan perhatian kepada mereka.
Menghidupkan Kembali Nilai Birrul Walidain
Untuk menghidupkan kembali nilai berbakti kepada orang tua, generasi muda perlu menyadari bahwa keberhasilan dan kebahagiaan seseorang tidak terlepas dari doa dan pengorbanan orang tua. Menghormati mereka bukanlah sebuah beban, melainkan wujud rasa syukur atas kasih sayang yang telah diberikan sejak lahir.
Di era digital, teknologi justru dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan keluarga. Teknologi juga dapat menjadi sarana untuk menjaga kedekatan keluarga. Melalui panggilan video, pesan singkat, atau komunikasi rutin, anak tetap dapat menunjukkan perhatian dan kasih sayang kepada orang tua meskipun berada di tempat yang berbeda.
Berbakti juga dapat dilakukan dengan cara sederhana seperti berbicara dengan sopan, membantu kebutuhan orang tua, meluangkan waktu untuk berkomunikasi, serta selalu mendoakan mereka.
Kesimpulan
Birrul walidain adalah cerminan akhlak seorang muslim yang tidak akan pernah kehilangan relevansinya meskipun zaman terus berubah. Kemajuan teknologi dan kesibukan hidup seharusnya tidak menjadi alasan untuk melupakan jasa kedua orang tua. Dengan menghormati, menyayangi, dan mendoakan mereka, kita tidak hanya menjaga hubungan keluarga, tetapi juga menjalankan salah satu perintah mulia dalam ajaran Islam.
