VISUALISASI MIMPI (Ayo Temukan Tujuan Hidupmu)

Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Tulisan dari SITI NURAIDAH tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
A. Mengenal diri dan memahami pentingnya self awareness (kesadaran diri)
Mengapa mengenal diri itu penting? Salah satu alasan mengapa itu penting adalah “agar kita bisa hidup berdampingan dengan baik”. Karena sejatinya kita akan terus hidup bersama orang lain. Kita bisa terus menjaga hubungan baik karena kita kenal diri kita, dan tahu bagaimana orang lain mengenal kita (Eurich, 2018).
Dengan mengenal diri kita bisa tahu kelebihan diri kita yang bisa kita gunakan untuk menciptakan kebaikan atau manfaat bagi orang lain. Misal, kita tahu bahwa kelebihan kita adalah terbiasa dengan mudah berpikir kreatif maka kita bisa memberikan ide-ide baru atau solusi dalam memecahkan masalah bersama.
Dengan mengenal diri kita tahu kelemahan diri kita yang bisa jadi berpotensi memunculkan kerugian bagi diri kita dan bagi orang lain, sehingga kita bisa mengelola dan mengantisipasi segala kemungkinan kerugian yang akan terjadi. Misal kita punya kelemahan menunda-nunda, maka kita perlu mengantisipasi dengan mengerjakan bagian pekerjaan yang berat atau esensial di awal tahapan waktu pengerjaan, hanya hal-hal kecil yang kita tunda-tunda.
Empat Archetype Kesadaran Diri
Sadar akan diri sendiri atau mengenali diri dilihat dari sudut pandang internal (seberapa jauh kita mengenali diri) dan sudut pandang eksternal (seberapa paham diri kita atas apa yang dilihat orang lain terhadap kita.
Dari matriks di atas kita semakin paham bahwa mengenal diri itu dilihat dari sisi internal diri dan eksternal diri. Eksternal artinya menganalisa pandangan orang lain terhadap diri kita, bagaimana orang lain mengenal kita, seperti apa sosok diri kita di mata orang lain. Kita perlu bertanya dan meminta feedback dari orang lain untuk lebih mengenali diri kita.
Sementara mengenal diri secara internal, kita hanya perlu melakukan eksplorasi sendiri, seperti self-talk atau self-coaching, menanyai diri dengan serangkaian pertanyaan. Salah satunya seperti yang ada di metode SWOT.
SWOT adalah singkatan dari Strength (S), Weakness (W), Opportunity (O) dan Threats (T). Metode analisa diri yang membantu kita mengenali kekuatan, kelemahan, kesempatan/peluang yang bisa kita manfaatkan, dan ancaman yang perlu kita antisipasi memberikan kerugian kepada diri kita.
Kekuatan (Strength)
Kekuatan atau Strength adalah poin internal dan positif dari diri kita. Ini adalah hal-hal yang berada dalam kendali kita. Untuk mengenali diri lebih dalam, kita bisa menanyakan pertanyaan di bawah ini:
Anugerah apa yang Allah Swt berikan kepadamu, sehingga kamu merasa bangga dan bersyukur?
Apa saja yang selalu kamu kerahkan sepenuhnya saat meraih sebuah tujuan?
Bagaimana orang lain menilai kelebihanmu?
Apa yang orang lain katakan tentang kekuatanmu?
Kelemahan (Weaknesses)
Kelemahan adalah faktor negatif yang mengurangi kekuatan diri kita. Ini adalah hal-hal yang mungkin perlu kita tingkatkan dan perbaiki agar menunjang proses tumbuh kembang kita. Pertanyaan berikut ini dapat membantu kita mengenali kelemahan diri kita.
Hal apa saja yang ada dalam dirimu yang dapat membuatmu terhambat dalam proses bertumbuh?
Apa yang menyebabkan kamu galau dan ragu untuk mengembangkan diri?
Bagaimana orang lain menilai kelemahanmu?
Apa yang membuatmu merasa kurang unggul?
Peluang (Opportunity)
Peluang atau Opportunity adalah faktor eksternal yang dapat kita optimalkan untuk mengembangkan kekuatan dan memperbaiki kelemahan. Kita bisa bertanya kepada diri sendiri dengan pertanyaan berikut ini:
Apa saja yang bisa mendukungmu untuk mengoptimalkan kekuatan diri?
Kesempatan apa yang bisa kamu manfaatkan untuk membuatmu makin berkembang?
Apa saja yang bisa membantumu mengatasi kelemahan diri?
Apa yang saat ini bisa kamu manfaatkan dengan sebaik mungkin agar membantumu berkembang?
Ancaman (Threats)
Ancaman atau Threats adalah faktor eksternal yang berpotensi bisa menghambat kita bertumbuh dan bahkan memunculkan kerugian kepada kita.
Hal apa yang mesti kamu antisipasi supaya tidak menimbulkan kerugian kepadamu?
Apa saja yang mengancam prosesmu bertumbuh menjadi tidak maksimal?
Hal apa saja yang ada di sekitarmu yang membuatmu merasa was-was dan khawatir?
Hal apa yang jika kamu tidak waspada dan memerhatikannya maka akan merugikanmu?
Ingin mengetahui lebih dalam tentang SWOT? Silakan klik link ini ya, untuk menonton video penjelasannya. bit.ly/PenjelasanSWOTPribadi
B. Konsep dan cara menentukan tujuan hidup
Seperti sebuah perjalanan, ada titik awal dan ada tujuan. Kita lahir ke dunia sebagai titik awal menempuh perjalanan kehidupan di dunia. Seiring berjalannya waktu kita melalui beragam episode kehidupan yang di dalamnya terdapat banyak cerita atau momen-momen yang berarti.
