Restorasi Meiji Pencetus Awal Mula Adanya Sumpah Setia

History Education, Universitas Negeri Semarang
Tulisan dari Siti Nurjannah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Akhir dari kekuasaan Shogun adalah dengan berakhirnya penyerahan kekuasaan kepada Kaisar yakni pada tanggal 8 November 1867. Akan tetapi, pada tanggal 3 Februari 1867 tepatnya delapan bulan sebelum Shogun terakhir meletakkan jabatannya, seorang kaisar yang bernama Komei meninggal dunia. Akibat dari meninggalnya, Kaisar Komei ini sebagai penerusnya diangkatlah Mutsuhito sebagai pengganti yang pada waktu penyerahan kekuasaan itu ia baru berusia 14 tahun. Masa pemerintahan Mutsuhito ini lah yang kemudian dikenal dengan sebutan Kaisar Meiji atau Meiji Tenno.
Mutsuhito baru memegang pemerintahan secara resmi pada tanggal 25 Januari 1868 sampai dengan tanggal 30 Juli 1912. Pemulihan kekuasaan ke tangan Kaisar Meiji ini lah yang kemudian kita kenal dengan nama Meiji Restorasi atau Restorasi Meiji. Karena pada saat pengangkatan Kaisar Mutsuhito ia masih berusia sangat muda dan sangat tidak memungkinkan untuk menjalankan pemerintahan, maka dalam menjalankan pemerintahannya itu ia dibantu oleh beberapa orang dari keluarga yang sekaligus sebagai penasihat juga diantaranya seperti Choshu (Kido dan Ito), Keluarga Satsuma (Saigo dan Okubo), Keluarga Tosa ( Itagaki dan Iwakura).
Seperti yang kita ketahui bahwa pengertian Restorasi bisa diartikan sebagai suatu pemulihan atau perubahan. Yang mana di dalamnya terkandung beberapa hal, baik itu dalam pembangunan maupun pembaruan. Jika dikaitkan dengan Restorasi Meiji ini bisa dikatakan bahwa pemulihan kekuasaan negara dari Shogun kepada Kaisar yang mana Kaisar ini memang seorang yang berhak atas kekuasaan jika dinilai secara teoritis maupun secara praktis. Setelah pada tanggal 25 Januari 1968 Meiji naik Tahta, ibukota dipindahkan dari Kyoto ke Yedo dan namanya diubah seperti yang sampai dengan saat ini kita kenal yaitu Tokyo (26 November 1868).
Meiji Tenno telah berhasil mencetak sejarah yang begitu luar biasa pada tanggal 6 April 1968 di mana untuk pertama kalinya Jepang mengangkat sebuah sumpah yang dikenal dengan “Sumpah Setia atau Character Outh” Sumpah Setia ini dilakukan langsung dihadapan para Daimyo (orang yang memiliki pengaruh besar disuatu wilayah) dan Aristokrat. Secara umum Character Outh ini memuat 4 butir asas diantaranya sebagai berikut:
1. Asas Musyawarah
Musyawarah merupakan suatu hal yang harus dipegang teguh oleh setiap orang maupun setiap negara. Di mana musyawarah ini akan menghasilkan suatu keputusan yang mufakat. Semua peraturan negara pun akan ditetapkan dengan jalan musyawarah. Untuk menyelaraskan hal ini kemudian dibentuklah sebuah Dewan Nasional dan juga Dewan Setempat.
2. Asas Persatuan
Pada asas ini dijelaskan bahwa seluruh rakyat Jepang baik itu dari kasta rendah sampai dengan kasta yang tinggi harus bersatu dan sependapat agar masyarakat dapat tertib dan juga dapat terpelihara dengan baik. Untuk hak-hak bagi seluruh lapisan masyarakat pun akan dijamin oleh negara. Jadi, setiap rakyat akan mendapat semua hal dengan adil.
3. Asas Keadilan
Biasanya asas ini lebih ditekankan dan dipegang teguh oleh seorang Kaisar. Hal ini menyangkut berbagai tradisi lama yang dinilai telah merugikan bangsa dan negara. Untuk itu segala hal tradisi lama yang dapat merugikan negara akan dihapuskan. Hak dan kewajiban bagi setiap masyarakat akan dijadikan sebagai dasar kehidupan nasional di Jepang.
4. Asas Pendidikan
Berbeda dengan ketiga Asas di atas di dalam asas pendidikan ini dijalankan dengan percampuran yaitu gabungan antara sistem pendidikan lama dan juga sistem pendidikan baru (campuran cara berpikir Cina dan Jepang serta Pendidikan Barat) hal ini dijadikan dasar di Jepang dengan tujuan agar tercipta negara baru yang maju dan juga modern seperti Negara Barat. Untuk menyukseskan hal ini Jepang kemudian melakukan langkah awal yaitu dengan mengambil dan juga menggunakan tenaga-tenaga dari luar. Hal ini ditujukan agar pembangunan bangsa dan negara di Jepang dapat mengalami peningkatan dan juga dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Dari keempat isi sumpah tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa pelaksanaan pemerintahan negara yang dipimpin oleh Kaisar ini dibantu oleh rakyat tetapi juga untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat itu sendiri.
