Pembelajaran Behavioristik dan Humanistik

Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Siti Kholila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembelajaran Behavioristik
Sebuah upaya dalam menyesuaikan diri terhadap situasi atau kondisi sekitar untuk mendapatkan sikap dan pemahaman baru dari orang lain. Peran pendidik berperan aktif karena pembelajaran ini bertujuan untuk mengubah sikap sikap positif seseorang, dalam artian seseorang akan belajar suatu hal jika stimulus yang diterima kondusif serta positif dan memberikan kenyamanan termasuk pelatihan mental yang aktif maka akhirnya menjadi suatu habit atau kebiasaan yang positif. Oleh sebab itu, salah satu prinsip pembelajaran behavioristik adalah pentingnya stimulus dan respon, dan inilah yang menjadi pengamatan.
Prinsip Behavioristik:
Behavioristik menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah lakunya seseorang. Seseorang dapat dikatakan sudah belajar jika tingkah laku dalam dirinya sudah berubah menjadi lebih baik.
Menganggap bahwa yang terpenting dalam belajar adalah adanya stimulus dan respon, sebab inilah yang dapat diamati.
Reinforcement, apa saja yang dapat menguatkan timbulnya respon, dan respons menjadi sangat kuat bila reinforcement ditambah, baik ataupun buruk.
Penerapan Belajar Behavioristik dalam Pendidikan:
Bahan pelajaran sudah siap untuk digunakan.
Bahan pelajaran disusun secara terstruktur, mulai dari sederhana, rumit, hingga ke kompleks.
Pembelajaran menitikberatkan pada hasil yang diamatinya melalui perilaku yang dituju.
Pelatihan hal yang positif terus dilakukan hingga menjadi suatu kebiasaan.
Bila perilaku positif muncul kemudian maka akan diberikan penguatan positif, namun jika hal negatif muncul maka akan mendapatkan penguatan negatif.
Pembelajaran Humanistik
Humanistik menitikberatkan pentingnya memanusiakan seseorang dengan memenuhi kebuthan dasarnya dan memberi kebebasan dalam mengembangkan potensinya. Dalam hal ini seorang pendidik berperan bertindak sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan belajar kondusif, memberikan peluang kepada siswa untuk belajar dari sebuah pengalaman. Oleh karena itu, di setiap sekolah saat ini rata-rata memiliki tempat peserta didik untuk berolahraga, serta tempat waktu beristirahat antar kelas. Hal ini merupakan bagian dari upaya mendorong terpenuhinya kebutuhan fisiologis anak.
Penerapan Belajar Humanistik dalam Pendidikan:
Berupaya memenuhi kebutuhan dasar peserta didik agar kebutuhan lainnya yang lebih tinggi juga terpenuhi.
Menciptakan suasana kasih sayang agar anak mengerti dan memiliki harga diri yang tinggi.
Pembelajaran ditujukan untuk mencapai pengalaman yang optimal bagi setiap peserta didik.
Pendidik berperan sebagai pemberi fasilitas, bukan menjadi pemimpin dalam kegiatan pembelajaran.
Daftar Pustaka:
Dalyono, M. (2015). Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Djaali. (2018). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Saryanti, L. (2013). Psikologi Belajar. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
