Aliran dan Pengaruh Hereditas dalam Perkembangan Manusia

Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Siti Kholila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aliran yang Mempengaruhi Perkembangan Manusia:
Aliran Nativisme
Aliran Nativisme adalah suatu paham yang menyatakan perkembangan manusia itu dipengaruhi oleh aspek perkembangan manusia yang telah ditentukan sejak manusia itu dilahirkan di dunia, pembawaan yang sudah melekat sejak kelahirannya akan menjadi penentu hasil perkembangannya. Maka dari itu, penganut aliran nativisme percaya bahwa perkembangan manusia itu ditentukan oleh pembawaannya sejak lahir, baik pengalaman ataupun pendidikan tiada berpengaruh.
Contohnya, jika kedua orang tuanya memiliki bakat dibidang seni, tentu anaknya menjadi seniman pula.
Aliran Empirisme
Aliran Empirisme adalah suatu paham yang menyatakan perkembangan manusia itu dipengaruhi oleh adanya pengalaman. Menekankan pentingnya pengalaman, lingkungan, dan pendidikan. Sebab, manusia lahir ke dunia seperti tabula rasa, kosong, dan tidak memiliki kemampuan apapun, maka manusia semata-mata bergantung pada lingkungan dan pengalaman pendidikannya, baik bakat ataupun pembawaan sejak lahir tidak berpengaruh pada perkembangan manusia yang mana hal ini bertolak belakang dengan pandangan nativisme.
Contohnya, jika seorang anak berkuliah di jurusan kedokteran, tentu kelak anak tersebut akan menjadi seorang dokter. Karena anak itu telah menempuh pendidikan kedokteran dan memiliki pengalaman dibidang yang berurusan dengan kesehatan makhluk hidup.
Aliran Konvergensi
Aliran Konvergensi adalah suatu paham yang menyatakan perkembangan manusia itu dipengaruhi oleh adanya pembawaan sejak lahir dan pengalaman yang berpengaruh terhadap perkembangan manusia. Faktor pembawaan akan tidak bernilai jika faktor pengalaman tidak mendukungnya. Begitu juga sebaliknya, faktor pengalaman tidak bernilai apa apa jika tidak didukung oleh faktor pembawaan dalam mengembangkan manusia sesuai harapan.
Contohnya, seorang anak yang memiliki latarbelakang keluarga santri atau kiyai, kemudian anaknya tersebut terbina dan terdidik di lingkungan keagamaan maka kelak anaknya akan menjadi ahli agama pula.
Pengaruh Hereditas dalam Perkembangan Manusia:
Hereditas adalah suatu proses pewarisan genetik dari orang tuanya kepada anaknya, hal ini terlihat pada karakteristik seseorang yang dituruninya. Atau dapat dipahami dengan suatu pewarisan keturunan, baik secara biologis maupun sosial. Pengaruh hereditas bagi perkembangan manusia dijelaskan sebagai berikut:
Pengaruh dalam Pertumbuhan dan Perkembangan Fisik: Sistem saraf, bentuk, tinggi, kerangka, struktur badan, fungsi sensoris dan motoris.
Pengaruh dalam Pertumbuhan dan Perkembangan Mental: Manusia terlahir denga kapasitas mental yang berbeda, memiliki potensi yang berbeda, bermusik, bernyanyi, melukis.
Pengaruh dalam Kesehatan Mental dan Emosi serta Kepribadian: Dilahirkan dengan struktur jasmaniah seperti sistem saraf, organ-organ, dan kelenjar-kelenjar yang menentukan emosi seseorang dan kapasitas mental seseorang.
Pengaruh dalam Hal Sikap-sikap, Keyakinan, dan Nilai-nilai: Sikap-sikap, keyakinan, dan nilai-nilai dipengaruhi oleh posisi atau pandangan hidup seseorang. Karena itu, secara tidak langsung sikap, keyakinan serta nilai-nilai dipengaruhi oleh hereditas.
Daftar Pustaka:
Purwanto, Ngalim. 2017. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Soemanto, Wasty. 1990. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
