Masjid Cheng Ho: Bukti Masuknya Muslim China ke Nusantara

Mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Jember 2020
Konten dari Pengguna
23 April 2022 10:40
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Siti Khoiriyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Masjid Cheng Ho: Bukti Masuknya Muslim China ke Nusantara (87770)
zoom-in-whitePerbesar
Masjid Cheng Ho Surabaya. sumber: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Indonesia merupakan negara dengan jumlah muslim terbanyak di dunia dan hampir 87% penduduknya menganut Agama Islam. Dengan fakta tersebut tentunya Indonesia memiliki banyak sekali bangunan masjid yang merupakan tempat ibadah Umat Islam.
ADVERTISEMENT
Di Indonesia terdapat lima masjid yang menggunakan nama Cheng Ho, yaitu masjid yang berlokasi di Pasuruan, Palembang, Surabaya, Kutai Kertanegara, dan Purbalingga.
Tahukah kamu siapa Cheng Ho tersebut? dan mengapa namanya digunakan sebagai nama masjid?
Keberadaan Masjid Cheng Ho yang bernuansa Tionghoa ini adalah bukti dari masuknya Cina Muslim di Nusantara.
Cheng Ho sendiri merupakan Laksamana China yang beragama Islam dan tokoh yang berjasa dalam penyebaran Agama Islam di Nusantara.
Pelayaran Cheng Ho ke Nusantara
Dimulai sejak Dinasti Ming mengirim utusan untuk berlayar ke tenggara yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho (1371-1433 M).
Tujuan utama dari pelayaran ini yaitu memperkenalkan budaya Tionghoa dan berniaga. Cheng Ho juga menyiarkan Agama Islam.
ADVERTISEMENT
Pada saat rombongan Cheng Ho berlabuh di Tanjung Priok, salah satu awak kapal yang bernama Sam Po Soei menikah dengan gadis pribumi.
Rombongan Cheng Ho juga mengajarkan cara bertani dan berternak kepada masyarakat dan mendakwahkan Agama Islam saat berlabuh di Semarang.
Cheng Ho kemudian membentuk komunitas Muslim Cina Hanafi di Kukang, untuk yang pertama kalinya dan dilanjutkan di pulau Sambas, Kalimantan.
Tokoh-Tohoh Penyebar Islam di Jawa
Dalam buku Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara, tertulis bahwa beberapa Wali Songo adalah keturunan Cina, seperti Raden Rahmat atau Sunan Ampel memiliki nama Cina yaitu Bong Swi Hoo.
Raden Fatah, sultan pertama Demak memiliki nama China yaitu Jin Bun. Sedikit sulit untuk mengidentifikasi tokoh-tokoh Muslim China, karena banyak yang berganti nama menjadi nama Arab atau Jawa.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020