Tipologi Belajar dan Perbedaan Individual Peserta Didik

Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Siti Kholila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tipologi Belajar
Tipologi belajar adalah cara atau gaya yang digunakan peserta didik dalam memahami dan menyerap pengetahuan yang baru diperoleh. Tipologi belajar memberikan dampak besar bagi dunia pendidikan, karena seorang pendidik menjadi lebih mudah untuk memahami bahwa setiap peserta didik memiliki cara belajar yang berbeda. Pendidik menjadi lebih fleksibel untuk beradaptasi dengan metode ajar yang variatif. Ada tiga jenis macam tipologi belajar yaitu Visual, Auditori, dan Kinestetik (VAK), dijelaskan sebagai berikut:
Visual
Gaya belajar yang memanfaatkan daya penglihatan untuk memahami sebuah konsep atau informasi. Peserta didik dengan tipologi visual cenderung lebih mudah memahami informasi yang disimak melalui gambar, video, demontrasi, ataupun semua hal yang berkaitan dengan daya penglihatan yang membuatnya nyaman dalam proses belajar.
Auditori
Gaya belajar yang memanfaatkan daya pendengaran untuk memahami sebuah konsep atau informasi. Peserta didik dengan tipologi auditori cenderung lebih mudah menangkap informasi yang disimak melalui sebuah ceramah, diskusi, kaset audio, atau semua hal yang berkaitan dengan daya pendengaran yang membuatnya nyaman dalam belajarnya.
Kinestetik
Gaya belajar yang melibatkan gerakan tubuh seperti menyentuh ataupun bekerja untuk memahami sebuah konsep atau informasi. Peserta didik dengan tipologi kinestetik cenderung lebih mudah memahami informasi yang disimak melalui praktik atau percobaan langsung. Peserta didik akan merasa kesulitan jika hanya duduk diam berjam-jam, karena anak dengan tipologi ini memiliki keinginan yang kuat untuk beraktivitas dan menjelajah, sehingga perlu melalui gerakan atau sentuhan.
Dampak Tipologi Belajar VAK
Peserta didik cenderung memiliki kecerdasan visual spasial untuk memahami informasi dalam bentuk gambar, video, ataupun demonstrasi.
Peserta didik yang memiliki kecerdasan linguistik lebih nyaman belajar dengan sebuah bacaan atau diskusi kelompok.
Pengembangan keterampilan sosial dan kolaborasi antarpeserta didik.
Memberi peluang bagi peserta didik untuk berkembang dengan berbagai keterampilan belajar yang beragam.
Perbedaan Individual
Perbedaan individual adalah perbedaan karakteristik dari segi minat, kemampuan, watak, ataupun emosional yang dimiliki seseorang. Dalam proses belajar ada anak yang dapat belajar dengan cepat, ada pula yang lambat dan bahkan ada yang tidak berminat untuk belajar. Hal itu tampak terjadi perbedaan individual. Hal itu dapat dipegaruhi oleh faktor keturunan, lingkungan, budaya, kelahiran, praktik mendidik anak, dan juga bisa dari peristiwa perceraian orang tua. Hal itu dapat mempengaruhi proses belajar anak yang nantinya akan diperhatikan oleh pendidik untuk melakukan pendekatan yang lebih personal dalam pengajaran, sehingga setiap siswa dapat mencapai potensi terbaiknya.
Daftar Pustaka
Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sudjana, Nana. (2014). Metode dan Teknik Pembelajaran di Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.
