Konten dari Pengguna

Penyakit Tidak Menular Masih Menjadi Ancaman Masyarakat Perdesaan: Mahasiswa KKN

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari SITI ANDIANI DAMAYANTI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyakit Tidak Menular Masih Menjadi Ancaman Masyarakat Perdesaan: Mahasiswa KKN
zoom-in-whitePerbesar

Kondisi tersebut juga menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) II Desa Bojongkerta Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI). Berdasarkan hasil observasi lapangan, diskusi dengan pemerintah desa, kader kesehatan, dan tenaga kesehatan setempat pada awal pelaksanaan KKN, masyarakat—khususnya kelompok lanjut usia (lansia)—masih memerlukan peningkatan akses terhadap pemeriksaan kesehatan dasar sebagai upaya deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular.

Berangkat dari hasil identifikasi kebutuhan masyarakat tersebut, mahasiswa KKN menyelenggarakan program Cek Kesehatan Gratis yang diprioritaskan bagi lansia dan masyarakat umum di Kampung Pasir Jami RW 07 dan Kampung Ciseureuh RW 06, Desa Bojongkerta, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi.

Program dilaksanakan pada 15 Juli 2026 di Kampung Pasir Jami RW 07 dan 18 Juli 2026 di Kampung Ciseureuh RW 06 dengan melibatkan 80

orang warga dari kedua wilayah. Sebagian besar peserta merupakan kelompok lansia yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes melitus, maupun gangguan metabolik lainnya.

Hasil Riset Menjadi Dasar Program Pengabdian

Ketua pelaksana kegiatan, Siti Andiani D., mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan UMMI, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bersifat pelayanan kesehatan, tetapi merupakan implementasi hasil identifikasi kebutuhan masyarakat yang dilakukan mahasiswa selama tahap observasi desa.

"Melalui pemeriksaan kesehatan sederhana ini, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini sehingga apabila ditemukan faktor risiko dapat segera memperoleh penanganan maupun tindak lanjut di fasilitas kesehatan. Edukasi kesehatan menjadi bagian penting agar masyarakat semakin sadar terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala," ujarnya.

Pendekatan tersebut sejalan dengan paradigma promotif dan preventif dalam pembangunan kesehatan yang menempatkan deteksi dini sebagai langkah paling efektif dalam mengurangi risiko komplikasi penyakit kronis.

Kolaborasi Akademisi dan Tenaga Kesehatan

Pelaksanaan kegiatan berlangsung melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN dengan Bidan Desa Bojongkerta, Puteri Arinda Mutiara, S.Keb., Bdn. Kehadiran tenaga kesehatan memberikan nilai tambah karena masyarakat tidak hanya memperoleh pemeriksaan kesehatan, tetapi juga konsultasi medis sederhana dan edukasi mengenai pola hidup sehat.

kolaborasi dengan Bidan Desa Bojongkerta, Puteri Arinda Mutiara, S.Keb., Bdn.

Layanan yang diberikan meliputi: Pemeriksaan tekanan darah , Pemeriksaan kadar gula darah , Pengukuran suhu tubuh, Konsultasi Kesehatan, Edukasi pencegahan penyakit tidak menular Seluruh layanan diberikan secara gratis sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

Pemeriksaan Tekanan Darah
Pemeriksaan kadar gula darah
Pengukuran suhu tubuh

Menurut tenaga kesehatan yang mendampingi kegiatan, pemeriksaan sederhana seperti tekanan darah dan gula darah memiliki manfaat besar sebagai skrining awal untuk menemukan individu berisiko tinggi sebelum muncul komplikasi yang lebih serius.

Solusi Nyata atas Permasalahan Kesehatan Desa

Program ini merupakan salah satu implementasi tema besar KKN Sinergi Skema Mitigasi Bencana Berbasis Riset dan Pengabdian Berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada mitigasi bencana alam, tetapi juga memperhatikan mitigasi terhadap risiko kesehatan masyarakat.

Hasil observasi mahasiswa menunjukkan bahwa sebagian masyarakat lansia belum rutin melakukan pemeriksaan kesehatan karena keterbatasan waktu, jarak pelayanan kesehatan maupun rendahnya kesadaran melakukan medical check-up secara berkala. Kondisi tersebut menyebabkan hipertensi maupun diabetes sering kali tidak terdeteksi hingga menimbulkan keluhan yang lebih berat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa menghadirkan solusi sederhana namun berdampak, yakni mendekatkan pelayanan skrining kesehatan langsung ke lingkungan masyarakat. Pendekatan berbasis komunitas ini dinilai lebih efektif dalam meningkatkan partisipasi warga, terutama kelompok lansia yang memiliki mobilitas terbatas.

Implementasi Kampus Berdampak

Kegiatan ini menjadi bukti nyata implementasi program Kampus Berdampak, dimana hasil observasi lapangan tidak berhenti sebagai data penelitian semata, tetapi diterjemahkan menjadi aksi pengabdian yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta masyarakat menunjukkan bahwa pembangunan kesehatan di tingkat desa memerlukan kolaborasi multipihak agar mampu menghasilkan perubahan yang berkelanjutan.

Melalui program cek kesehatan gratis ini, mahasiswa KKN UMMI berharap masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular, menerapkan pola hidup sehat, serta memanfaatkan layanan kesehatan secara rutin. Dengan demikian, kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok lansia di Desa Bojongkerta, dapat terus meningkat.

Program ini sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi sebagai pusat riset, edukasi, dan pengabdian masyarakat yang mampu menghasilkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan pembangunan desa melalui pendekatan ilmiah, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Penulis : Siti Andini D (Mahasiswa S1 Keperawatan UMMI) dan TIM KKN Sinergi Desa Bojongkerta