Konten dari Pengguna

Mengapa Pajak Terasa Jauh bagi Anak Muda? Pelajaran dari UPTD PPD Balaraja

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Siti Asrorotul Ikah Hiyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

AI Editing
zoom-in-whitePerbesar
AI Editing

Bagi sebagian anak muda, pajak mungkin masih terasa seperti sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Pajak identik dengan angka, peraturan, formulir, dan kewajiban yang terasa rumit. Bahkan, tidak sedikit yang baru mulai memikirkan pajak ketika sudah memiliki penghasilan atau kendaraan sendiri.

Sebagai mahasiswa Akuntansi Perpajakan, saya sebelumnya lebih banyak mengenal pajak melalui materi perkuliahan. Saya belajar mengenai perhitungan pajak, ketentuan perpajakan, hingga berbagai kewajiban wajib pajak. Namun, pemahaman tersebut terasa berbeda ketika saya mendapatkan kesempatan untuk menjalani magang di UPTD PPD Balaraja.

Di sana, saya melihat bahwa pajak sebenarnya tidak sejauh yang dibayangkan.

Ketika Pajak Tidak Lagi Hanya Ada di Buku

Selama kuliah, pajak sering kali saya temui dalam bentuk teori dan soal perhitungan. Ada tarif yang harus dipahami, angka yang harus dihitung, serta aturan yang harus dipelajari.

Namun, ketika berada di lingkungan UPTD PPD Balaraja, saya melihat sisi lain dari perpajakan. Saya melihat masyarakat datang untuk memenuhi kewajibannya dan mendapatkan pelayanan. Dari situ saya mulai menyadari bahwa di balik angka-angka yang selama ini dipelajari di kelas, terdapat aktivitas masyarakat sehari-hari.

Pengalaman tersebut membuat saya berpikir bahwa memahami pajak tidak seharusnya hanya menjadi kebutuhan ketika seseorang sudah bekerja atau memiliki kewajiban tertentu. Pengetahuan dasar tentang pajak justru penting dikenalkan sejak seseorang mulai memahami perannya sebagai warga negara.

Mengapa Anak Muda Perlu Lebih Dekat dengan Pajak?

Menurut saya, salah satu alasan pajak terasa jauh bagi anak muda adalah karena pembahasannya sering dianggap terlalu rumit.

Pajak banyak dikaitkan dengan istilah dan aturan yang sulit dipahami oleh orang yang belum pernah berhadapan langsung dengan kewajiban perpajakan.

Padahal, pajak sebenarnya dapat ditemukan dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

Ketika seseorang memiliki kendaraan, misalnya, ada kewajiban yang perlu dipenuhi. Ketika seseorang nantinya memperoleh penghasilan, ada pula ketentuan perpajakan yang perlu dipahami. Artinya, cepat atau lambat, anak muda akan berhadapan dengan pajak.

Karena itu, menurut saya, edukasi perpajakan perlu disampaikan dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda. Tidak selalu harus melalui bahasa yang penuh istilah teknis, tetapi bisa dimulai dari contoh sederhana yang mereka temui sehari-hari.

Magang Mengajarkan Saya Arti Pelayanan

Selain memahami pajak dari sisi yang lebih nyata, pengalaman di UPTD PPD Balaraja juga membuat saya melihat pentingnya pelayanan publik.

Masyarakat yang datang tentu memiliki kebutuhan dan tingkat pemahaman yang berbeda. Ada yang sudah mengetahui prosedurnya, sementara yang lain mungkin masih membutuhkan penjelasan. Dari situ saya belajar bahwa pelayanan tidak hanya berkaitan dengan menyelesaikan administrasi, tetapi juga bagaimana memberikan informasi dengan jelas dan membantu masyarakat memahami kewajibannya.

Menurut saya, hal ini berkaitan erat dengan kesadaran pajak. Masyarakat akan lebih mudah memahami kewajibannya apabila informasi mengenai pajak dapat diterima dengan baik.

Jadi, membangun kesadaran pajak bukan hanya persoalan meminta masyarakat untuk patuh. Edukasi dan pelayanan juga menjadi bagian penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih memahami kewajiban perpajakannya.

Dari Ruang Kelas ke Dunia Nyata

Magang di UPTD PPD Balaraja juga menjadi pengalaman yang membuat saya melihat bahwa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah tidak berhenti pada teori.

Sebagai mahasiswa, saya memang masih berada dalam tahap belajar. Namun, berada langsung di lingkungan kerja memberikan gambaran bahwa kemampuan akademik perlu berjalan bersama dengan ketelitian, kedisiplinan, komunikasi, dan tanggung jawab.

Hal sederhana seperti mengikuti prosedur, memperhatikan detail pekerjaan, serta berkomunikasi dengan orang lain ternyata memiliki peran penting dalam dunia kerja. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran yang tidak selalu bisa diperoleh hanya melalui pembelajaran di dalam kelas.

Pajak Seharusnya Tidak Terasa Jauh

Setelah menjalani magang, saya semakin memahami bahwa pajak sebenarnya dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk anak muda. Hanya saja, cara mengenalkan dan membicarakannya perlu dibuat lebih sederhana dan relevan.

Bagi saya, pengalaman di UPTD PPD Balaraja bukan hanya tentang menjalankan kewajiban magang. Lebih dari itu, saya mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana teori perpajakan yang selama ini dipelajari berhubungan dengan kehidupan masyarakat.

Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa kesadaran pajak tidak muncul begitu saja. Ada proses untuk memahami, mengenal, dan akhirnya menyadari bahwa memenuhi kewajiban perpajakan merupakan bagian dari kehidupan sebagai warga negara.

Mungkin sudah saatnya pajak tidak lagi dianggap sebagai topik yang hanya perlu dipahami ketika seseorang sudah menjadi wajib pajak. Anak muda juga perlu mengenalnya sejak sekarang.