Peduli Lingkungan: Mahasiswa KKN Ajak Warga Desa Membuat Biopori

Mahasiswa Jurusan Keperawatan di Universitas Diponegoro
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Siti Faridah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Kertijayan, (3/08/2024) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro telah sukses melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pembuatan biopori bagi warga Desa Kertijayan pada hari Sabtu, 4 Agustus 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk mengatasi masalah lingkungan, terutama banjir saat musim hujan di Desa Kertijayan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN bersama warga desa membuat lubang biopori di tempat yang sering terendam banjir saat musim hujan, khususnya di halaman SDN 3 Kertijayan. Biopori merupakan lubang resapan yang dibuat di dalam tanah dengan tujuan untuk meningkatkan daya serap air hujan dan mengurangi risiko banjir. Selain itu, biopori juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat pengolahan sampah organik menjadi kompos.
Para mahasiswa juga memberikan sosialisasi kepada warga tentang pentingnya biopori dan cara pembuatannya. Mereka menjelaskan bahwa biopori dapat membantu mengatasi masalah genangan air dan memperbaiki kualitas tanah. Warga diberi panduan praktis tentang bagaimana membuat dan merawat biopori di sekitar rumah mereka. Tim mahasiswa KKN Undip juga membuat poster terkait pembuatan biopori dan cara perawatannya.
Sekretaris Desa Kertijayan, Bapak Fatkhurrohman, menyatakan apresiasinya atas inisiatif mahasiswa KKN ini. Menurutnya, program ini sangat membantu dalam upaya menjaga lingkungan desa.
"Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Diponegoro atas kegiatan edukasi dan pembuatan biopori yang difokuskan di lingkungan SDN 03 Kertijayan, karena permasalahan banjir di lingkungan masyarakat bertitik fokus di SD tersebut. Sehingga edukasi dan pembuatan biopori di SD tersebut sangat tepat," ujarnya.
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh warga Desa Kertijayan. Mereka bersemangat untuk mempelajari cara pembuatan biopori dan berkomitmen untuk menerapkannya di lingkungan masing-masing. Ibu Sri Manisah, Kepala SDN 03 Kertijayan, mengungkapkan rasa puasnya terhadap kegiatan ini,
"Terima kasih atas program kerjanya yang sudah mau memilih SD 3 Kertijayan sebagai tempat pembuatan biopori. Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat membantu meningkatkan penyerapan air, sehingga kalau hujan tidak tergenang lagi. Selain itu, kegiatan ini juga bagus sekali untuk mendukung kelestarian lingkungan, bisa meminimalisir erosi tanah, dan meningkatkan pengetahuan warga sekolah tentang biopori," ujarnya.
Kegiatan sosialisasi dan pembuatan biopori ini merupakan bagian dari rangkaian program kerja KKN Universitas Diponegoro yang fokus pada aspek lingkungan, khususnya masalah banjir. Hal ini dikarenakan setiap musim hujan datang, banyak tempat tergenang air, dan salah satu tempat yang paling parah banjirnya adalah SDN 03 Kertijayan.
