Masyarakat Mengeluh Stok Minyak Goreng di Ritel Modern Kosong

Mahasiswi Program Studi Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Ilmu komunikasi Universitas Islam Negeri Jakarta
Tulisan dari Lala Malhikmah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masyarakat Jarang Menemukan Stok Minyak Goreng Subsidi di Ritel Modern
Setelah adanya pemberitahuan bantuan minyak goreng bersubsidi dari pemerintah. Persediaan minyak goreng di beberapa retail modern mulai langka. Fenomena panic buying membuat masyarakat membeli berlebihan. Setiap customer hanya mendapatkan maksimal dua liter minyak goreng seharga Rp. 28.000. Tetapi, stok minyak goreng di sejumlah minimarket habis terjual dalam waktu singkat.
Peristiwa ini terjadi pada Evi (43 tahun). Ia bercerita sering kali dirinya datang ke ritel modern tetapi stok selalu kosong. Ia juga mengungkapkan bahwa sering melihat banyak stok di ritel modern tetapi tidak dipajang.
"Saya pengusaha warung makan setiap hari butuh minyak goreng, sudah cari kemana-mana stok selalu kosong. Terpaksa beli di pasar tradisional harganya masih normal,” jelas dia, Kamis (27/1/2022).
Evi berharap pemerintah menyalurkan stok minyak ke pasar tradisional agar subsidi bisa tersalurkan merata ke masyarakat dan tidak ada fenomena kehabisan stok lagi.
Sementara itu, pegawai minimarket di kawasan Mencong, Jakarta Selatan menceritakan sebab kosongnya stok minyak di minimarket dikarenakan perbandingan harga yang signifikan dengan pasar tradisional.
Meski pembelian minyak goreng terbatas, konsumen menyiasati dengan membawa keluarganya agar dapat membeli lebih banyak. Terkadang hal ini menimbulkan kegaduhan, karena pembeli tidak terima saat mendapatkan teguran.
Lain halnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menerapkan domestic market obligation (DMO) dan domestic price obligation (DPO) pada minyak goreng. Ia mengumumkan pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng curah Rp 11.300/ liter, kemasan sederhana Rp 13.500/ liter. Harga itu berlaku mulai Februari 2022.
