Konten dari Pengguna

Edukasi Keuangan Untuk Mencegah Gaya Hidup Konsumtif pada Siswa

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Siti Nur Juliansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi Milik Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Milik Pribadi

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang (UNPAM) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan teknologi yang dimiliki oleh civitas akademika. PKM kali ini menyasar siswa-siswi SMAS Dharma Karya Jakarta yang berada pada fase remaja dan mulai menghadapi berbagai godaan konsumsi di era digital, sehingga perlu dibekali pemahaman serta keterampilan dalam mengelola keuangan secara bijak.

Kegiatan PKM ini dilaksanakan di SMAS Dharma Karya Jakarta dengan tema “Edukasi Mengelola Keuangan Secara Bijak di Era Digital untuk Mencegah Gaya Hidup Konsumtif pada Siswa.” Tema ini dipilih sebagai respons terhadap perkembangan teknologi digital yang memudahkan siswa dalam melakukan transaksi, seperti penggunaan e-wallet, QRIS, belanja daring, media sosial, hingga layanan paylater. Di satu sisi, teknologi digital memberikan kemudahan dan efisiensi, tetapi di sisi lain juga berpotensi mendorong perilaku konsumtif apabila siswa belum memiliki literasi keuangan yang memadai.

Dalam kegiatan ini, siswa mendapatkan materi mengenai pentingnya literasi keuangan digital, cara membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran pribadi, mencatat pemasukan dan pengeluaran, serta menggunakan aplikasi keuangan secara aman. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai risiko belanja impulsif yang dipicu oleh iklan daring, promosi flash sale, tren di media sosial, dan fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Materi disampaikan melalui metode sosialisasi, diskusi interaktif, permainan edukatif, serta simulasi penyusunan anggaran sederhana agar siswa lebih mudah memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pelatihan ini, siswa diajak untuk menyusun skala prioritas keuangan, mengelola uang saku secara terencana, serta bersikap kritis terhadap berbagai penawaran dan promosi di dunia digital. Siswa juga diajarkan untuk berhati-hati dalam menggunakan layanan keuangan digital, terutama fitur paylater dan pinjaman daring, agar tidak terjebak dalam utang konsumtif yang dapat merugikan masa depan finansial mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan keuangan yang sehat, seperti membiasakan menabung, mencatat pengeluaran, dan mengutamakan kebutuhan sebelum keinginan.

Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh siswa dan guru di SMAS Dharma Karya Jakarta. Para siswa merasa terbantu karena memperoleh pengetahuan baru yang sangat relevan dengan kehidupan mereka di era digital. Mereka juga lebih memahami bahwa penggunaan teknologi digital tidak hanya untuk hiburan dan komunikasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membantu pengelolaan keuangan pribadi. Sementara itu, pihak sekolah mengapresiasi metode pelatihan yang interaktif karena mampu menumbuhkan kesadaran finansial serta mendukung pengembangan life skills siswa.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam membentuk generasi muda yang sadar finansial, kritis, mandiri, dan mampu mengambil keputusan keuangan yang bijak. Tim PKM juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar dampak positifnya semakin luas, khususnya dalam mencegah gaya hidup konsumtif sejak usia sekolah.

Artikel ini disusun sebagai dokumentasi kegiatan sekaligus informasi bagi masyarakat umum, khususnya civitas pendidikan, mengenai pentingnya literasi keuangan digital dan pengelolaan keuangan yang bijak dalam menghadapi tantangan ekonomi digital saat ini.

Penulis

Siti Nur Juliansyah, M. Fauzy Purnomo, Mutia Apriliani (Mahasiswa Universitas Pamulang)