Jika mengingat-ingat lagi momen keberhasilan dan momen kegagalan, momen bahagia momen sedih yang dirasakan selama perjalanan hidup yang telah dilewati, maka timbul pertanyaan, kenapa kita bisa terus bangkit dan menjalan kan hidup sampai detik ini? Sebenarnya hidup ini mau dibawa kemana? Apa arti dari momen-momen jatuh bangun itu semua? Pertanyaan ini mengarahkan kita pada arti penting kehidupan yang kita perjuangkan, kita hidup atas sebuah tujuan.
Tentu, kita paham bahwa hidup di dunia ini akan berakhir di suatu waktu tertentu. Tujuan hidup dapat diartikan titik akhir dimana kita berhasil menutup serangkaian momen-momen, kisah-kisah hidup kita. Husnul Khotimah, kita ingin berakhir dengan baik, meraih tujuan hidup kita, mengakhiri kehidupan dengan mulia.
Lalu, bagaimana cara kita menentukan tujuan hidup itu? Salah satu cara yang mudah adalah dengan menggunakan metode River of Life (Sungai Kehidupan).
Sungai Kehidupan
River of life (Sungai Kehidupan) adalah metode eksplorasi diri dengan cara menggambar sungai. Seakan-akan hidup ini diawali dari hulu sungai yaitu saat lahir dan bermuara ke lautan yang menggambarkan tujuan akhir atau tujuan hidup kita.
Dengan metode ini kita terbantu untuk merangkai makna dari momen-momen kehidupan atau kisah- kisah yang telah kita lalui. Kita juga terbantu untuk membayangkan momen-momen atau kisah-kisah di masa depan yang akan kita tempuh nanti. Sungai ini berkelok-kelok layaknya perjalanan hidup yang kita jalani. Namun kita yakin aliran sungai ini akan bermuara ke laut.
Sehingga melalui metode ini kita bisa memaknai arti dari muara sungai yang kita buat, yaitu tujuan hidup kita. Karena diri kita saat ini adalah kumpulan dari kisah-kisah masa lalu kita, begitu juga diri kita di masa yang akan datang adalah kumpulan kisah-kisah yang kita jalani hari ini.
Maka dalam menentukan tujuan hidup, kita bisa merefleksikan masa lalu yang telah kita jalani, lalu memaknai lebih dalam lagi apa yang kita lakukan saat ini, dan meencanakan apa-apa saja yang akan kita tempuh di masa mendatang. Serta membayangkan akhir hidup seperti apa yang kita dambakan.
Ingin memaknai lebih dalam sungai kehidupan? Yuk klik link ini ya, untuk menonton makna dari sungai kehidupan. bit.ly/VideoMaknaRiverofLife kamu juga bisa lihat contoh punya ku loh! klik link ini ya, ContohRiverofLife
C. Tools menyusun rencana pengembangan diri
Setelah memantapkan hati tentang tujuan hidup yang ingin diraih. Maka kini saatnya kita memikirkan rencana ke depan tentang kecakapan apa saja yang perlu kita asah dan latih supaya diri ini makin berkembang menjadi pribadi yang kompeten dan semakin berkualitas.
Individual Development Plan (IDP) adalah salah satu metode yang bisa kita terapkan untuk menyusun rencana pengembangan diri personal. Secara sederhana, IDP adalah sebuah rencana tertulis yang disusun sebagai pembelajaran diri untuk menguasai kompetensi yang diperlukan untuk posisi atau tujuan tertentu.
Perencanaan ini masih berkaitan dengan yang kita pelajari sebelumnya, yakni SWOT. Kita tinjau kembali analisis SWOT kita, lalu merencanakan kecakapan atau kompetensi apa saja yang akan kita pelajari, latih dan asah berdasarkan kekuatan diri dan peluang yang kita punya.
Individual Development Plan (Rencana Pengembangan Diri)
Ketika kita datang kepada seorang coach, kita berharap mendapat pendampingan untuk menyusun rencana ke depan. Coach akan memberi pertanyaan-pertanyaan kepada kita untuk menajamkan rencana pengembangan diri yang akan kita lakukan. Namun, kali ini coach itu adalah diri kita sendiri. Jadi Individual Development Plan adalah serangkaian pertanyaan yang kita jawab untuk menguatkan rencana pengembangan diri yang akan kita lakukan. Komitmen individu menjadi kunci keberhasilan rencana ini.
Pertanyaan yang diberikan mengupas tentang kekuatan diri dan peluang yang kita miliki untuk menuntaskan item kegiatan/target yang dituliskan. Kegiatan-kegiatan ini adalah bagian dari proses panjang mewujudkan tujuan hidup yang menjadi end goal dari semua proses development ini.
Manusia diberi kemampuan menyusun rencana. Allah yang akan mewujudkannya dengan cara terindah atas pilihan dan kehendak-nya. Sebagai hamba yang taat dan cinta kepada Rabb nya. Pasti sangat senang kita dituntun oleh Sang Pemilik Kehidupan meniti jalan hidup terbaik yang penuh ridho-Nya. Berencana adalah bentuk ibadah kita ikhtiar memikirkan masa depan, Berserah dan Ridho atas apa yang dikehendaki-Nya terwujud, juga merupakan ibadah kita sebagai seorang hamba yang mencintai keagungan-Nya
Tuliskan item kegiatan/target dalam rentang waktu 1 x 24 jam, 7 Hari, 1 Bulan, 1 Semester atau boleh juga ditambahkan rentang waktu berikutnya. Item kegiatan/target ini juga bisa kontinu pada setiap rentang waktu, misalnya belajar, tentu belajar akan ada di setiap rentang waktu, namun coba pikirkan target spesifik yang bisa di-check setiap partisi rentang waktu di link tabel ini. Contoh tabel IDP
