Pemasaran Viral sebagai Strategi Memaksimalkan Penjualan

Dosen Program Studi Bisnis Digital Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial Universitas Amikom Purwokerto
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Siti Barokah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dalam menjalankan bisnis, tentunya diperlukan beberapa strategi untuk mencapai keuntungan yang maksimal. Strategi bisnis disusun sebagai upaya perusahaan dalam mengambil tindakan yang terintegrasi guna membangun keunggulan bersaing yang lebih terarah dengan mengidentifikasi pasar, pelanggan, serta pesaingnya. Salah satu upaya strategi yang dirancang dan sangat berpengaruh dalam keberhasilan suatu bisnis adalah kemampuan perusahaan dalam memasarkan produknya baik itu barang maupun jasa.
Pemasaran tidak sama dengan penjualan, keduanya merupakan hal yang sangat berbeda namun saling berkaitan erat dengan bisnis dan pelanggan. Kedua hal tersebut tidak dapat disamakan karena memiliki proses kerja, ruang lingkup serta fungsi yang berbeda. Pemasaran merupakan suatu proses sosial dengan menciptakan, mengkomunikasikan, menawarkan, serta secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai bagi pihak-pihak yang terkait mulai dari pelanggan, mitra, sampai dengan masyarakat umum. Sedangkan, penjualan adalah aktivitas menjual produk dengan harga tertentu baik itu berupa barang maupun jasa dari penjual kepada pembeli.
Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, mendorong berbagai macam perubahan sistem dalam dunia bisnis khususnya sistem dalam memasarkan suatu produk. Beberapa di antara kita mungkin pernah melihat beberapa konten atau iklan yang viral diberbagai macam platform social media. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya strategi yang diterapkan yaitu pemasaran Viral.
Pemasaran Viral merupakan sebuah strategi pemasaran yang menular dan tersebar secara cepat dalam waktu yang singkat seperti virus, dengan menyebarkan informasi tentang suatu produk melalui mulut ke mulut dari satu individu ke individu yang lainnya atau dapat pula berbagi informasi melalui internet. Hal tersebut dilakukan agar dapat menciptakan pertumbuhan eksponensial dalam jumlah penerima pesan pemasaran. Adanya Pemasaran Viral tentunya akan meningkatkan kesadaran akan merek yang dipasarkan yang nantinya dapat menguntungkan bagi perusahaan karena terjadi penjualan yang signifikan.
Salah satu perusahaan yang pernah menerapkan Pemasaran Viral di Indonesia adalah Lazada. Pada tahun 2017, Lazada sempat membuat heboh masyarakat dengan mengadakan diskon 50% namun pemasangan papan iklan tersebut dilakukan secara terbalik. Pada saat itu, iklan Lazada menjadi pusat perhatian dan menjadi viral di dunia maya karena menjadi perbincangan masyarakat akibat pemasangan papan iklan yang terbalik. Hal tersebut dilakukan secara sengaja oleh Lazada dengan alasan untuk memaksimalkan strategi Pemasaran Viral. Dengan viralnya iklan tersebut tentunya Lazada menjadi sorotan masyarakat dan hal ini akan semakin meningkatkan kesadaran terhadap merek Lazada serta dapat meningkatkan penjualan.
Pemasaran Viral dapat tidak hanya dapat dilakukan oleh perusahaan besar saja, tetapi juga dapat dilakukan oleh berbagai ukuran bisnis. Pemasaran Viral dapat dilakukan dengan memanfaatkan sejumlah alat yang ada seperti gambar, poster, video, maupun pesan teks yang dapat menarik perhatian maupun menimbulkan emosi pelanggan.
