Selamatkan Air Bersih di Indonesia, Ini Kontribusi Coca Cola

writing for a living.
Tulisan dari Siti Maghfirah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Iklim ekstrim yang terjadi di Indonesia menyebabkan beberapa daerah kekurangan air. Saat ini, cuaca di Indonesia tidak dapat ditebak lagi.
“Kalau dulu sudah pasti, musim penghujan berlangsung 6 bulan, begitu juga musim panas. Tapi sekarang musim panas bisa sampai 10 bulan, 2 bulan malah banjir,” ungkap Public Affair Manager Coca Cola, Andrew Hallatu dalam acara kumparan Onboarding dk Kuningan City, Rabu (15/11).
Untuk itu, Coca Cola merasa bertanggung jawab sebagai salah satu perusahaan yang turut menggunakan air bersih. Coca Cola berkomitmen untuk mengembalikan air bersih yang jumlahnya setara dengan yang digunakan oleh perusahaan.
Beberapa cara telah dilakukan oleh Coca Cola untuk mewujudkan komitmen ini. Yakni, pertama, dengan membangun sistem rain harvesting atau pengumpulan dan penampungan air hujan untuk bisa digunakan kembali di wilayah perkotaan di Indonesia.
Kedua, pembangunan sumur resapan yang saat ini telah berjumlah 295. Sumur-sumur ini tersebar di 6 titik di Pulau Jawa.
Yang terakhir, Coca Cola juga turut mendukung pemerintah dalam pembangunan embung air di atas gunung untuk menampung air hujan. Air ini kemudian dipanen dan menjadi basis produksi di daerah-daerah yang mengalami kekeringan.
“Selain tempat menampung air hujan, sekaligus jadi tempat air agrowisata. Embung ini juga menjadi jantung dari daerah tersebut,” kata Andrew.
Dari langkah-langkah yang telah dilakukan Coca Cola, menurut Andre saat ini perusahaan mampu mengembalikan 164% air bersih dari jumlah yg digunakan. Artinya, Coca Cola justru berkontribusi lebih besar.
